Menteri PPPA: Stop Stigma terhadap Anak yang Hidup dengan HIV

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan penularan HIV pada anak sekaligus menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap anak yang hidup dengan HIV (ADHA). Menurut dia, anak dengan HIV tetap berhak tumbuh, belajar, dan memperoleh perlindungan tanpa perlakuan berbeda.
"Yang harus kita jauhi adalah virusnya, bukan orangnya. Anak yang hidup dengan HIV tidak boleh dikucilkan, didiskriminasi, ataupun kehilangan haknya atas pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan. Mereka adalah anak-anak Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal," ujar Arifah, dikutip Sabtu (25/7/2026).
1. Pencegahan penularan HIV harus diperkuat

Arifah mengatakan, pencegahan tetap menjadi langkah utama, termasuk mencegah penularan dari ibu ke anak melalui edukasi, deteksi dini, akses layanan kesehatan, dan pendampingan berkelanjutan.
"Pencegahan merupakan langkah yang paling utama. Anak-anak harus memperoleh perlindungan maksimal agar tidak tertular HIV. Berbagai upaya pencegahan, termasuk pencegahan penularan dari ibu ke anak, perlu terus diperkuat melalui edukasi, deteksi dini, akses layanan kesehatan, dan pendampingan yang berkesinambungan," kata dia.
2. Anak dengan HIV berhak sekolah tanpa diskriminasi

Dia mengatakan, penanganan anak yang hidup dengan HIV tidak cukup hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga harus menjamin hak atas pendidikan dan lingkungan yang inklusif.
"Hak anak yang hidup dengan HIV tidak boleh berhenti pada pemberian layanan kesehatan semata. Mereka juga berhak mengikuti proses pembelajaran di satuan pendidikan tanpa penolakan, pengucilan, maupun perlakuan diskriminatif," ujar dia.
3. Masyarakat diminta hentikan stigma

Arifah menilai stigma terhadap anak dengan HIV masih terjadi karena rendahnya pemahaman mengenai cara penularan HIV. Dia menegaskan, perlindungan anak juga berarti memastikan mereka diterima dan memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan.
"Perlindungan anak bukan hanya memastikan mereka memperoleh pengobatan yang berkelanjutan, tetapi juga memastikan mereka diterima, dihormati, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang terbaik," kata dia .

















