Jakarta, IDN Times - Hampir enam ribu warga Amerika Serikat (AS) keturunan Kuba mendesak kompensasi kepada pemerintah Kuba senilai 9 miliar dolar AS (Rp152 triliun). Kompensasi tersebut karena propertinya disita pada Revolusi Kuba 1959.
Dilansir The Latin Times, permintaan ini muncul di tengah tekanan besar AS kepada Kuba dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, Havana sudah membuka negosiasi dengan Washington untuk mengakhiri ketegangan dan krisis di negaranya.
Pekan lalu, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengaku bahwa negosiasi dengan AS baru tahap awal. Pernyataan dialog bilateral AS dan Kuba ini menjadi yang pertama diumumkan selama lebih dari 1 dekade.
