Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Uni Emirat: Serangan Iran Lebih Banyak ke Negara Arab Ketimbang Israel
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Duta Besar UEA menyebut 85 persen rudal dan drone Iran menyerang negara-negara Teluk Arab serta Yordania, sementara hanya 15 persen diarahkan ke Israel.
  • Serangan Iran menyebabkan 13 warga sipil UEA tewas, 217 luka-luka, dan kerusakan infrastruktur vital meski sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
  • UEA menegaskan pangkalan militer AS di wilayah Teluk tidak digunakan untuk menyerang Iran dan mendesak penghentian agresi, didukung kecaman dari 136 negara serta resolusi PBB terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
7 April 2026

Sistem pertahanan udara UEA mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone yang diluncurkan Iran. Serangan tersebut menyebabkan 13 warga sipil tewas, 217 luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur vital.

8 April 2026

Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri menyatakan bahwa sekitar 85 persen serangan Iran ditujukan ke negara-negara Arab dan Yordania. Ia juga menegaskan pangkalan militer AS di kawasan tidak digunakan untuk menyerang Iran dan mendesak Iran menghentikan agresinya.

kini

Sebanyak 136 negara dan organisasi internasional telah mengecam agresi Iran. Dukungan global tercermin dalam pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 dan resolusi Dewan HAM PBB yang didukung lebih dari 100 negara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Uni Emirat Arab bersama negara-negara Teluk Arab dan Yordania mengecam serangan Iran yang lebih banyak menyasar wilayah Arab dibandingkan Israel, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
  • Who?
    Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, mewakili pemerintah UEA dalam menyampaikan pernyataan resmi mengenai dampak serangan Iran.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, sementara serangan terjadi di wilayah negara-negara Teluk Arab dan Yordania.
  • When?
    Pernyataan diberikan pada Rabu, 8 April 2026, dengan data serangan tercatat hingga 7 April 2026.
  • Why?
    UEA menilai perlu menegaskan bahwa serangan Iran tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga merugikan warga sipil serta melanggar keamanan kawasan.
  • How?
    Sistem pertahanan udara UEA mencegat ribuan rudal dan drone; meski demikian, sebagian berhasil menghantam infrastruktur vital dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan warga sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Iran menembak banyak roket dan drone ke negara Arab, bukan cuma ke Israel. Banyak bangunan rusak dan orang-orang jadi korban. Di UEA ada 13 orang meninggal dan banyak yang luka. Negara-negara Arab marah dan minta Iran berhenti menyerang. Banyak negara lain juga ikut bilang kalau serangan itu harus dihentikan sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun serangan Iran menimbulkan kerugian dan korban, artikel ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan pertahanan Uni Emirat Arab yang berhasil mencegat ribuan rudal serta drone. Selain itu, dukungan dari 136 negara dan pengesahan resolusi PBB mencerminkan solidaritas internasional yang kuat terhadap UEA dan negara-negara Teluk dalam menghadapi situasi sulit ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab bersama negara-negara Teluk Arab (Gulf Cooperation Countries/GCC) dan Yordania, mengecam serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya.

Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, serangan Iran lebih banyak diluncurkan ke negara-negara Arab ketimbang Israel.

“Statistik terbaru menunjukkan bahwa sekitar 85 persen rudal dan drone Iran diluncurkan ke arah negara-negara GCC dan Yordania, sementara hanya sekitar 15 persen yang menargetkan Israel,” kata Abdulla Salem AlDhaheri dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

1. Bangunan dan warga sipil jadi korban

potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, per tanggal 7 April 2026, sistem pertahanan udara UEA telah berhasil mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone.

Meski banyak yang dicegat, serangan Iran telah menyebabkan kerusakan dan juga jatuhnya korban yang merupakan warga sipil UEA.

Dia mengatakan, serangan Iran mengakibatkan 13 warga sipil meninggal dunia, 217 orang luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan kawasan permukiman.

“Fakta-fakta ini secara jelas menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut tidak terbatas pada target militer. Dari sudut pandang ini, saya ingin menegaskan bahwa data tersebut membantah klaim Iran bahwa serangannya hanya menargetkan pangkalan dan fasilitas militer,” ucap dia.

2. Pangkalan militer AS di negara-negara Arab tak pernah digunakan untuk menyerang Iran

potret drone Iran (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)

Abdulla Salem AlDhaheri juga memastikan, pangkalan militer AS di negara-negara Teluk Arab juga tak pernah digunakan untuk melancarkan serangan ke Iran.

“Semua serangan AS pada Iran berasal dari kapal selam, kapal perang, hingga pesawat. Jadi tidak pernah ada serangan dari teritori kami ke Iran. Ini bukan cerita-cerita yang datang dari bawah tanah. Apa yang dinyatakan Iran itu harus diteliti kembali,” ucap Abdulla Salem AlDhaheri.

3. UEA desak Iran setop agresi

Potret Kota Doha, Qatar. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, sebanyak 136 negara dan organisasi internasional telah menyampaikan kecaman terhadap agresi Iran.

Menurut dia, itu adalah bukti kuatnya solidaritas komunitas internasional terhadap UEA, negara-negara Teluk Arab, dan Yordania.

“Dukungan tersebut juga tercermin melalui pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 yang bersejarah, serta adopsi secara konsensus resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengenai implikasi hak asasi manusia dari serangan Iran, yang didukung oleh lebih dari 100 negara,” ujar dia.

Editorial Team