Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Spesies Ular yang Menjadi Korban Karhutla di Indonesia Pada 2026
Kobra raja (commons.wikimedia.org/RedGazelle15)
  • Karhutla 2026 menurunkan kualitas lingkungan, memicu kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan manusia, serta menjadikan satwa penghuni hutan sebagai korban awal kebakaran.
  • Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, petugas menemukan sanca darah mati terpanggang; ular yang sering ditemukan terbakar mencakup sanca kembang, sanca borneo atau depung, dan kobra raja.
  • Empat spesies teridentifikasi memiliki habitat hutan, rawa, lahan basah, hingga perkebunan; kebakaran turut mengancam ruang hidup ular, termasuk kobra raja yang juga terdampak perusakan habitat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dampak karhutla menyebabkan kualitas lingkungan menjadi tidak normal yang awalnya langit biru menjadi putih hingga kuning serta menganggu aktivitas bahkan kesehatan manusia. Terdata sudah ada manusia yang meninggal dunia akibat terhirup kabut asap pada 2026 ini.

Dampak negatif juga menyasar para hewan yang justru menjadi korban pertama karena hutan yang dibakar adalah habitat asli mereka.

Dilansir detik, saat petugas dan regu pemadam sedang memadamkan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mereka menemukan seekor ular sanca darah atau dipong mati dalam keadaan terpanggang.

Laman mediatni-polri melaporkan, petugas dan regu pemadam di Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan bahwa satwa liar yang paling sering ditemukan mati terbakar adalah ular meliputi sanca kembang, sanca borneo atau depung dan kobra raja.

Fokus pembahasan artikel adalah ular yang menjadi korban karhutla. Saya sajikan profil lengkap ular tersebut. Jadi pastikan kamu menyimaknya ya.

1. Sanca kembang

Sanca kembang (commons.wikimedia.org/Rushen)

Sanca kembang adalah jenis ular tak berbisa merupakan reptil asli Asia Tenggara tersebar di Indonesia, Indochina, Malaysia dan Filipina. Sanca kembang memiliki panjang yang mengesankan mencapai 7-9 m bahkan melebihi anakonda di sungai Amazon.

Sanca kembang nyaman di dalam air karena memberikan mobilitas yang cepat dengan berenang. Sanca kembang punya keunggulan lain yakni mampu memanjat pohon untuk jadi tempatnya berdiam. Sejumlah mangsanya di habitat meliputi burung, primata, babi hutan, rusa dan tikus.

2. Sanca darah atau dipong

Sanca darah (commons.wikimedia.org/Razzcherry)

Sanca darah tersebar secara alami di Thailand, Malaysia dan Indonesia. Jenis habitatnya seperti hutan tropis, rawa-rawa, lahan basah hingga perkebunan sawit.

Sanca darah adalah predator yang senyap, namun mematikan. Mereka tidak keberatan untuk menunggu mangsa di lahan hutan selama berjam-jam. List mangsanya adalah mamalia kecil, burung dan reptil lainnya. Hanya membutuhkan satu ekor tikus besar setiap tiga makan sudah cukup buat sang ular dalam memenuhi kebutuhan makannya selama berhari-hari.

3. Sanca borneo atau depung

Sanca borneo (commons.wikimedia.org/Dick Culbert)

Di pulau Borneo (Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam) terdapat ular endemik bernama sanca borneo atau depung.

Sebenarnya sanca borneo awalnya adalah subspesies dari sanca ekor pendek sumatra. Namun, para ilmuwan seperti J. Scott Keogh, David G. Barker dan Richard Shine memutuskan mengakui spesies baru bernama sanca borneo pada 2011.

Sanca borneo rata-rata berukuran 4 kaki bahkan ada yang 7 kaki panjangnya. Beratnya sendiri mencapai 30 pon, lho. Biasanya betina lebih besar daripada jantan.

Kulit sanca borneo biasanya berwarna coklat muda dengan bercak-cak coklat, memiliki kepala lebar dan lubang khusus di sepanjang hidupnya. Lubang-lubang tersebut membantu mereka merasakan panas dari hewan lain.

4. Kobra raja

Kobra raja (commons.wikimedia.org/Max Tibby)

Semua yang dibahas sebelumnya adalah sanca atau piton. Sekarang membahas kobra raja sebagai ular berbisa yang sangat mematikan tersebar di hutan-hutan Asia Selatan maupun Tenggara.

Kobra raja adalah ular berbisa terpanjang di dunia dan menjadi simbol penting dalam mitologi dan tradisi rakyat Myanmar, Sri Lanka dan India. Kobra raja adalah reptil nasional India.

Kobra raja dapat menembakkan bisa dari 420-600 mg per gigitannya. Tentunya sangat mematikan bagi para mangsanya seperti vertebrata kecil, kadal, burung, hewan pengerat, spesies ular lain bahkan kanibal terhadap spesiesnya sendiri.

Meskipun dikenal sangat tangguh, kobra raja tetap bisa takluk oleh manusia untuk diburu daging dan kulitnya hingga dijadikan pengobatan tradisional. Ular ini juga mengalami perusakan habitat hutannya dengan ditebang hingga dibakar.

Berdasarkan data yang didapat, banyak ular yang teridentifikasi sebagai korban dari karhutla di Kalimantan, namun yang baru teridentifikasi dengan jelas spesiesnya adalah 4 jenis ular.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article