Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia menegaskan segala kebijakan terkait Selat Malaka tidak dapat diputuskan secara sepihak. Pernyataan ini muncul di tengah mencuatnya wacana pengenaan biaya bagi kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyebutkan, pengelolaan Selat Malaka selama ini didasarkan pada kerja sama erat antarnegara pesisir. Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand disebut memiliki kesepahaman kuat dalam menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran.
Penegasan ini juga datang di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya di Timur Tengah, yang mulai berdampak pada jalur pelayaran internasional. Selat Malaka pun kembali menjadi sorotan sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.
Di sisi lain, wacana pengenaan biaya yang sempat dilontarkan dari Indonesia memicu diskusi lebih luas di kawasan. Namun, Malaysia menekankan, setiap kebijakan harus melalui mekanisme bersama.
