Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Jumat(6/2/2026), menyatakan bahwa seorang pasien di Bangladesh meninggal dunia setelah terinfeksi virus Nipah yang mematikan.
Pasien tersebut, yang digambarkan sebagai perempuan berusia 40-50 tahun, pertama kali mengalami demam dan gejala neurologis pada 21 Januari. Ia kemudian meninggal pada 28 Januari, dan dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut sehari setelahnya.
Perempuan tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan, tapi baru-baru ini mengonsumsi nira kurma mentah. WHO mengatakan, sebanyak 35 orang yang pernah melakukan kontak dengannya telah menjalani pemeriksaan, dan sejauh ini belum terdeteksi kasus tambahan, dilansir dari The Straits Times.
