Situasi di Tambak Matraman Sudah Normal, Warga Kembali Beraktivitas

Jakarta, IDN Times - Situasi di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026) sore terlihat normal, pascabentrokan warga dengan sekelompok massa pada Minggu, 26 Juli 2026.
Pantauan IDN Times di lokasi sekitar pukul 15.50 WIB, masyarakat beraktivitas normal seperti biasa sejak pagi. Hanya saja puluhan aparat gabungan dari TNI maupun Polri masih berjaga di sejumlah titik. Tak ada tanda-tanda kerumunan massa yang akan kembali bentrok di sekitar lokasi.
Warga mulai dari anak-anak hingga dewasa berlalu-lalang, menandakan tak ada pembatasan maupun bentrok susulan seperti yang dikhawatirkan. Kendati, masyarakat berharap tidak ada lagi kericuhan.
"Alhamdulillah dari pagi ini sudah seperti biasanya. Semoga malam ini aman, apalagi ada polisi, TNI yang jaga sekarang," ujar seorang pedagang di lokasi.
Situasi kondusif juga terlihat di bangunan kosong yang menjadi tempat berkumpul kelompok massa yang menggeruduk warga. Garis polisi masih dipasang di sekitar pagar dan pintu masuk halaman. Terlihat pula sejumlah aparat kepolisian berjaga tepat di seberang lahan kosong tersebut.
Polda Metro Jaya sendiri sebelumnya menyatakan akan mengurangi dan menarik personel gabungan yang berjaga di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, jika situasi keamanan di lokasi berangsur kondusif. Pengamanan masih dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, jumlah personel yang berjaga akan disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan. Jika situasi telah benar-benar terkendali, kepolisian akan mulai mengurangi kekuatan personel secara bertahap.
“Apabila memang situasi ini sudah dapat benar-benar dikendalikan, pasti personel juga akan mulai kita tarik, kita kendurkan,” kata dia saat mengunjungi sekitar lokasi pascabentrok, Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.
Menurut Budi, kepolisian juga telah menyiapkan pola pengamanan lain yang dapat diterapkan sesuai dengan perkembangan situasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan warga sekaligus mencegah terjadinya peristiwa susulan.
“Ada pola-pola lain, cara-cara lain yang nanti akan kita berlakukan. Tapi ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat setempat bahwa tidak ada kejadian-kejadian susulan lainnya,” katanya.
Budi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia meminta warga bijak dalam menyampaikan informasi, terutama di tengah situasi pascabentrok yang terjadi di kawasan tersebut.
Ia mengingatkan agar informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak justru memicu perpecahan. Menurutnya, seluruh pihak harus berperan menjaga kondusivitas dan tidak memperkeruh situasi.
“Kita harus sama-sama bijak dalam menyampaikan informasi di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai ini menjadi pecah belah terhadap situasi terkini,” katanya.
Budi juga mengimbau masyarakat tidak membiarkan situasi keamanan yang terjadi mencederai suasana menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain pengamanan, kepolisian juga mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Budi mengatakan, rekayasa lalu lintas dapat dilakukan jika diperlukan, tetapi penerapannya akan menyesuaikan situasi di lapangan. Menurutnya, setiap rekayasa lalu lintas harus mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang menggunakan jalan. Kepolisian tidak ingin pengaturan lalu lintas justru mengganggu mobilitas warga.
“Nah, untuk rekayasa lalu lintas kan sifatnya situasional. Karena itu kalau kita melakukan rekayasa lalu lintas kita juga harus memperhatikan saudara-saudara kita yang melakukan aktivitas di jalanan. Ini jangan sampai juga terganggu,” tutur Budi.
Polda Metro Jaya memastikan pengamanan di kawasan Jalan Tambak akan terus dievaluasi. Penarikan personel akan dilakukan secara bertahap apabila kondisi keamanan sudah dinilai stabil, dengan tetap mengedepankan langkah antisipasi agar situasi tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri juga menggelar apel siaga di kawasan Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin siang. Personel yang diterjunkan berjumlah puluhan orang. Mereka berasal dari satuan Brimob Polda Metro Jaya, Direktorat Samapta Polda Metro Jaya, dan prajurit TNI dari Komando Daerah Militer Jayakarta.
Brimob yang diterjunkan pun dilengkapi dengan senjata pelontar gas air mata yang biasa dipakai untuk mengurai massa jika terjadi kericuhan. Beberapa di antara mereka juga membawa tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung memastikan, pengamanan masih terus dilakukan di sekitar lokasi. Pengamanan difokuskan di beberapa titik, terutama depan Masjid Jami Matraman, Jalan Pegangsaan, dan Jalan Tambak. Lokasi awal mula keributan pecah sendiri bermula di sekitar masjid. Personel juga akan melakukan patroli dan cipta kondisi di lingkungan tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga diminta tidak bereaksi berlebihan serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Kami juga mohon pada kesempatan ini kepada masyarakat agar melakukan pemberitaan yang tidak berlebihan dan menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Tentunya saat ini penanganan semua telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Percayakan kepada kami, jajaran Polda Metro Jaya, dalam hal ini melaksanakan proses penegakan hukum,” kata Reynold.
Kepolisian berharap situasi di kawasan Matraman dan Pegangsaan dapat kembali kondusif. Personel gabungan akan terus melakukan pengamanan dan patroli hingga situasi dinilai aman, sekaligus memastikan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat berjalan sesuai ketentuan.




















