Lebanon Mau Dialog dengan Israel buat Stop Serang Hizbullah

- Pemerintah Lebanon berencana membuka dialog dengan Israel agar serangan terhadap Hizbullah berhenti, sekaligus menegaskan larangan aktivitas militer kelompok tersebut.
- Presiden Joseph Aoun menyebut Hizbullah telah mengkhianati Lebanon dan akan mengerahkan militer untuk melucuti senjata mereka demi menghentikan perang.
- Serangan Israel ke Lebanon sejak awal 2026 telah menewaskan ratusan warga sipil dan memaksa ratusan ribu orang mengungsi akibat konflik berkepanjangan dengan Hizbullah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Lebanon dikabarkan akan membuka dialog dengan Israel. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, pada Senin (9/3/2026) mengatakan, langkah ini dilakukan agar Israel berhenti menyerang negaranya untuk menyasar kelompok milisi Hizbullah.
Dalam pernyataannya, Aoun mengatakan Hizbullah telah mengkhianati Lebanon karena memicu perang dengan Israel. Oleh karena itu, ia akan mengerahkan pasukan militer Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah. Ini dilakukan agar mereka berhenti melakukan serangan balasan ke Israel sehingga perang bisa segera berakhir.
“Pemerintah Lebanon pada tanggal 2 Maret (2026) (telah) mengambil keputusan yang jelas dan tidak dapat diubah lagi. Kami telah melarang segala aktivitas militer atau keamanan Hizbullah. Kami ingin melaksanakannya dengan jelas dan tegas,” ujar Aoun, seperti dilansir The Strait Times.
1. Israel menyerang Hizbullah karena berafiliasi dengan Iran

Israel sendiri mulai menyerang Hizbullah di Lebanon sejak pekan lalu. Israel menyerang Hizbullah karena milisi tersebut membantu Iran untuk berperang melawan mereka dan Amerika Serikat. Sayangnya, serangan-serangan Israel yang ditujukan ke Hizbullah justru juga berdampak buruk bagi warga Lebanon. Sebab, serangan militer Israel rupanya kerap menyasar warga Lebanon sehingga korban tewas terus berjatuhan.
Sebagai informasi, Hizbullah memang terkenal punya hubungan dekat dengan Iran. Sebagian besar senjata mereka juga dipasok oleh negara mayoritas Islam Syiah tersebut. Oleh karena itu, Hizbullah kerap membantu Iran jika mereka sedang dalam konflik dengan negara lain, seperti yang terjadi saat ini.
2. Israel pernah menyerang Hizbullah pada 2024

Sebelum ini, Israel juga pernah menyerang Hizbullah di Lebanon pada 2024. Saat itu, Israel melakukan serangan untuk membebaskan warga mereka yang disandera Hizbullah. Selain itu, serangan juga dilakukan untuk membasmi Hizbullah yang dianggap mengganggu keamanan Kawasan Timur Tengah.
Kala itu, perang yang terjadi antara Israel dan Hizbullah cukup intens. Ratusan warga Lebanon juga tewas imbas perang tersebut. Puncaknya adalah ketika Israel berhasil membunuh pemimpin tertinggi mereka, Hassan Nasrallah. Saat itu, Nasrallah tewas dalam serangan Israel di Beirut.
Perang antara Israel dan Hizbullah ini berakhir pada 27 November 2024. Saat itu, kedua pihak memutuskan untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri konflik.
3. Israel masih menyerang Hizbullah di Lebanon hingga kini

Namun, pada 2026 ini, perang antara Israel dan Hizbullah kembali pecah. Hingga kini, Israel juga masih menyerang Hizbullah di Lebanon. Pada Senin, misalnya, Israel kembali menyerang Beirut menggunakan sejumlah rudal. Serangan tersebut menyasar sebuah lembaga keuangan non-profit bernama Al-Qard Al-Hasan.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, kini sudah ada sekitar 486 orang yang tewas imbas serangan Israel. Sementara itu, lebih dari 1.300 orang lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, sebanyak 600.000 warga Lebanon juga terpaksa mengungsi imbas serangan Israel. Sebagian dari mereka mengungsi di dalam negeri. Sebagian lagi ada juga yang mengungsi ke negara tetangga.


















