Jakarta, IDN Times - Ukraina menolak rencana gencatan senjata pada Hari Kemenangan di Rusia. Kiev menyebut bahwa langkah tersebut hanyalah sebuah gestur politik dan tidak menunjukkan keinginan gencatan senjata jangka panjang.
“Kenapa tidak sekarang? Kenapa harus menunggu sampai tanggal 8 Mei? Jika Rusia memang ingin damai, gencatan senjata harus dilakukan sesegera mungkin. Ukraina sudah siap gencatan senjata penuh dan menyerukan Rusia mendeklarasikan selama 30 hari,” tutur Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, dikutip dari TVP World, Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya, Ukraina dan Rusia sudah menyetujui gencatan senjata pada Hari Paskah Ortodoks. Namun, kedua negara saling tuding soal pelanggaran gencatan senjata.
