Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bantu Jaga Keamanan, AS Bakal Tambah 5 Ribu Pasukan di Polandia

Bantu Jaga Keamanan, AS Bakal Tambah 5 Ribu Pasukan di Polandia
potret tentara Amerika Serikat (unsplash.com/Joel Rivera-Camacho)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat akan menambah 5.000 pasukan di Polandia sebagai bentuk dukungan Presiden Donald Trump terhadap Presiden baru Polandia, Karol Nawrocki, dan untuk memperkuat kerja sama militer kedua negara.
  • Trump memutuskan menarik 5.000 pasukan AS dari Jerman setelah berselisih dengan Kanselir Friedrich Merz yang mengkritik kemampuan militer AS dalam konflik dengan Iran.
  • Penarikan pasukan dari Jerman dilakukan bertahap selama 6 hingga 12 bulan agar Pentagon dan NATO dapat menyesuaikan strategi pertahanan tanpa menciptakan kekosongan keamanan mendadak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) akan menambah 5.000 pasukan di Polandia. Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk mempererat kerja sama militer AS dan Polandia. Selain itu, langkah ini juga dilakukan sebagai bentuk dukungan Trump terhadap presiden baru Polandia, Karol Nawrocki, untuk menjaga keamanan negaranya.

"Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung dan hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa AS akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Kamis (21/5/2026), seperti dikutip Jerusalem Post

1. Trump merupakan pendukung Nawrocki

Karol Narowcki sedang berbicara kepada orang banyak.
potret Presiden Polandia, Karol Narowcki (commons.wikimedia.org/W2k2)

Trump sudah berencana untuk menambah keberadaan pasukan AS di Polandia sejak 2025. Namun, beberapa hari lalu, Trump memutuskan untuk menunda pengiriman pasukan tambahan ke sana. Namun, usai Nawrocki terpilih menjadi Presiden Polandia, ia langsung menyetujui penambahan pasukan AS di negara tersebut. 

Trump sendiri dikenal punya hubungan dekat dengan Narowcki. Trump sudah mendukung Narowcki untuk menjadi Presiden Polandia sejak 2025. Dukungan tersebut ia nyatakan saat bertemu langsung dengan Nawrocki di Gedung Putih, Washington, D.C., pada September tahun lalu. 

2. AS menarik 5.000 pasukannya dari Jerman

Tentara Amerika Serikat yang sedang bertugas.
potret tentara Amerika Serikat (pexels.com/George Pak)

Berbeda dengan Polandia, AS justru berencana menarik 5.000 pasukannya dari Jerman. Langkah ini dilakukan karena Trump marah kepada Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang telah menghina AS soal perang dengan Iran. Merz menyebut AS telah dipermalukan oleh Iran karena tidak bisa mengalahkan mereka dengan mudah dalam peperangan.

Dalam pernyataannya, Trump bahkan mengancam akan mengurangi lebih banyak lagi pasukan AS dari Jerman. Ini dilakukan agar pasukan AS di Jerman yang membela NATO berkurang sehingga kekuatan militer aliansi tersebut ikut menurun.

3. Trump akan merampungkan penarikan pasukan AS dalam 6 sampai 12 minggu

Donald Trump baru turun dari helikopter.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Trump sendiri tidak akan langsung menarik 5.000 pasukan AS dari Jerman. Sebab, Trump akan melakukannya secara bertahap. Ia dikabarkan akan merampungkan penarikan pasukan AS dari Jerman dalam waktu 6 sampai 12 bulan. 

Penarikan secara bertahap ini dilakukan untuk memberikan waktu bagi Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) dan NATO dalam mengatur ulang strategi pertahanan di Eropa tanpa menimbulkan kekosongan keamanan yang mendadak. Namun, menurut salah satu petinggi NATO, Alexus Grynkewich, hal itu akan sulit dilakukan. Sebab, menurutnya, penarikan 5.000 pasukan AS dari Jerman butuh waktu hingga bertahun-tahun.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More