Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Fakta JS Kunisaki, Bawa Chinook Untuk Padamkan Karhutla Kalimantan

5 min read
4 Fakta JS Kunisaki, Bawa Chinook Untuk Padamkan Karhutla Kalimantan
potret kapal pendarat tank JS Kunisaki (LST-4003) yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (commons.wikimedia.org/JMSDF)
  • Jepang mengerahkan JS Kunisaki, kapal pendarat tank JMSDF, ke Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
  • Kapal kelas Osumi ini membawa tiga helikopter CH-47 Chinook JGSDF untuk water bombing, dengan kapasitas angkut air sekitar 11.000 liter per helikopter.
  • JS Kunisaki juga mengerahkan dua LCAC untuk mempercepat distribusi logistik; operasi ini disebut sebagai misi pemadaman kebakaran lahan luar negeri pertama Pasukan Bela Diri Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jepang mengerahkan kapal perang pendarat tank bernama JS Kunisaki (LST-4003) yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force/JMSDF), untuk membantu mengatasi pemasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di Kalimantan saat ini. Kapal tersebut telah sampai di pelabuhan internasional Kijing yang berada di Provinsi Kalimantan Barat pada hari Kamis, 10 September 2026 yang lalu.

Sebagaimana diinformasikan dalam laman Sea Forces, JS Kunisaki adalah kapal kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST). Kapal tersebut merupakan kapal ketiga sekaligus kapal terakhir dari kelas kapal pendarat tank Osumi. Meskipun secara resmi diklasifikasikan sebagai kapal pendarat tank, namun dek penerbangan yang dimilikinya dan desain serbagunanya membuat kapal ini lebih berfungsi sebagai sebuah kapal induk mini. JS Kunisaki mulai dibangun pada September 2000, diluncurkan pada Desember 2001, dan masuk dinas operasional Pasukan Bela Diri Maritim Jepang pada Februari 2003.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kapal perang JS Kunisaki yang saat ini tengah terlibat dalam pemadaman karhutla di Kalimantan ini ? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!

  1. 1. Kapal pendarat tank berdimensi masif

    potret kapal JS Kunisaki bersama kapal rumah sakit USNS Mercy (T-AH 19) dan 2 hovercraft dalam sebuah latihan di Laut China Selatan
    potret kapal JS Kunisaki bersama kapal rumah sakit USNS Mercy (T-AH 19) dan 2 hovercraft dalam sebuah latihan di Laut China Selatan (commons.wikimedia.org/U.S. Navy)

    Dilansir laman Ship Spotting, JS Kunisaki dibuat oleh perusahaan Hitachi Zosen, Maizuru - Jepang dan memiliki ukuran yang masif sebagai sebuah kapal LST (pendarat tank). Sebagai kapal ketiga di kelas Osumi, JS Kunisaki memiliki spesifikasi teknis dimensi panjang 178 m, lebar (beam) 25,8 m dan draught yang merupakan panjang bagian vertikal permukaan kapal yang tampak di permukaan air hingga titik terbawah kapal di bawah permukaan air adalah setinggi 17 m.

    Ditenagai dengan 2 buah mesin Mitsui 16V42M-A diesel berkekuatan 26.000 tenaga kuda (19.000 Kw), kapal yang diawaki oleh sekitar 135 orang kru kapal ini mampu bergerak dengan kecepatan 22 knots atau sekitar 41 km/jam. JS Kunisaki memiliki bobot muatan penuh (displacement) sekitar 14.000 ton dan mampu membawa: 2 unit Landing Craft Air Cushion (LCAC), 10 tank tempur utama, 8 buah helikopter di dek bagian atasnya dan 330 pasukan bersenjata lengkap. Sebagai kapal perang, JS Kunisaki juga dilengkapi senjata bela diri seperti alat perang elektronik canggih serta 2 unit Phalanx CIWS (Close In Weapon System) yang dapat menyemburkan ratusan peluru tungsten 20 mm dan 2 unit senapan mesin Browning M2

  2. 2. Membawa helikopter terkenal Chinook

    potret helikopter Chinook milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang
    potret helikopter Chinook milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang (commons.wikimedia.org/Japan Ground Self-Defense Force)

    Salah satu fitur dari kapal perang JS Kunisaki yang menjadi pemberitaan saat ini adalah, ia membawa 3 helikopter terkenal bernama CH-47 Chinook atau yang lebih dikenal dengan nama Chinook saja. Menurut laman Boeing, Chinook adalah helikopter angkut berat terkenal di dunia militer sejak tahun 1960-an yang didesain dan dibuat oleh pabrikan aviasi ternama Boeing. Penamaan Chinook merujuk pada nama suku Indian di Amerika Utara, karena secara tradisi sejumlah helikopter militer Amerika Serikat (AS) diberi nama dengan nama suku Indian, seperti: Apache, Comanche, Kiowa, dan lain-lain Desain unik helikopter Chinook yang menggunakan rotor baling-baling tandem memberikannya daya angkat maksimal dan memampukannya untuk melakukan operasi di medan ekstrem dan sulit.

    Sebagaimana diinformasikan dalam laman Global Kawasaki, untuk Jepang sendiri helikopter Chinook mereka dibuat oleh pabrikan lokal Kawasaki Heavy Industries di bawah lisensi Boeing. Helikopter tersebut dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Darat (JGSDF) dan Udara (JASDF)Jepang. Berdasarkan sejumlah informasi, Chinook yang dibawa ke Kalimantan saat ini adalah Chinook yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF). Chinook tersebut akan dioperasikan sebagai water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan di sana. Helikopter Chinook memiliki kapasitas angkut muatan yang besar hingga sekitar 3.000 galon air atau sekitar 11.000-an liter (11 ton). Sebuah Chinook dapat dengan cepat mengisi tangki air (bucket attachment) serta mampu beroperasi di malam hari.

  3. 3. Membawa alutsista pendaratan unik

    potret landing craft air cushion (LCAC), kendaraan pendaratan unik yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dalam sebuah latihan (commons.wikimedia.org/US Navy)
    potret landing craft air cushion (LCAC), kendaraan pendaratan unik yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dalam sebuah latihan (commons.wikimedia.org/US Navy)

    Selain helikopter Chinook, sebagai kapal pendarat, JS Kunisaki juga membawa alat pendarat unik berupa hovercraft militer yang dikenal dengan nama Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang merupakan kendaraan pendarat yang mampu bergerak di atas air dan daratan serta sejumlah permukaan lainnya dengan melaju di atas bantalan udara. Kendaraan hovercraft tersebut merupakan kendaraan pendaratan yang sangat efektif karena di daerah yang terisolasi karena peperangan atau bencana alam yang tak memiliki pelabuhan sandar, puluhan ton logistik dapat langsung diantar ke daratan dari tengah laut dengan kendaraan tersebut.

    Dalam peperangan, hovercraft tersebut diandalkan untuk mendaratkan tank tempur utama yang memiliki berat puluhan ton yang tak didesain dengan kemampuan amfibi. Dari pemberitaan media massa diketahui kendaraan dan truk-truk pengangkut logistik bergerak dari JS Kunisaki dengan diangkut oleh 2 unit Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang mendarat di pantai dan kemudian menurunkan kendaraan-kendaraaan tersebut untuk selanjutnya bergerak di daratan menuju lokasi penanggulangan karhutla. Dengan kendaraan hovercraft militer tersebut proses deployment logistik dapat berlangsung dalam waktu yang relatif cepat.

  4. 4. Terkenal sering beroperasi untuk misi non-militer

    Kapal JS Kunisaki merupakan salah satu kapal perang yang terkenal dengan misi bantuan kemanusiaannya
    Kapal JS Kunisaki merupakan salah satu kapal perang yang terkenal dengan misi bantuan kemanusiaannya (commons.wikimedia.org/US Navy)

    Selain operasi militer, kapal pendarat JS Kunisaki ini juga merupakan salah satu kapal perang yang paling dikenal dalam operasi bantuan kemanusiaan karena bencana alam. Beberapa yang terkenal diantaranya adalah: kapal ini terlibat dalam bantuan kemanusiaan dan pemulihan usai Aceh diterjang gempa bumi dan tsunami dahsyat di tahun 2004 silam. Pada tahun 2011, JS Kunisaki juga terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan setelah gempa bumi dan tsunami Tohoku di Jepang serta sejumlah misi kemanusiaan lainnya dalam Pacific Partnership.

    Menurut laman Marine Insight, sebagai bagian operasi bantuan kemanusiaan, operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan ini merupakan operasi misi pemadaman kebakaran lahan pertama di luar negeri yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang. Misi pemadaman kebakaran di Indonesia diklasifikasikan sebagai respon darurat bencana alam. Setelah pemerintah Indonesia meminta bantuan, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Jepang mengadakan pembicaraan pada tanggal 28 Agustus 2026. Menteri Pertahanan Jepang kemudian memerintahkan Komandan Komando Operasi Gabungan untuk melaksanakan misi bantuan penanggulangan karhutla tersebut.

    Belajar dari pengalaman ini, semoga Indonesia semakin banyak memiliki alat-alat untuk penanggulangan kebakaran hutan dan bencana alam lainnya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More