“Mereka (Iran) ingin mengendalikannya. (Namun), tidak seorang pun akan mengendalikannya. Itu perairan internasional. Oman akan berperilaku seperti negara lain (tidak ikut mengontrol Selat Hormuz bersama Iran) atau kami akan menyerangnya. Mereka mengerti itu. (Oleh karena itu), mereka akan baik-baik saja,” ungkap Trump, seperti dilansir The Hill.
Trump Ancam Serang Oman jika Dukung Iran Kontrol Selat Hormuz

- Donald Trump mengancam akan menyerang Oman jika negara itu membantu Iran mengontrol Selat Hormuz, menegaskan wilayah tersebut sebagai perairan internasional.
- Iran masih memblokade Selat Hormuz sepenuhnya sebagai balasan atas serangan AS dan Israel di Teheran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
- Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz melalui draf kesepakatan perdamaian dengan AS, namun proses finalisasi masih tertunda karena negosiasi belum mencapai titik sepakat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang Oman jika mereka ikut membantu Iran mengontrol Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington D.C., pada Rabu (27/5/2026).
1. Trump memberi peringatan ke Oman

Ancaman tadi merupakan peringatan Trump ke Oman untuk jangan mencampuri urusan AS di Selat Hormuz. Sebab, Negeri Paman Sam kini sedang berupaya menyudahi kontrol Iran di salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia tersebut.
Oman sendiri sebetulnya tidak pernah mengatakan bahwa mereka ingin membantu Iran mengontrol dan menguasai Selat Hormuz. Sebab, Oman tidak ingin mengkhianati AS yang sudah menjadi sekutunya sejak lama. Oman juga sudah tahu akan diserang AS jika mereka mencampuri urusan di Selat Hormuz.
2. Iran masih memblokade Selat Hormuz secara penuh

Selat Hormuz sendiri kini masih diblokade oleh Iran. Praktik ini membuat Iran mengontrol selat tersebut secara penuh. Iran sendiri mulai memblokade Selat Hormuz sejak 28 Februari. Blokade ini merupakan balasan Iran atas serangan AS dan Israel di Ibu Kota Teheran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
Pada 17 April, Iran sebetulnya sudah membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sebagai balasan karena AS bersedia menyetujui gencatan senjata. Namun, sehari setelahnya, Iran memutuskan untuk menutup lagi selat tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai protes Iran karena AS tetap memblokade semua pelabuhan miliknya meski sudah ada gencatan senjata.
3. Iran sudah bersedia membuka kembali Selat Hormuz

Iran sendiri sudah bersedia membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Kesediaan itu tertuang dalam draf kesepakatan perdamaian yang sudah dibuat bersama AS dalam negosiasi yang digelar sejak Kamis (21/5/2026) pekan lalu.
Sayangnya, draf kesepakatan tadi hingga kini belum difinalisasi oleh AS dan Iran. Sebab, AS dan Iran masih ingin berdiskusi agar kesepakatan bisa menguntungkan kedua pihak dan bisa menghasilkan perdamaian abadi. Oleh karena itu, pembukaan Selat Hormuz kini masih belum bisa diimplementasikan.















