Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kemarahan luas setelah membagikan sebuah video bernuansa rasis yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama sebagai monyet. Unggahan tersebut muncul di akun Truth Social milik Trump pada Kamis (5/2/2026) malam waktu setempat dan dihapus keesokan harinya.
Video itu langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, baik dari Partai Demokrat maupun Partai Republik. Para pengkritik menilai konten tersebut sangat ofensif karena menyasar Barack Obama, presiden kulit hitam pertama dalam sejarah AS, serta Michelle Obama sebagai ibu negara kulit hitam pertama.
Gedung Putih sempat meremehkan polemik tersebut dengan menyebut reaksi publik sebagai kemarahan palsu. Namun, sekitar 12 jam setelah unggahan itu muncul, pihak Gedung Putih akhirnya mengakui video tersebut diunggah akibat kesalahan staf.
Pengakuan itu menjadi langkah mundur yang jarang dilakukan oleh pemerintahan Trump, yang selama ini dikenal enggan mengakui kesalahan, termasuk dalam kontroversi di media sosial.
