vandalisme sebuah mobil di Tepi Barat oleh pemukim Israel (איאד חדאד, בצלם, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Penyerangan terhadap diplomat Eropa terjadi sehari setelah pemukim bertopeng menyerang warga Palestina dan jurnalis foto asal Amerika Serikat (AS), Heidi Levine, di Desa Abu Falah dekat Ramallah pada Jumat. Fotografer The Washington Post itu dipukuli selama lebih dari 10 menit meskipun mengenakan atribut pelindung pers.
Akibat penganiayaan tersebut, Levine mengalami patah tulang rusuk dan harus menjalani operasi pada bagian tangannya. Selain melukai korban, para pelaku juga mencuri kamera, telepon genggam, serta paspor milik jurnalis tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Israel menindak tegas kekerasan pemukim dan memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump tidak menginginkan krisis baru di Tepi Barat. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, turut mengecam insiden yang menimpa Levine dan menuntut proses hukum tegas terhadap para pelaku.
"Itu adalah tindakan teror keji yang dilakukan oleh para pengecut bertopeng," tutur Huckabee, dilansir Al Jazeera.
Kekerasan pemukim telah mengganggu musim panen zaitun yang menjadi sumber pendapatan utama bagi puluhan ribu keluarga Palestina. Pada Minggu, kelompok pemukim kembali beraksi dengan menebang 120 pohon zaitun milik warga Palestina di Desa Kisan, sebelah tenggara Bethlehem. Kantor Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat hampir 200 serangan pemukim terkait panen tahun ini telah menimbulkan korban luka maupun kerusakan properti, melampaui 185 insiden sepanjang musim panen tahun lalu.