Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan yang Kehilangan Bagian Tubuh Tertentu Akibat Proses Evolusi
ilustrasi ular (pexels.com/Jeffry S.S.)
  • Evolusi selama ribuan hingga jutaan tahun dapat mengurangi atau menghilangkan organ yang tak lagi mendesak, demi efisiensi gerak dan adaptasi hewan terhadap lingkungannya.
  • Ular kehilangan kaki untuk merayap lebih fleksibel, sedangkan paus kehilangan anggota gerak belakang sehingga tubuhnya lebih hidrodinamis untuk berenang di samudra.
  • Kiwi memiliki sayap kecil karena tak perlu terbang di habitat aman, sementara ikan gua kehilangan mata dan mengalihkan energi ke indra peraba serta penciuman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Proses evolusi biasanya sudah berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun dan sudah mengubah struktur anatomi dari berbagai jenis hewan demi bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Sebagai upaya untuk bertahan hidup di lingkungan yang kompetitif, maka beberapa hewan mengalami hilangnya bagian tubuh tertentu karena organ tersebut dianggap tidak lagi memiliki fungsi biologis yang mendesak untuk cara hidupnya.

​Reduksi atau hilangnya organ tubuh ini justru lebih dianggap mampu memberikan efisiensi gerak dan keuntungan adaptasi yang sangat besar untuk menunjang kelangsungan hidup mereka di alam bebas. Dengan memahami fenomena perubahan fisik pada hewan-hewan berikut ini, maka akan memberikan wawasan secara mendalam terkait betapa menakjubkannya mekanisme seleksi alam dalam membentuk keanekaragaman hayati.

1. Ular yang kehilangan kakinya

ilustrasi ular (pexels.com/Skyler Ewing)

Tidak banyak yang mengetahui bahwa nenek moyang ular pada ribuan tahun lalu sebetulnya memiliki kaki yang digunakan untuk berjalan di atas permukaan tanah selayaknya reptil biasa. Namun, proses adaptasi gaya hidup yang lebih sering merayap di dalam lubang sempit justru membuat keberadaan kaki dianggap sebagai penghambat gerak tubuh mereka.

​Secara bertahap, ternyata hilangnya keempat anggota gerak tersebut justru membuat tubuh ular menjadi sangat fleksibel untuk bisa bergerak dengan bebas dan cepat di berbagai kondisi medan yang ekstrem. Perubahan struktur anatomi ini seolah terbukti menjadi bentuk efisiensi tubuh yang sangat sukses dalam mendukung kelangsungan hidup dari populasi ular hingga saat ini.

2. Paus yang kehilangan anggota gerak belakang

ilustrasi paus biru (pexels.com/aurore murguet)

Mamalia laut seperti paus ternyata memiliki nenek moyang yang berasal dari darat dan berkaki empat, serta secara perlahan beradaptasi untuk hidup sepenuhnya di dalam perairan luas. Proses evolusi yang berlangsung secara bertahap kemudian menyusutkan ukuran kaki belakang mereka hingga pada akhirnya menghilang secara total dari permukaan luar tubuhnya.

​Hilangnya anggota gerak bawah tersebut seolah mengubah bentuk tubuh paus menjadi sangat hidrodinamis, sehingga hal ini membuatnya mampu berenang dengan mudah dan lincah di dalam luasnya samudra. Sisa-sisa tulang panggul yang sangat kecil di dalam tubuhnya seolah menjadi bukti sejarah bahwa mamalia ini sebelumnya pernah berjalan di daratan pada masa lampau.

​3. Burung kiwi yang kehilangan kemampuan fungsi sayap

ilustrasi burung kiwi (pexels.com/Frederic Hancke)

Burung kiwi merupakan salah satu jenis unggas endemik yang dikenal terisolasi di lingkungan habitat tanpa adanya ancaman dari predator darat di sekitarnya. Kondisi alam yang relatif aman tersebut ternyata membuat penggunaan sayap untuk terbang jadi tidak lagi diperlukan untuk mempertahankan keselamatan dirinya.

​Ukuran sayap dari burung kiwi ternyata mengalami penyusutan drastis hingga pada akhirnya hanya tersisa sayap yang sangat kecil dan tersembunyi dengan rapi di balik bulu tebalnya. Perubahan anatomi ini memang membuat energi tubuh yang dimiliki burung kiwi jadi bisa dialokasikan secara maksimal untuk memperkuat struktur kaki dan juga ketajaman dari indra penciumannya.

​4. Ikan gua tanpa mata yang kehilangan organ penglihatan

ilustrasi ikan gua (bbcearth.com)

Ada spesies ikan yang hidupny cukup terisolasi di dalam gua-gua gelap dan ternyata mengalami proses hilangnya fungsi, serta bentuk organ mata secara permanen. Dikarenakan organ penglihatan sama sekali tidak bisa berfungsi di dalam kegelapan total laut, maka tubuh ikan ini pun memilih untuk menghentikan pertumbuhan bola mata mereka.

​Energi metabolisme yang sebelumnya digunakan untuk membentuk sel-sel mata pada akhirnya dialihkan untuk mempertajam indra peraba dan indra penciuman pada bagian kulitnya. Hilangnya organ penglihatan ini sebetulnya menjadi bukti adaptasi yang sangat efisien untuk bisa menghemat lebih banya pengonsumsian energi tubuh di lingkungan yang dikenal minim sumber makanan.

​Mempelajari proses hilangnya bagian tubuh pada berbagai spesies hewan seolah membuktikan bahwa evolusi ternyata selalu bekerja demi mencapai efisiensi hidup yang dianggap paling optimal. Kehilangan organ fisik tertentu ternyata bukanlah sebuah kemunduran biologis, melainkan bentuk penyempurnaan adaptasi agar hewan tersebut bisa terus bertahan di Bumi dengan aman. Proses adaptasi yang panjang pada akhirnya mengubah struktur fisik yang dimiliki banyak hewan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article