Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga AS Keturunan Kuba Desak Kompensasi Penyitaan Properti
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/dmrschmidt)
  • Hampir enam ribu warga AS keturunan Kuba menuntut kompensasi 9 miliar dolar AS atas penyitaan properti mereka sejak Revolusi Kuba 1959.
  • Pemerintah Kuba membuka peluang investasi bagi diaspora, termasuk warga keturunan Kuba di AS, untuk menyelamatkan ekonomi dari tekanan dan blokade Amerika Serikat.
  • Keberhasilan kebijakan investasi baru Kuba dinilai bergantung pada pelonggaran sanksi dan fleksibilitas kebijakan dari pihak Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hampir enam ribu warga Amerika Serikat (AS) keturunan Kuba mendesak kompensasi kepada pemerintah Kuba senilai 9 miliar dolar AS (Rp152 triliun). Kompensasi tersebut karena propertinya disita pada Revolusi Kuba 1959. 

Dilansir The Latin Times, permintaan ini muncul di tengah tekanan besar AS kepada Kuba dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, Havana sudah membuka negosiasi dengan Washington untuk mengakhiri ketegangan dan krisis di negaranya. 

Pekan lalu, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengaku bahwa negosiasi dengan AS baru tahap awal. Pernyataan dialog bilateral AS dan Kuba ini menjadi yang pertama diumumkan selama lebih dari 1 dekade. 

1. Kuba bersedia membuka investasi dari diaspora

suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)

Kuba mengumumkan rencana memperbolehkan diaspora Kuba di luar negeri, termasuk di AS untuk berinvestasi di negaranya. Rencana ini untuk menghindari kolapsnya ekonomi Kuba imbas tekanan dan blokade dari AS. 

“Kuba membuka hubungan komersial dengan perusahaan-perusahaan AS dan warga Kuba yang tinggal di AS maupun keturunannya. Kami tidak hanya membuka investasi kecil, tapi juga investasi besar, terutama di bidang infrastruktur,” ungkap Deputi Perdana Menteri Kuba, Oscar Perez-Oliva Fraga, dikutip dari CBS News, Selasa (17/3/2026).

2. Warga Kuba di AS mendukung pembukaan investasi di Kuba

ilustrasi bendera Kuba (unsplash.com/limamauro23)

Sejumlah pihak mengaku optimis dengan pembukaan investasi di Kuba untuk membangkitkan ekonomi. Kebijakan ini diperkirakan akan mengubah pandangan warga AS keturunan Kuba dan mereka akan mendesak pencabutan sanksi ke negara asalnya. 

Dilansir EFE, pebisnis di AS keturunan Kuba, Hugo Cancio mengatakan bahwa pembukaan ini adalah sejarah baru. Menurutnya, ini akan menjadi awal dari pencabutan embargo ekonomi dari AS ke Kuba. 

3. Kesuksesan pembukaan investasi Kuba bergantung pada AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Pada saat yang sama, ekonom asal Kuba, Tamarys Bahamonde mengatakan bahwa kebijakan ini juga terdampak pengaruh dari AS. Sebab, sanksi dari AS telah membuat investasi di Kuba, baik dari AS maupun negara ketiga sulit masuk. 

“Kesuksesan dari kebijakan pembukaan investasi ini tidak hanya tergantung pada bagaimana Kuba mendesain dan mengimplementasikannya, tapi juga bergantung pada fleksibilitas di AS,” ungkapnya. 

Dalam 6 tahun terakhir, Kuba terdampak krisis struktural yang dalam. Situasi Kuba semakin memburuk secara signifikan imbas blokade minyak yang diberlakukan AS dalam beberapa bulan terakhir. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team