Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Turki Tangkap 10 Orang usai Penembakan di Konsulat Israel
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/Kindel Media)
  • Pihak berwenang Turki menahan 10 orang terkait penembakan di dekat konsulat Israel di Istanbul, termasuk dua pelaku terluka yang kini diinterogasi dan satu pelaku tewas saat baku tembak.
  • Konsulat Israel di Istanbul kosong selama lebih dari dua tahun, sementara Kementerian Luar Negeri Israel memuji respons cepat aparat Turki dalam menggagalkan serangan tersebut.
  • Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk keras serangan itu dan menegaskan komitmen pemerintah Turki untuk melawan segala bentuk terorisme demi menjaga stabilitas nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pihak berwenang Turki dilaporkan telah menahan 10 orang sehubungan dengan penembakan di dekat konsulat Israel di kota Istanbul pada Selasa (7/4/2026).

Menurut kantor berita Anadolu, mereka yang ditahan termasuk dua penyerang yang terluka, yang kini diinterogasi di rumah sakit. Delapan lainnya ditangkap dalam operasi di Istanbul dan provinsi Kocaeli pascaserangan tersebut. Belum diketahui apa motif serangan tersebut. Penyelidikan saat ini masih berlangsung.

1. Satu pelaku tewas saat baku tembak dengan polisi

ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, mengatakan tiga pria bersenjata datang ke Istanbul dari kota Izmit dengan mobil sewaan, sebelum kemudian terlibat baku tembak dengan polisi di dekat konsulat Israel di Istanbul. Salah satu penyerang tewas, sementara dua lainnya terluka. Dua polisi juga mengalami luka ringan akibat baku tembak tersebut.

Dilansir dari The Straits Times, penyerang yang tewas diidentifikasi sebagai Yunus Emre Sarban. Ia pernah dikaitkan dengan jaringan keuangan yang memiliki hubungan dengan kelompok militan ISIS, sehingga asetnya dibekukan pada 2021.

Sementara itu, dua penyerang lainnya yang terluka merupakan adik kakak yang bernama Onur Ç dan Enes Ç. Onur Ç disebut memiliki catatan kriminal terkait narkoba.

2. Konsulat Israel di Istanbul kosong saat kejadian

bendera Israel (pexels.com/Leonid Altman)

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Israel mengecam serangan tersebut dan memuji respons cepat aparat keamanan Turki.

“Kami menghargai tindakan cepat aparat keamanan Turki dalam menggagalkan serangan ini. Misi-misi Israel di seluruh dunia telah menghadapi banyak ancaman dan serangan teroris. Teror tidak akan membuat kami gentar,” tulis kementerian tersebut di X.

Dilansir dari BBC, tidak ada diplomat Israel yang ditempatkan di Turki saat insiden itu terjadi. Konsulat tersebut telah kosong selama lebih dari 2 tahun terakhir setelah hubungan kedua negara memburuk akibat meletusnya perang di Gaza.

3. Presiden Erdogan kutuk serangan tersebut

bendera Turki (unsplash.com/ Tarik Haiga)

Dalam pernyatannya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengutuk serangan tersebut dan bersumpah untuk memerangi segala jenis terorisme.

“Kami tidak akan membiarkan iklim kepercayaan di Turki dirusak oleh provokasi keji dan tepat waktu seperti yang terjadi saat ini,” kata Erdogan.

Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, juga mengecam keras serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa serangan terhadap misi diplomatik adalah serangan terhadap tatanan internasional dan prinsip-prinsip yang mengikat negara-negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team