Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Trump menuding rezim Maduro menggunakan pendapatan minyak curian untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, dan pembunuhan. Tekanan militer ini disebut tidak akan berhenti sampai Venezuela mengembalikan minyak, tanah, dan aset lain yang diklaim telah dicuri dari AS.
“Venezuela terkepung oleh Armada terbesar yang pernah dikerahkan ke Amerika Selatan. Armada ini akan bertambah besar, dan Venezuela akan menerima guncangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” tulis Trump, dilansir CNN.
Sebelumnya, pemerintah AS telah meningkatkan operasi militernya di kawasan tersebut dengan dalih pemberantasan narkotika. Namun, pernyataan Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, dalam wawancara dengan Vanity Fair, menyiratkan AS sedang berupaya menekan Maduro agar mundur dari kekuasaannya.
Trump juga mengancam akan memperluas serangan militer hingga ke daratan Venezuela dalam waktu dekat. Ia menilai serangan darat justru lebih mudah dilakukan dibandingkan operasi laut untuk menghancurkan ancaman langsung terhadap AS.