Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Uni Emirat Arab Bubarkan Jaringan Teroris yang Didanai Iran-Hizbullah
potret bendera Uni Arab Emirat (unsplash.com/Saj Shafique)
  • Pemerintah UEA berhasil membubarkan jaringan teroris yang didanai Iran dan Hizbullah, dengan seluruh anggotanya telah ditangkap karena terlibat pencucian uang serta pendanaan aksi terorisme.
  • UEA menegaskan penolakannya terhadap kelompok teroris asing seperti Alwiyat al-Wa’ad al-Haq yang dianggap mengancam keamanan nasional melalui serangan dan pemberontakan bersenjata.
  • Dalam upaya memberantas terorisme, UEA memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat sejak era Presiden Joe Biden untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim telah membubarkan jaringan teroris yang didanai oleh Iran dan Hizbullah. Semua anggota dari jaringan teroris tersebut juga sudah ditangkap. Menurut keterangan Departemen Keamanan UEA pada Jumat (20/3/2026), jaringan teroris tersebut sudah terlibat banyak aksi kriminal. Beberapa di antaranya, seperti pencucian uang dan pembiayaan aksi terorisme. 

“Jaringan tersebut telah beroperasi di dalam negeri dengan kedok komersial fiktif dan berupaya menyusup ke perekonomian nasional serta melaksanakan skema eksternal yang mengancam stabilitas keuangan negara,” kata kantor berita nasional UEA, seperti dikutip The Strait Times.

1. UEA sudah lama menolak keberadaan jaringan teroris

ilustrasi teroris (pexels.com/Evan Velez Saxer)

Di UEA sendiri ada beberapa jaringan teroris yang beroperasi. Salah satunya adalah Alwiyat al-Wa’ad al-Haq. Mereka merupakan kelompok milisi Islamis yang didanai oleh Iran dan Irak. 

Iran dan Irak diduga mendanai dan memberi pasokan senjata untuk Alwiyat al-Wa’ad al-Haq. Namun, Iran dan Irak kerap menolak berkomentar soal hal tersebut. Mereka bahkan membantah sudah mendanai organisasi teroris seperti Alwiyat al-Wa’ad al-Haq.

Sebetulnya, UAE sudah lama menentang keberadaan jaringan teroris, terutama yang didanai oleh pihak luar, seperti Iran dan Hizbullah. Sebab, keberadaan mereka mengancam keamanan nasional, terutama keamanan warga. Ini karena kelompok-kelompok teroris tersebut kerap melakukan penyerangan dan pemberontakkan.

2. Serangan kelompok teroris di UEA terjadi pada 2022

ilustrasi serangan kelompok teroris (pexels.com/cottonbro studio)

Pada Januari 2022 lalu, misalnya, Houthi, milisi asal Yaman yang sudah dianggap sebagai organisasi teroris oleh berbagai negara di dunia, melakukan serangan rudal dan drone di area industri di Ibu Kota Abu Dhabi. Saat itu, serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 6 lainnya. 

Houthi juga melakukan serangan serupa di Bandara Internasional Abu Dhabi. Saat itu, serangan menyebabkan kebakaran di sejumlah terminal yang ada di sana. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa imbas serangan tersebut.

Sebulan setelahnya, yakni pada Februari 2022, kelompok teroris Alwiyat al-Wa’ad al-Haq juga juga melakukan serangan drone. Beruntungnya, drone tersebut berhasil dilumpuhkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

3. UAE sudah bekerja sama dengan AS untuk membasmi kelompok teroris

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Untuk membasmi kelompok-kelompok teroris tadi, UAE sudah melakukan kerja sama dengan AS. Bahkan, kerja sama ini sudah dilakukan sejak era Presiden Joe Biden. 

Selain untuk membasmi kelompok teroris di Qatar, kerja sama ini juga dilakukan sebagai upaya Negeri Paman Sam untuk membasmi kelompok teroris di Timur Tengah. Sebab, di kawasan tersebut, ada banyak kelompok teroris yang sering melakukan pemberontakan yang mengancam keamanan kawasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team