Comscore Tracker

Serangan Udara di Tigray Meningkat, Pesawat PBB Batal Mendarat

Serangan keempat dalam pekan ini terjadi pada hari Jumat

Jakarta, IDN Times – Serangan udara pemerintah Ethiopia di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, pada hari Jumat (22/10/2021) membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengurungkan niatnya untuk mendarat di wilayah itu. Serangan itu merupakan serangan keempat yang terjadi dalam pekan ini.

Wilayah Tigray akhir-akhir ini semakin memanas lantaran serangan udara yang dilancarakan oleh pemerintah untuk membendung pergerakan pasukan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Kedua belah pihak telah berperang dalam kurun waktu satu tahun terakhir dan telah menewaskan ribuan orang serta membuat 2 juta rakyat Tigray mengungsi akibat eskalasi konflik di wilayah itu. Situasi di Tigray kemudian mendapat perhatian dari dunia internasional, terutama PBB yang berencana akan berkunjung ke wilayah yang dikuasai TPLF tersebut.

1. PBB menangguhkan penerbangan ke Tigray

Serangan Udara di Tigray Meningkat, Pesawat PBB Batal MendaratPerwakilan PBB di Ethiopia. (twitter.com/UN Ethiopia)

Melansir Aljazeera, serangan udara pemerintah pada hari Jumat telah mendorong PBB untuk menangguhkan sementara seluruh penerbangan ke ibu kota Tigray, Mekelle. Sebelumnya, PBB berniat untuk mengunjungi kota Mekelle dengan penerbangan yang membawa 11 penumpang bantuan kemanusiaan, namun peningkatan serangan telah membuat PBB batal mendarat di wilayah itu.

Penerbangan Layanan Udara Kemanusiaan PBB (UNHAS) dari Addis Ababa telah diizinkan oleh otoritas pemerintah, kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric. Namun, dia kemudian menerima instruksi untuk membatalkan pendaratan oleh menara kontrol di bandara Mekelle.

"Ini adalah pertama kalinya kami melakukan penerbangan berbalik, setidaknya setahu saya, di masa lalu di Ethiopia karena serangan udara di darat", kata Gemma Connel, kepala operasi kemanusiaan, dilansir dari Reuters.

Penerbangan itu kembali menuju ke ibu kota Ethiopia dengan selamat. Badan PBB menyatakan akan meninjau ulang mengedai keadaan yang terjadi di wilayah itu.

2. Serangan pada hari Jumat

Baca Juga: Lagi, Tigray Dihantam Serangan Udara oleh Ethiopia

Pada hari Jumat, Mekelle kembali dihantam serangan udara oleh pemerintah Ethiopia. Serangan udara yang terjadi kemarin merupakan serangan keempat yang terjadi dalam satu pekan ini. Dikutip dari Reuters, sumber-sumber kemanusiaan dan TPLF menyebut bahwa serangan udara mengenai kompleks Universitas Mekelle. Tigrai TV melaporkan setidaknya ada 11 orang terluka dalam serangan itu.

Sementara itu, pemerintah mengaku serangan udara hari Jumat hanya menargetkan pangkalan yang sebelumnya milik militer Ethiopia dan sekarang digunakan oleh pasukan pemberontak Tigray sebagai tempat pelatihan di Mekelle. Legesse Tulu, juru bicara pemerintah mengatakan universitas tidak terkena.

Dalam serangan itu, Tulu menyebut jadwal penerbangan PBB dan militer berbeda saat mengunjungi wilayah Tigray. Adapun Getachew Reda, juru bicara TPLF dalam tweetnya, yang dikutip dari AP News, menuturkan bahwa mereka tahu akan penerbangan PBB di wilayah itu, untungnya mereka mampu menahan diri untuk tidak menembak. Dia menuduh pihak Ethiopia sedang menyiapkan pesawat PBB sebagai ‘umpan’ untuk ditembaki oleh pasukan TPLF.

3. Ethiopia menuduh kelompok kemanusiaan mendukung Tigray

Serangan Udara di Tigray Meningkat, Pesawat PBB Batal MendaratAnak-anak yang terdampak konflik di bagian utara Ethiopia. (twitter.com/UNICEF Ethiopia)

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Ethiopia menuduh kelompok-kelompok kemanusiaan berupaya untuk mendukung Tigray. Pada bulan lalu, Ethiopia memutuskan mengusir tujuh pejabat PBB karena menuduh mereka tanpa bukti terkait penggelembungan skala krisis Tigray.

Gesekan antara pemerintah dan kelompok-kelompok kemanusiaan terjadi di tengah krisis kelaparan terburuk di dunia dalam satu dekade, hampir setengah juta orang di Tigray menghadapi kondisi kelaparan.  Pemerintah sejak Juni telah memberlakukan apa yang disebut PBB sebagai "blokade kemanusiaan de facto" di wilayah berpenduduk sekitar 6 juta orang itu. AP News melaporkan bahwa orang-orang mulai mati kelaparan.

Serangan udara yang dimulai dalam pekan ini telah menghambat pengiriman bantuan oleh PBB. Connel menyebut bahwa operasi mereka dalam waktu dekat akan dihentikan apabila kondisi semacam ini terus berlanjut. Ribuan orang telah tewas dalam pertikaian yang terjadi di kedua pihak sejak November tahun lalu. Serangan udara dalam pekan ini telah meningkatkan potensi konflik yang jauh lebih parah di Tigray.

Baca Juga: PBB: 33 Ribu Anak Alami Kekurangan Gizi Parah di Tigray

Zidan Patrio Photo Verified Writer Zidan Patrio

News Writer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya