Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Blak-blakan Trump Dukung Takaichi di Pemilu Jepang

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Tokyo, pada 28 Oktober 2025. (x.com/kantei)
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Tokyo, pada 28 Oktober 2025. (x.com/kantei)
Intinya sih...
  • Donald Trump mendukung Sanae Takaichi.
  • Kebijakan ekonomi Takaichi jadi sorotan pasar Jepang.
  • Hubungan AS-Jepang di tengah ketegangan dengan China.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi lewat akun media sosialnya, Truth Social. Pemilihan umum nasional Jepang ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (8/2/2026).

Dalam pernyataannya, Trump juga mengungkapkan rencana untuk menerima Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret mendatang. Dukungan terbuka itu diberikan di tengah kampanye Takaichi untuk memperoleh mandat publik atas kebijakan belanja negara dan penguatan pertahanan Jepang.

Sanae Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, diperkirakan akan memenangkan pemilu bersama koalisinya. Jajak pendapat menunjukkan koalisi yang dipimpinnya berpeluang memperbesar perolehan kursi di parlemen.

Namun, kampanye Takaichi juga diwarnai kekhawatiran pasar, terutama terkait rencana fiskal dan kebijakan pertahanan yang dinilai berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut dengan China.

1. Dukungan terbuka Trump untuk Takaichi

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. (x.com/JPN_PMO)
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. (x.com/JPN_PMO)

Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Sanae Takaichi dan koalisinya. Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari menjelang pemungutan suara nasional di Jepang.

“Perdana Menteri Takaichi adalah seseorang yang pantas mendapatkan pengakuan kuat atas pekerjaan yang ia lakukan bersama Koalisinya,” tulis Trump di Truth Social, dilansir dari AsiaOne, Jumat (6/2/2026).

Trump menegaskan dukungannya dalam kapasitas resmi sebagai presiden Amerika Serikat. “Karena itu, sebagai Presiden Amerika Serikat, merupakan kehormatan bagi saya untuk memberikan Dukungan Penuh dan Total kepada dirinya, dan kepada apa yang diwakili oleh Koalisinya yang sangat dihormati,” katanya.

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga menyebut Takaichi sebagai pemimpin yang telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang kuat. “Takaichi telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat, berkuasa, dan bijaksana, serta benar-benar mencintai negaranya,” ujarnya.

Trump sekaligus mengonfirmasi rencana pertemuan bilateral. Ia mengatakan akan menerima Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret, setelah pemilu Jepang.

2. Kebijakan ekonomi Takaichi jadi sorotan pelaku pasar Jepang

Ilustrasi bendera Jepang
Ilustrasi bendera Jepang (Unsplash.com/ Christopher Politano)

Sanae Takaichi memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Ishin). Jajak pendapat menunjukkan koalisi tersebut berpotensi meraih sekitar 300 dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen Jepang.

Jika terwujud, hasil tersebut akan jauh melampaui mayoritas tipis yang saat ini dikuasai LDP dan sekutunya. Meski demikian, kebijakan ekonomi Takaichi menjadi sorotan pelaku pasar.

Janji kampanyenya untuk membantu rumah tangga menghadapi kenaikan harga, termasuk dengan menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar 8 persen, telah mengguncang kepercayaan investor. Jepang saat ini memiliki beban utang publik terbesar di dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor disebut telah menjauhi obligasi pemerintah Jepang. Nilai yen pun berada dalam tekanan, seiring kekhawatiran mengenai bagaimana pemerintah akan menutup potensi kehilangan penerimaan tahunan sekitar lima triliun yen.

Meski demikian, sejumlah analis menilai kemenangan telak LDP tetap menjadi opsi yang “paling tidak buruk” bagi pasar keuangan, mengingat partai-partai lain mengusulkan pemotongan pajak yang lebih besar dan belanja negara yang lebih luas.

3. Hubungan AS–Jepang di tengah ketegangan dengan China

Bendera Jepang dan China dipasang di sebuah peta.
potret bendera Jepang dan China (pexels.com/Lara Jameson)

Salah satu agenda awal Takaichi setelah diangkat menjadi perdana menteri pada Oktober lalu adalah menjamu Donald Trump di Tokyo. Dalam pertemuan itu, Takaichi menghadiahkan sebuah stik golf yang pernah digunakan oleh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, sahabat lama Trump.

Trump memuji Takaichi atas keberhasilannya menerobos langit-langit kaca dalam politik Jepang. Dalam pertemuan tersebut, Takaichi juga menjanjikan investasi bernilai miliaran dolar, yang menurut analis menegaskan kekuatan aliansi Jepang–Amerika Serikat.

Namun, beberapa pekan setelahnya, Takaichi memicu ketegangan diplomatik terbesar dengan China dalam lebih dari satu dekade. Hal itu terjadi setelah ia secara terbuka memaparkan kemungkinan respons Jepang terhadap serangan China ke Taiwan.

Menurut sumber, Trump sempat meminta Takaichi melalui percakapan telepon pribadi pada November agar tidak semakin memprovokasi Beijing. Permintaan itu disampaikan di tengah upaya Trump menjaga gencatan dagang yang rapuh dengan China.

Kemenangan besar dalam pemilu berpotensi memberi Takaichi posisi tawar lebih kuat dalam menghadapi China. Namun, Beijing disebut belum menunjukkan tanda-tanda melunak, sementara rencana Jepang memperkuat pertahanan diperkirakan akan kembali menuai kecaman dari China.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Anak Perempuan di Jakbar Dijual Ibu Kandung Rp17,5 Juta

06 Feb 2026, 18:32 WIBNews