Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Sebut Rusia sedang Menguji Pertahanan Udara NATO
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Zelenskyy menegaskan Rusia memakai drone untuk menekan dan menguji respons pertahanan udara NATO, termasuk negara tetangga seperti Rumania, Moldova, dan Polandia.
  • Militer Ukraina melaporkan Rusia telah meluncurkan lebih dari 8.000 drone jarak jauh sepanjang Mei 2026, meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya.
  • Menlu Ukraina menyebut serangan drone ke wilayah Eropa Timur menunjukkan ancaman Rusia kini meluas ke seluruh Eropa dan menyerukan dukungan penguatan pertahanan udara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Rusia sedang menggunakan drone untuk menekan NATO. Menurutnya, Moskow berupaya untuk menguji bagaimana respons pertahanan udara NATO. 

“Kami akan mencoba untuk mengadang semua drone Rusia, meskipun ketika beberapa di antaranya pergi ke arah negara tetangga, seperti Rumania, Moldova, Polandia, dan negara-negara Baltik,” terangnya, dikutip dari United24, Senin (1/6/2026). 

Sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina, sejumlah drone Rusia diketahui sudah masuk ke beberapa negara lain. Drone tersebut sudah jatuh di teritori Polandia, Rumania, dan Moldova. 

1. Sebut Rusia memperingatkan negara yang mendukung Ukraina

Zelenskyy menyampaikan bahwa Moskow menggunakan insiden semacam ini untuk memperingatkan negara-negara anggota NATO. Sebab, mereka sudah menyatakan dukungan penuh kepada Ukraina dalam melawan Rusia. 

“Rusia menggunakan drone untuk menekan negara-negara NATO dan melihat reaksinya. Ini adalah sebuah pesan untuk tidak membantu Ukraina. Saya pikir harus ada respons keras dari NATO untuk Rusia,” tuturnya. 

Presiden Ukraina keenam itu mengatakan, insiden ini juga untuk menguji pertahanan udara negara anggota NATO yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus. Moskow mencoba melihat apakah sanggup mengadang rudal dan drone.

2. Militer Ukraina sebut Rusia luncurkan lebih dari 8 ribu drone

Militer Ukraina mengatakan bahwa Rusia sudah meluncurkan 8.150 drone jarak jauh sepanjang Mei 2026. Jumlah ini naik 24 persen dibandingkan jumlah drone yang diluncurkan pada April. 

Dilansir France24, Rusia juga sudah meluncurkan 211 rudal balistik sepanjang Mei 2026 dan menjadi yang tertinggi. Namun, Kiev sudah mampu membangun sistem pertahanan udara yang kuat di seluruh negeri dan berhasil menembak jatuh sebagian besar drone Rusia. 

3. Ukraina sebut ancaman Rusia mengarah ke Eropa

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengungkapkan bahwa masuknya drone ke Rumania membuktikan bahwa agresi Rusia tidak hanya mengancam Ukraina. Namun, ini juga sudah mengarah ke seluruh Eropa. 

Dilansir Ukrinform, Sybiha mendorong kepada negara-negara sekutu untuk membantu Ukraina dalam memperkuat pertahanan udara. Perlindungan dari Ukraina tidak hanya melindungi Ukraina semata, tapi juga mengurangi ancaman dan risiko di negara tetangga. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article