Jakarta, IDN Times - Turki menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam pemantauan gencatan senjata di Ukraina. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Rusia untuk menghentikan agresi militernya. Langkah Turki mempertegas peran aktifnya dalam diplomasi global, khususnya dalam konflik Rusia-Ukraina.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menyampaikan komitmen tersebut dalam konferensi virtual Coalition of the Willing pada Sabtu (10/5/2025). Turki mengatakan dukungannya terhadap kedaulatan Ukraina dan kesiapan mengirim tim pemantau jika gencatan senjata disepakati. Ankara juga menunjukkan tekad mempercepat proses damai melalui upaya konkret.
Pengumuman ini bertepatan dengan dorongan dari Amerika Serikat (AS) dan pemimpin Eropa untuk memberlakukan gencatan senjata 30 hari tanpa syarat, dimulai Senin (12/5/2025). Para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia secara tegas mendesak Rusia agar menyetujui usulan tersebut atau menghadapi sanksi baru.