Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uni Eropa Kecam Serangan Pemukim Israel ke Diplomat di Tepi Barat
Ilustrasi Bendera Uni Eropa (unsplash.com/Christian_Lue)
  • Uni Eropa mengecam serangan pemukim Israel terhadap konvoi diplomat Eropa di Desa Taybeh, Tepi Barat, serta menuntut pertanggungjawaban dan pencegahan kekerasan selama musim panen zaitun.
  • Pemukim bertopeng mengancam, melempari batu, dan merusak kendaraan delegasi; Wali Kota Prancis Bernard Baudoux dilaporkan dipukul. Israel menyatakan menyelidiki insiden, sementara sejumlah negara menuntut tindakan tegas.
  • Kekerasan pemukim meningkat selama panen zaitun, termasuk penyerangan jurnalis Heidi Levine dan penebangan 120 pohon. PBB mencatat hampir 200 serangan terkait panen tahun ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) mengecam keras serangan pemukim Israel terhadap konvoi diplomat Eropa di Tepi Barat yang diduduki. Pernyataan tersebut dirilis oleh layanan diplomatik UE pada Minggu (18/10/2026), sehari setelah kelompok pemukim bertopeng menyerang delegasi di dekat Desa Taybeh.

UE mencatat pernyataan sejumlah pejabat Israel yang telah mengutuk insiden kekerasan tersebut. Namun, mereka menuntut pertanggungjawaban penuh serta langkah efektif untuk mencegah berlanjutnya kekerasan terhadap warga Palestina, jurnalis, dan diplomat selama musim panen zaitun. Blok itu juga mendesak pemerintah Israel mematuhi hukum humaniter internasional dan menghentikan perluasan permukiman ilegal.

1. Kronologi serangan terhadap delegasi Eropa di Desa Taybeh

pemukim Israel di Tepi Barat, Palestina (מסתכלים לכיבוש בעיניים, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Insiden bermula saat delegasi diplomat dari Prancis, Belgia, Polandia, serta perwakilan Gereja Katolik mengunjungi Desa Taybeh di sebelah timur Ramallah pada Sabtu. Kunjungan ke desa mayoritas Kristen tersebut bertujuan memantau situasi dan memberi dukungan kepada petani zaitun Palestina yang kerap menjadi sasaran kekerasan pemukim.

Sekelompok pemukim Israel bertopeng kemudian menghadang konvoi, mengancam anggota delegasi, dan melempari mereka dengan batu. Para pelaku juga memecahkan kaca jendela mobil konsulat Belgia yang digunakan dalam kunjungan tersebut.

Wali Kota Aulnoye-Aymeries asal Prancis, Bernard Baudoux, turut menjadi korban pemukulan dalam serangan itu meski mengenakan selempang resmi pejabat. Politisi berusia 78 tahun tersebut mengaku ditendang, dipukul menggunakan batang besi, dan dibanting ke tanah oleh para penyerang yang datang dalam kondisi marah.

"Kekerasan tanpa alasan ini membuat saya tercengang. Seluruh dunia perlu mengetahui apa yang terjadi di sana," ujar Baudoux, dilansir BBC.

2. Kecaman negara Eropa dan respons pemerintah Israel

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot (© European Union, 2026, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Serangan di Taybeh memicu kecaman dari sejumlah negara Eropa dan sekutu Barat. Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot mendesak otoritas Israel segera menangkap para pelaku dan menjamin keselamatan warga sipil. Senada, Kementerian Luar Negeri Polandia menuntut penjelasan resmi dari Israel, sementara Menlu Kanada Anita Anand menegaskan Israel sebagai kekuatan pendudukan wajib melindungi diplomat.

Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menyatakan personelnya selamat meski kendaraan dinas mereka rusak dalam insiden tersebut. Ia menegaskan Belgia akan terus mendorong sanksi Uni Eropa terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan di Tepi Barat.

"Warga Palestina menghadapi kekerasan ini setiap hari. Memanen zaitun, meliput berita, atau menjalankan tugas diplomatik tidak seharusnya menempatkan siapa pun dalam risiko serangan," kata Prevot, dilansir BBC.

Dari dalam negeri, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh perusuh tersebut dan menyatakan kepolisian tengah melakukan penyelidikan. Meski demikian, Saar menyayangkan pihak delegasi yang tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan militer Israel sebelum berkunjung. Sementara itu, Radio Militer Israel melaporkan tentara dan polisi baru tiba di lokasi tiga jam setelah menerima titik koordinat dan rekaman insiden dari delegasi.

Di sisi lain, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta semua pihak berhati-hati sebelum menarik kesimpulan karena bukti video yang beredar dinilai belum lengkap. Netanyahu menuding laporan serangan tersebut muncul di tengah kampanye terkoordinasi untuk mencemarkan nama baik Israel dan warga Yahudi di Tepi Barat.

3. Lonjakan kekerasan pemukim selama musim panen zaitun

vandalisme sebuah mobil di Tepi Barat oleh pemukim Israel (איאד חדאד, בצלם, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Penyerangan terhadap diplomat Eropa terjadi sehari setelah pemukim bertopeng menyerang warga Palestina dan jurnalis foto asal Amerika Serikat (AS), Heidi Levine, di Desa Abu Falah dekat Ramallah pada Jumat. Fotografer The Washington Post itu dipukuli selama lebih dari 10 menit meskipun mengenakan atribut pelindung pers.

Akibat penganiayaan tersebut, Levine mengalami patah tulang rusuk dan harus menjalani operasi pada bagian tangannya. Selain melukai korban, para pelaku juga mencuri kamera, telepon genggam, serta paspor milik jurnalis tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Israel menindak tegas kekerasan pemukim dan memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump tidak menginginkan krisis baru di Tepi Barat. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, turut mengecam insiden yang menimpa Levine dan menuntut proses hukum tegas terhadap para pelaku.

"Itu adalah tindakan teror keji yang dilakukan oleh para pengecut bertopeng," tutur Huckabee, dilansir Al Jazeera.

Kekerasan pemukim telah mengganggu musim panen zaitun yang menjadi sumber pendapatan utama bagi puluhan ribu keluarga Palestina. Pada Minggu, kelompok pemukim kembali beraksi dengan menebang 120 pohon zaitun milik warga Palestina di Desa Kisan, sebelah tenggara Bethlehem. Kantor Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat hampir 200 serangan pemukim terkait panen tahun ini telah menimbulkan korban luka maupun kerusakan properti, melampaui 185 insiden sepanjang musim panen tahun lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article