Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kim Jong Un Resmikan Monumen Pasukan Korut yang Gugur di Perang Rusia

Kim Jong Un Resmikan Monumen Pasukan Korut yang Gugur di Perang Rusia
Monumen Pendirian Partai Buruh Korea (Monument to Party Founding) di Pyongyang, Korea Utara. (unsplash.com/Steve Barker)
Intinya Sih
  • Kim Jong Un meresmikan monumen di Pyongyang untuk menghormati pasukan Korut yang gugur di perang Rusia-Ukraina, menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral dengan Moskow.
  • Presiden Vladimir Putin melalui suratnya menyatakan monumen itu sebagai simbol persahabatan Rusia-Korut dan berjanji memperkuat kemitraan strategis, termasuk rencana kerja sama militer 2027–2031.
  • Intelijen Korsel melaporkan Korut telah mengirim senjata dan sekitar 15 ribu tentara ke Rusia sejak 2024, dengan imbalan bantuan ekonomi serta teknis dari Moskow.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Korea Utara (Korut) meresmikan monumen untuk menghormati tentaranya yang tewas saat bertempur bersama Rusia dalam perang melawan Ukraina. Upacara yang dipimpin oleh Kim Jong Un di Pyongyang itu menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral dengan Moskow.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin (27/4/2026), Monumen dan Museum Peringatan Prestasi Tempur dibuka bertepatan dengan peringatan satu tahun klaim Rusia atas keberhasilan merebut kembali wilayah Kursk dari Ukraina. Acara tersebut dihadiri pejabat tinggi kedua negara, termasuk Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov dan ketua Duma (majelis rendah parlemen) Vyacheslav Volodin.

1. Kim serukan aliansi yang lebih kuat dengan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang pada 19 Juni 2024. (x.com/mfa_russia)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang pada 19 Juni 2024. (x.com/mfa_russia)

Dalam pidatonya, Kim menyebut hubungan Pyongyang-Moskow telah terjalin melalui darah dan menyerukan aliansi yang lebih kuat dalam menghadapi konflik global. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap upaya Rusia menjaga kedaulatan dan kepentingan keamanannya.

"Terlepas dari bagaimana aturan perang berubah dan kapanpun, serta di manapun krisis terjadi, kita harus memperkuat diri menjadi benteng yang tulus, teguh, dan kokoh dengan kekuatan yang bersatu," kata Kim.

Ia juga menambahkan bahwa operasi pembebasan Kursk memiliki makna strategis. Kim menekankan bahwa kedua negara telah mencegah kebangkitan fasisme dan menghancurkan ambisi perang kekuatan hegemonik dengan berjuang bahu-membahu untuk mempertahanan perdamaian dan kedaulatan.

Selain tentara, Pyongyang juga berjanji akan mengirim ribuan pekerja, guna membantu membangun kembali Kursk.

2. Presiden Putin berkomitmen memperkuat hubungan dengan Korut

Presiden Rusia Vladimir Putin. (x.com/mfa_russia)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (x.com/mfa_russia)

Dalam surat yang disampaikan oleh Belousov kepada Kim, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa monumen tersebut tidak diragukan lagi akan menjadi simbol persahabatan yang jelas antara kedua negara.

"Saya yakin bahwa kita akan terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif antara Rusia-Korut melalui upaya bersama," kata Putin, dilansir Korea Herald.

Kremlin bahkan menyatakan siap menandatangani rencana kerja sama militer kedua negara untuk periode 2027-2031.

Sebelumnya, dalam pertemuan di sela-sela parade militer China di Beijing pada September lalu, Putin menyampaikan terima kasih kepada Kim atas dukungannya terhadap perang Rusia. Ia menyebut prajurit Korut bertempur dengan berani dan heroik, BBC melaporkan.

3. Dukungan militer Korut untuk Rusia selama perangnya di Ukraina

Ilustrasi pasukan tentara. (Unsplash.com/Daniel Stuben.)
Ilustrasi pasukan tentara. (Unsplash.com/Daniel Stuben.)

Menurut intelijen Korea Selatan, sejak 2024 Korut telah mengirim senjata konvensional dan sekitar 15 ribu tentara untuk mendukung operasi militer Rusia. Ribuan diantaranya diperkirakan tewas atau terluka. Baik Pyongyang, maupun Moskow belum merilis angka resmi korban.

Sebaga imbalan atas dukungan militer, Korut diyakini menerima bantuan ekonomi dan teknis dari Rusia. Namun, detailnya tidak diungkap secara resmi.

Kerja sama militer kedua negara meningkat sejak Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada Juni 2024. Kesepakatan itu menyebut bahwa kedua negara akan saling membantu, jika terjadi agresi terhadap salah satu negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More