Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Zelenskyy Desak Putin Bicara Empat Mata, Perdamaian Kian Dekat?
potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (commons.wikimedia.org/The Presidential Office of Ukraine)
  • Zelenskyy mendesak Putin untuk bertemu empat mata membahas perdamaian, namun waktu pertemuan belum ditentukan dan formatnya masih dicari.
  • Putin awalnya siap bertemu Zelenskyy di Moskow hanya untuk menandatangani perjanjian damai, lalu berubah pikiran bersedia bertemu di negara ketiga.
  • Rusia dan Ukraina telah beberapa kali melakukan negosiasi damai di Abu Dhabi dan Jenewa dengan mediasi AS, tetapi seluruh upaya itu belum menghasilkan kesepakatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan dirinya sudah mendesak Presiden Rusia, Vladimir Putin, bicara empat mata untuk membahas perdamaian. Namun, kata Zelenskyy, belum bisa dipastikan kapan Putin mau bertemu dengannya untuk membicarakan hal tersebut. 

"Sekarang, Putin sendiri mengatakan bahwa dia akhirnya siap untuk pertemuan nyata. Kami sedikit mendorongnya ke arah ini dan kami sendiri sudah lama siap untuk pertemuan semacam itu sekarang formatnya harus ditemukan. Perang ini harus diakhiri dan keamanan harus dijamin dengan andal," kata Zelenskyy pada Minggu (10/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.   

1. Putin siap bertemu Zelenskyy di Moskow

potret Presiden Rusia, Vladimir Putin (commons.wikimedia.org/Russian Presidential Executive Office)

Pada April lalu, Putin sudah menyatakan siap bertemu Zelenskyy di Moskow untuk membicarakan perdamaian di antara kedua negara. Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov.

Kendati begitu, Peskov menjelaskan, Putin hanya bersedia bertemu Zelenskyy untuk menandatangani perjanjian damai. Jika pertemuan ditujukan untuk hal lain, maka Putin tidak akan bersedia bertemu dengan Zelenskyy. Sebab, ini merupakan upaya Putin untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.

“Yang terpenting adalah tujuan pertemuan tersebut. Mengapa mereka harus bertemu? (Vladimir) Putin mengatakan dia siap bertemu di Moskow kapan saja. Yang utama adalah adanya tujuan pertemuan dan yang terpenting, pertemuan tersebut harus produktif. Ini hanya dapat dilakukan untuk tujuan menyelesaikan kesepakatan (perdamaian),” ujar Peskov.     

2. Putin berubah pikiran

ilustrasi berubah pikiran (pexels.com/Markus Winkler)

Namun, dalam pernyataannya pada Sabtu (9/5/2026) lalu, Putin berubah pikiran. Ia mengatakan siap bertemu dengan Zelenskyy di negara ketiga mana pun untuk mendiskusikan perdamaian antara Rusia dan Ukraina. 

Dalam kesempatan tersebut, Putin kembali menegaskan bahwa ia hanya ingin bertemu dengan Zelenskyy untuk membahas perdamaian, bukan hal lain. Ini bertujuan agar perdamaian antara Rusia dan Ukraina bisa segera diraih. 

3. Rusia dan Ukraina sudah berkali-kali melakukan negosiasi damai

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Sebetulnya, Rusia dan Ukraina sendiri sudah berkali-kali menggelar negosiasi damai bersama Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator. Namun, dalam negosiasi tersebut, Putin tidak pernah ikut serta. Hanya Zelenskyy dan jajarannya saja yang biasanya bertemu dengan perwakilan Rusia. 

Negosiasi pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, UEA, pada 23–24 Januari dan pada 4–5 Februari 2026. Namun, kedua upaya tersebut gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Negosiasi damai tahap ketiga juga sudah dihelat di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari. Sayangnya, negosiasi tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan perdamaian. Ini membuat proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina berjalan alot. Padahal, perang kini sudah genap berjalan empat tahun. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team