Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Sebut Wali Kota Chicago Tak Berguna, Kenapa?
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menyebut Wali Kota Chicago, Brandon Johnson, tidak berguna setelah Johnson bertemu Paus Leo XIV di Vatikan dan menyinggung isu Iran dalam unggahannya di Truth Social.
  • Johnson membalas kritik Trump dengan menyoroti dampak perang AS-Iran terhadap ekonomi rakyat, terutama kenaikan harga akibat terganggunya pasokan minyak dari Selat Hormuz.
  • Kunjungan Johnson ke Vatikan dilakukan untuk bersilaturahmi dengan Paus Leo XIV yang berasal dari Chicago, sementara hubungan Trump dan Paus masih tegang sejak kecaman atas serangan AS ke Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Wali Kota Chicago, Brandon Johnson, tidak berguna. Ujaran ini disampaikan Trump karena Johnson telah menggelar pertemuan dengan Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, pada Jumat (29/5/2026) lalu. 

“Seseorang harus menjelaskan kepada Paus bahwa Wali Kota Chicago tidak berguna dan bahwa Iran tidak mungkin memiliki senjata nuklir,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (30/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency, Minggu (31/5/2026). 

1. Johnson membalas ujaran Trump

Wali Kota Chicago, Brandon Johnson (kanan), sedang bertemu dengan Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV (kiri), di Vatikan pada Jumat (29/5/2026). (x.com/ChicagosMayor)

Ujaran menohok Trump tadi akhirnya direspons oleh Johnson. Dalam pernyataannya, ia menyinggung soal serangan AS ke Iran dan menyalahkan Trump karena telah membuat rakyatnya sengsara akibat perang itu. Sebab, perang yang dimulai terhadap Iran telah menyebabkan harga-harga naik karena AS kekurangan pasokan minyak imbas Selat Hormuz yang ditutup Iran.

"Warga Chicago sudah muak dengan perang (Donald) Trump yang menghujat di Iran. Seseorang harus menjelaskan kepada presiden bahwa dia hanya mempersulit keluarga pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka," kata Johnson dalam pernyataan resminya yang dikutip CBS.

2. Johnson berkunjung ke Vatikan untuk silaturahmi

potret Vatikan (pexels.com/Davide Cacciatori)

Johnson sendiri mengunjungi Vatikan untuk bersilaturahmi dengan Paus Leo. Sebab, Paus Leo merupakan pemimpin Vatikan pertama yang berdarah AS. Paus Leo juga merupakan warga asli Chicago, kota yang kini dipimpin oleh Johnson. Usai berkunjung ke Vatikan, Johnson memuji Paus Leo sebagai pemimpin yang hebat.  

"Suatu kehormatan untuk berbagi waktu dengan seorang manusia yang luar biasa. Bergabung dengan komunitas iman Chicago kami dan Yang Mulia Paus Leo XIV untuk doa lintas agama di Vatikan. Kemarin, adalah salah satu pengalaman paling mengagumkan dan merendahkan hati dalam hidup saya,” tulis Johnson dalam sebuah unggahan di X pada Jumat.

3. Hubungan Trump dengan Paus Leo masih panas

Paus Leo XIV (commons.wikimedia.org/Edgar Beltran)

Sebagai informasi, hubungan Trump dengan Paus Leo kini masih panas. Sebab, pada April lalu, pemimpin Vatikan itu mengecam serangan AS ke Iran. Ia menyebut serangan tersebut telah melanggar hukum internasional.

Trump tidak terima Paus Leo mengecam serangan AS ke Iran. Oleh karena itu, sejak April lalu, presiden yang kini berusia 79 tahun itu kerap melontarkan pernyataan-pernyataan pedas yang menyindir sang paus. 

“Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan dan buruk untuk kebijakan luar negeri. Saya bukan penggemar berat Paus Leo," ujar Trump. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article