Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Virus Nipah Menyebabkan Penyakit Apa? Pahami Gejalanya!

Virus Nipah Menyebabkan Penyakit Apa? Pahami Gejalanya!
ilustrasi gejala virus nipah (unsplash.com/Getty Images)
Intinya sih...
  • Virus Nipah adalah virus zoonosis dari keluarga Paramyxoviridae, genus Henipavirus yang bisa menular dari kelelawar buah ke manusia dan hewan lain.
  • Gejala awal virus Nipah mirip flu biasa, namun bisa berkembang menjadi penyakit radang otak atau ensefalitis yang mengancam nyawa.
  • Cara mengurangi risiko penularan virus Nipah antara lain dengan menghindari makanan terkontaminasi, menjaga kebersihan lingkungan, dan mencuci tangan secara teratur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Akhir-akhir ini pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan dari ancaman penularan virus Nipah. Meski ditemukan pada hewan, virus Nipah juga bisa menginfeksi manusia. Orang yang terinfeksi bisa mengalami beberapa gejala yang jika tidak ditangani bisa menyebabkan kematian.

Gejala awal virus Nipah hampir menyerupai flu biasa. Oleh sebab itu, sangat penting memahami tanda-tandanya agar tidak salah penanganan. Lantas, sebenarnya virus nipah menyebabkan penyakit apa? Simak penjelasannya di bawah ini!

Table of Content

1. Mengenal penularan virus Nipah

1. Mengenal penularan virus Nipah

Virus Nipah Menyebabkan Penyakit Apa? Pahami Gejalanya!
kekelawar (unsplash.com/Nils Bouillard)

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis dari keluarga keluarga Paramyxoviridae, genus Henipavirus. Kelelawar buah yang terdapat di Asia dan Australia dianggap sebagai inang alami virus Nipah. Selain itu, kelelawar yang terinfeksi bisa menularkan virus Nipah kepada hewan lain, seperti babi atau kuda.

Virus ini juga bisa menyerang manusia jika melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Buah-buahan yang sudah terkontaminasi dengan virus Nipah juga bisa menjadi media penularan. Risiko penyebaran bisa lebih tinggi di fasilitas kesehatan dengan lingkungan padat, berventilasi buruk, dan implementasi tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tidak memadai.

WHO mencatat bahwa kasus virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 selama wabah di antara peternak babi di Malaysia. Kemudian menyebar ke Singapura karena impor babi yang sakit dari Malaysia. Terbaru, virus Nipah kembali terdeteksi di India.

2. Tanda dan gejala yang disebabkan virus Nipah

Virus Nipah Menyebabkan Penyakit Apa? Pahami Gejalanya!
ilustrasi gejala virus nipah (unsplash.com/Getty Images)

Gejala awal virus Nipah pada manusia tidak langsung muncul. Masa inkubasi virus Nipah dari saat terinfeksi hingga timbul gejala biasanya berkisar antara 3 hingga 14 hari. Namun, ada kasus langka di mana masa inkubasi terjadi hingga 45 hari lamanya.

Tidak semua orang menunjukkan gejala saat terinfeksi virus Nipah. Pada kasus yang tergolong ringan, seseorang akan mengalami demam, sakit kepala, sulit bernapas, batuk, diare, muntah, mual, hingga sakit tenggorokan. Gejala lain yang sering muncul, diantaranya menggigil, kelelahan, mengantuk, dan pusing.

Pada kasus virus Nipah yang parah bisa memicu terjadinya penyakit radang otak atau ensefalitis. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah, seperti rasa kantuk berat, sulit fokus, otot lemas, kejang, penurunan kesadaran, hingga sindrom gangguan pernapasan akut. Munculnya komplikasi yang berat tentu bisa mengancam nyawa.

3. Cara mengurangi risiko penularan virus Nipah

Virus Nipah Menyebabkan Penyakit Apa? Pahami Gejalanya!
ilustrasi mencuci tangan (unsplash.com/Getty Images)

Hingga saat ini belum ada metode khusus untuk menangani virus Nipah. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terinfeksi virus Nipah. Berikut cara-cara yang direkomendasikan WHO:

  • Menghindari mengonsumsi makanan yang mungkin bisa terkontaminasi oleh kelelawar.
  • Jika mengalami demam yang disertai dengan gangguan pernapasan, cepatlah mengunjungi fasilitas kesehatan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang sedang sakit.
  • Cuci tangan secara teratur setelah merawat atau mengunjungi orang sakit.

Virus Nipah bisa menyebabkan gejala yang hampir mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan. Biasanya dokter akan mengambil sampel air liur, cairan serebrospinal (CSF), urine, dan darah sebelum memberikan diagnosis. Sayangnya, belum ditemukan metode pengobatan untuk virus Nipah.

Referensi

“Nipah Virus.” World Health Organization (WHO). Diakses Februari 2026.

“Virus Nipah: Gejala, Penularan, dan Pencegahan.” BB Labkesmas Makassar. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
Delvia Y Oktaviani
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More

Latihan Bicep Berapa Kali Seminggu? Ini Anjurannya

04 Feb 2026, 16:06 WIBHealth