Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perahu Migran Tenggelam di Lepas Pantai Turki, 18 Orang Tewas

Perahu Migran Tenggelam di Lepas Pantai Turki, 18 Orang Tewas
para pengungsi menyeberangi laut Mediterania dengan perahu karet (Mstyslav Chernov/Unframe, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Sedikitnya 18 migran tewas dan 21 lainnya diselamatkan setelah perahu karet tenggelam di lepas pantai Bodrum, Turki, akibat gelombang laut ganas pada dini hari Rabu.
  • Turki dan Yunani menjadi jalur utama migran menuju Eropa, dengan banyak kapal penyelundup kelebihan muatan yang sering berlayar dalam kondisi cuaca buruk di Laut Aegea.
  • Organisasi Internasional untuk Migrasi mencatat sekitar 375 migran tewas atau hilang akibat cuaca ekstrem pada Januari 2026, menyoroti risiko tinggi perjalanan laut menuju Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 18 orang tewas setelah sebuah perahu karet yang membawa para migran tenggelam di perairan Turki pada Rabu (1/4/2026) dini hari. Tim penyelamat masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Penjaga pantai Turki mengatakan bahwa perahu tersebut terdeteksi sekitar pukul 03.00 GMT di lepas pantai Bodrum di provinsi Mugla, dan sempat mencoba melarikan diri meski telah berulang kali diperingatkan untuk berhenti. Nahas, perahu itu kemudian kemasukan air akibat gelombang laut yang ganas sebelum akhirnya terbalik.

1. 21 migran berhasil diselamatkan

ilustrasi operasi penyelamatan
ilustrasi operasi penyelamatan (pexels.com/Floris Mulder)

Sedikitnya tiga perahu dan sebuah helikopter dikerahkan dari kota Izmir untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Sejauh ini, 21 migran berhasil diselamatkan dari Laut Aega.

“Dalam operasi pencarian dan penyelamatan, 21 migran tanpa dokumen berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup, sementara 18 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Upaya untuk mengetahui keberadaan para migran yang hilang serta operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dalam kasus ini,” kata penjaga pantai Turki dalam sebuah pernyataan, dikutip dari DW.

Hingga kini, belum ada informasi mengenai dari mana perahu tersebut berangkat maupun ke mana tujuannya. Adapun pulau Kos di Yunani berjarak sekitar 20 kilometer dari Bodrum.

2. Yunani jadi salah satu pintu transit menuju Eropa

migran menyeberangi laut dengan perahu karet
migran menyeberangi laut dengan perahu karet (unsplash.com/Jametlene Reskp)

Yunani telah menjadi pintu masuk favorit ke Eropa bagi banyak orang yang berusaha melarikan diri dari kemiskinan dan konflik di negara asal mereka. Sebagian besar dari mereka berasal dari Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Turki sendiri menjadi tempat tinggal bagi jutaan migran dari Afghanistan, Irak, dan Suriah. Meski jarak antara Turki dan Yunani relatif dekat, kasus migran tenggelam di Laut Aegea kerap terjadi. Dalam hal ini, kapal-kapal yang disediakan oleh para penyelundup manusia sering kali kelebihan muatan dan berlayar dalam kondisi cuaca buruk.

3. Tercatat 375 migran tewas atau hilang akibat cuaca ekstrem pada Januari 2026

laut Yunani
laut Yunani (unsplash.com/erika m)

Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), lebih dari 16.770 orang yang mencari suaka di Eropa tiba di pulau Kreta, Yunani, pada 2025. Sedikitnya 107 orang juga tewas atau hilang di perairan Yunani pada periode yang sama.

Menghadapi lonjakan kedatangan tersebut, pemerintah Yunani menunda pemrosesan permohonan suaka selama 3 bulan pada pertengahan 2025. Meski demikian, banyak orang tetap melakukan perjalanan berbahaya tersebut.

Pada Januari 2026, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan sedikitnya 375 migran tewas atau hilang akibat cuaca ekstrem, dengan ratusan kematian lainnya diduga tidak tercatat, dilansir dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More