Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemukim Israel Bakar Masjid saat Serbu Desa di Tepi Barat

2 min read
Pemukim Israel Bakar Masjid saat Serbu Desa di Tepi Barat
ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)
  • Pemukim Israel membakar masjid dan sebuah mobil saat menyerbu desa Mikhmas di Tepi Barat, serta mencoret bangunan dengan tulisan bernada rasis.
  • Warga berhasil memadamkan sebagian api sebelum masjid habis terbakar; militer Israel mengerahkan pasukan dan membuka penyelidikan, tetapi belum mengidentifikasi tersangka.
  • Presiden Dewan Nasional Palestina mengecam insiden itu, di tengah peningkatan kekerasan di Tepi Barat sejak Oktober 2023, termasuk serangan pemukim dan penggerebekan pasukan Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Para pemukim Israel membakar sebuah masjid saat menyerbu desa Mikhmas di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (14/10/2026). Tak hanya itu, mereka juga mencoret dinding luar masjid dan bangunan-bangunan di sekitarnya dengan tulisan bernada rasis.

Atta Kanaan, warga Palestina yang tinggal di dekat masjid tersebut, mengatakan bahwa ia segera mendatangi lokasi setelah mendengar suara kaca pecah pada tengah malam.

“Kobaran api sangat besar, dan kami menghubungi pemadam kebakaran. Sejumlah pemuda bergegas membantu kami membawa alat pemadam api, dan kami berhasil memadamkan sebagian api sebelum kobaran api melalap seluruh masjid,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sebuah mobil juga dibakar oleh para pemukim.

  1. 1. Militer Israel sebut pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut

    ilustrasi api (unsplash.com/Cullan Smith)
    ilustrasi api (unsplash.com/Cullan Smith)

    Dalam rekaman video, karpet di bagian dalam masjid tampak hangus, sementara dinding-dindingnya menghitam akibat kebakaran. Seorang jurnalis AFP melaporkan bahwa sejumlah slogan berbahasa Ibrani disemprotkan menggunakan cat pada dinding luar masjid. Salah satunya berbunyi, “Hanya karena kami diam, bukan berarti kami tertidur.”

    Sementara itu, militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukannya ke Mikhmas menyusul laporan mengenai aksi vandalisme dan pembakaran di masjid tersebut.

    "Tidak ada tersangka yang teridentifikasi," kata pihak militer, seraya menambahkan bahwa penyelidikan telah diluncurkan.

  2. 2. Presiden Dewan Nasional Palestina kecam pembakaran di Mikhmas

    gambar bendera Palestina di dinding (unsplash.com/Ash Hayes)
    gambar bendera Palestina di dinding (unsplash.com/Ash Hayes)

    Dilansir The New Arab, Presiden Dewan Nasional Palestina, Rouhi Fattouh, menyebut pembakaran masjid di Mikhmas sebagai tindakan biadab dan eskalasi berbahaya dalam aksi terorisme yang dilakukan oleh para pemukim. Dewan Nasional Palestina sendiri merupakan lembaga parlemen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

    Mikhmas terletak di Tepi Barat bagian tengah, tepatnya di antara Ramallah dan Yerusalem. Desa ini berdekatan dengan sejumlah pos permukiman Israel yang penduduknya telah beberapa kali menyerang warga setempat dalam beberapa bulan terakhir.

  3. 3. Serangan di Tepi Barat meningkat sejak Oktober 2023

    ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)
    ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

    Di wilayah lainnya di Tepi Barat, para pemukim Israel menyerang seorang remaja laki-laki Palestina di kota Beita pada Rabu, sementara pasukan Israel menangkap tiga warga Palestina dalam penggerebekan di Kota Qalqilya. Di desa Tammun, tentara juga dilaporkan menembakkan gas air mata saat melakukan penggerebekan.

    Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki meningkat tajam sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International menuduh pemerintah Israel memfasilitasi kekerasan oleh para pemukim untuk memperluas kendali Israel atas tanah Palestina, dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More