Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Basilika Taal, Gereja Katolik Ikonik dan Terbesar di Filipina
potret fasad Basilika Saint Martin of Tours atau yang lebih dikenal dengan nama Basilika Taal, Filipina (commons.wikimedia.org/MaheNiNiño1989)
  • Basilika St. Martin of Tours di Kota Taal, Batangas adalah gereja Katolik terbesar di Filipina dan Asia, berstatus basilika minor sejak 1954 oleh Paus Pius XII.
  • Dibangun ulang pada abad ke-19 dengan gaya Italian Barok menggunakan batu karang dan tanah liat, bangunan ini menonjol lewat fasad berpilar Yunani serta interior artistik bergaya Trompe-l'oeil.
  • Basilika memiliki tabernakel perak langka satu-satunya di Filipina dan tetap berdiri kokoh meski diguncang gempa besar, terakhir direstorasi oleh NHCP pada tahun 2020.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Basilika St. Martin of Tours atau yang lebih dikenal dengan nama Basilika Taal adalah sebuah gereja Katolik Roma yang berlokasi di Kota Taal, Provinsi Batangas, Filipina. Basilika tersebut dikenal sebagai gereja Katolik terbesar yang ada di Filipina dan juga merupakan salah satu bangunan gereja Katolik Roma terbesar di seluruh wilayah Asia. Memiliki dimensi panjang 88,6 m dan lebar 48 m, gereja yang berada di wilayah Keuskupan Agung Lipa ini mengambil nama St. Martin dari Tours sebagai nama Santo pelindung gerejanya, ia adalah seorang kudus yang juga seorang Uskup dari abad ke-4 M dari wilayah Prancis saat ini.

Seturut namanya, gereja ini memiliki status kehormatan sebagai gereja basilika, Paus Pius XII mendeklarasikan gereja ini sebagai minor basilica pada tanggal 8 Desember 1954. Sebagaimana diketahui, dalam gereja Katolik Roma, status basilika adalah status kehormatan yang diberikan Takhta Suci Vatikan kepada sejumlah bangunan gereja Katolik di seluruh dunia karena tingginya nilai sejarah dan signifikansinya sebagai pusat peribadatan dan peziarahan umat.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja bersejarah yang menjadi salah satu landmark paling dikenal di Kota Taal, Filipina ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Dibangun pada abad ke-19 dengan gaya Italian Barok

potret interior Basilika Taal (commons.wikimedia.org/Ramiltibayan)

Sejarah Basilika Taal dapat ditelusuri sejak masa kolonialisme Spanyol di Filipina. Menurut laman Batangas History, bangunan Basilika Taal yang dapat dilihat saat ini adalah gereja kedua setelah gereja pertamanya yang dibangun pada tahun 1575 dan 1642 hancur bersama kotanya pada tahun 1754 karena letusan besar gunung api Taal. Peristiwa tersebut menyebabkan pemindahan kota dan gereja baru ke lokasi yang lebih jauh dari gunung api. Reruntuhan gereja sebelumnya masih dapat dilihat di Kota San Nicolas saat ini.

Pembangunan konstruksi basilika saat ini dimulai pada tahun 1856 di bawah kepemimpinan Pastor Marcos Anton. Desain dan pelaksanaan teknis proyek tersebut dipercayakan kepada Luciano Oliver, seorang arsitek Spanyol yang ahli dalam berbagai macam gaya arsitektur Eropa. Secara umum arsitektur Basilika Taal mengaplikasikan gaya Italian Barok, sebuah gaya arsitektur dan seni Italia yang berlangsung dari abad ke-16 hingga awal abad ke-18 pada denah lantai yang berpola salib latin. Konstruksi basilika baru ini diselesaikan pada tahun 1878.

2. Menggunakan material batu karang dan memiliki fasad yang unik

Sebagaimana diinformasikan dalam laman Beauty of The Philippines, material bangunan untuk konstruksi struktur utama Basilika Taal ini menggunakan perpaduan material batu karang (coral stone) dan tanah liat. Sejumlah sumber informasi menuliskan bahwa material batu karang merupakan material alam yang unggul karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem, sifat anti air, serta tekstur unik yang memberikan aksen tropis yang natural.

Selain itu, Basilika Taal ini memiliki visual fasad yang unik. Fitur dan ciri paling mencolok dari visual fasadnya yang menarik tersebut adalah adanya 24 pilar megah dalam gaya arsitektur Yunani kuno: Doric dan Ionic, yang berpasangan dan berjajar dalam 2 baris, masing-masing sejumlah 6 pasang pilar di bagian atas dan di bagian bawah. Bangunan ini memiliki 10 buah jendela dan 5 pintu. Jendela bagian atas memiliki kanopi berbentuk segitiga dan bentuk melengkung. Di sisi kiri menjulang menara lonceng.

3. Interiornya memiliki ornamen dekorasi yang artistik

potret lukisan artistik di interior kubah yang menggambarkan pengangkatan Yesus ke Surga dan 4 orang penulis Injil (commons.wikimedia.org/IJVelas)

Interior Basilika Taal memiliki warna dan ornamen dekorasi yang artistik. Dinding dan langit-langitnya didominasi oleh warna krem dan warna peach yang merupakan perpaduan lembut antara warna merah muda dan oranye dengan sedikit sentuhan warna kuning. Suasana sakral tersebut juga didukung sistem pencahayaan alami dan artifisial yang tepat.

Menurut laman Lifestyle, selain pencahayaan alami pada siang hari, Basilika Taal memiliki sistem pencahayaan artifisial pada malam hari yang akan menciptakan suasana yang elegan di malam hari untuk ketenangan beribadah karena cahaya tersebut secara tepat menyoroti ornamen-ornamen simbolis di luar dan utamanya di dalam gereja. Cahaya tersebut juga mengekspos lukisan bergaya Trompe-l'oeil di langit-langit copula (kubah) gereja. Trompe-l'oeil adalah teknis melukis pada permukaan datar yang menciptakan ilusi optik seolah-olah obyek lukisan tersebut berbentuk 3 dimensi dan nyata.

4. Memiliki tabernakel perak yang langka

potret panorama bagian-bagian interior Basilika Taal (commons.wikimedia.org/Lmp2001)

Menurut laman News Taal, salah satu fitur paling menarik Basilika Taal bagi wisatawan dan umat peziarah yang mengunjunginya adalah keberadaan tabernakel perak (silver Tabernacle) indah yang diklaim sebagai satu-satunya yang terdapat di Filipina .Tabernakel di dalam gereja Katolik adalah sebuah lemari suci tempat untuk menyimpan Sakramen Maha Kudus (hosti yang telah dikonsekrasi) dalam Perayaan Ekaristi.

Tabernakel terletak di altar utama, serta ditandai dengan lampu tabernakel yang menyala sebagai simbol kehadiran Yesus Kristus. Sejumlah informasi menyebutkan tabernakel perak di Basilika Taal ini dibuat dari perak sterling yang disebutkan memiliki tampilan berkilau indah yang seolah ikut menerangi interior basilika terutama ketika terkena cahaya dari kubah berjendela di atasnya.

5. Bangunan religius yang bertahan dari sejumlah gempa

potret fasad Basilika Taal dengan Taman Taal (Taal Park) di latar depan (commons.wikimedia.org/ImaheNiNiño1989)

Sama seperti kebanyakan negara Asia, geografi Filipina merupakan bagian dari "ring of fire" atau wilayah yang rawan bencana alam seperti letusan gunung api dan gempa bumi. Dalam perjalanan waktu, Basilika Taal telah mengalami beberapa kali gempa bumi dan struktur konstruksinya terbukti masih mampu bertahan hingga hari ini. Menurut laman Asian Disaster Reduction Centre, salah satu gempa terbesar yang pernah dihadapi oleh Basilika Taal adalah 2 gempa bumi yang mengguncang Provinsi Batangas, Filipina dan wilayah Kota Taal pada tahun 2017 silam.

Gempa tersebut berkekuatan 5,6 dan 6,0 pada Skala Richter yang menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan basilika. Untuk memperbaiki basilika, Komisi Sejarah Nasional Filipina (NHCP/National Historical Commission of the Philippines) melakukan restorasi besar pada basilika yang diselesaikan pada tahun 2020 silam. Struktur gereja dan bagian-bagian utamanya yang dapat dilihat saat ini adalah hasil restorasi besar terakhir di tahun 2020.

Bagaimana apakah tertarik untuk mengunjungi basilika bersejarah ini, jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Filipina?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team