5 Fakta Basilika St. Maria dari Pilar, Gereja Ikonik Landmark Zaragoza
- Basilika St. Maria dari Pilar di Zaragoza dibangun antara tahun 1681–1872 dan memiliki status basilika minor serta menjadi salah satu gereja co-cathedral penting di Spanyol.
- Terletak di tepi Sungai Ebro, basilika ini menampilkan arsitektur Barok megah dengan empat menara, sebelas kubah berubin warna-warni, serta interior penuh karya seni religius bernilai tinggi.
- Pada masa perang saudara Spanyol (1936–1939), tiga bom dijatuhkan ke basilika namun tidak meledak; kini bom-bom tersebut dipajang sebagai bagian dari sejarah bangunan ini.
Catedral-Basílica de Nuestra Señora del Pilar atau yang lebih dikenal dengan nama Basilika St. Maria dari pilar adalah sebuah gereja Katolik Roma ikonik yang berada di Kota Zaragoza, wilayah Aragon, Spanyol. Memiliki nama unik St. Maria dari pilar, karena menurut kisah tradisi lokal, pada sekitar tahun 40 M, St. Maria menampakkan diri di atas pilar batu jasper sambil menggendong bayi Yesus kepada St. Yakobus. Ia meneguhkan St. Yakobus dalam kesulitan yang dihadapinya ketika menyebarkan Kekristenan di wilayah Spanyol saat itu. St. Yakobus putra Zebedeus adalah salah seorang dari 12 rasul utama Yesus Kristus.
Selain sejarah Kekristenan yang juga mengakar kuat di wilayah ini, Kota Zaragoza sendiri adalah sebuah kota tua di Spanyol yang kaya akan sejarah masa lalu termasuk seni arsitektur bangunan religiusnya. Basilika St. Maria dari pilar ini adalah salah satu mahakarya bangunan religius yang dibangun dengan seni arsitektur bergaya Barok yang memiliki dekorasi eksterior dan interiornya yang menakjubkan. Gereja ini juga menjadi rumah bagi sejumlah karya seni religius dalam rupa lukisan fresco dan karya pahatan yang tak ternilai harganya.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja megah yang merupakan salah satu masterpiece arsitektur Barok di Kota Zaragoza, Spanyol ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Dibangun antara abad ke-17 hingga abad ke-19
Menurut kisah tradisi, St. Yakobus mendirikan sebuah kapel di tempat ia bertemu St. Maria dan seiring perjalanan waktu sejumlah bangunan religius Kristen didirikan di tempat tersebut untuk menggantikan kapel sederhana hingga menjadi bangunan gereja megah yang dapat dilihat saat ini. Dilansir laman Mapping Spain, bangunan gereja yang dapat dilihat saat ini dibangun antara tahun 1681 hingga tahun 1872. Sebagaimana namanya, gereja ini memiliki status kehormatan sebagai basilika atau minor basilica yang merupakan status kehormatan yang diberikan Takhta Suci Vatikan kepada sejumlah bangunan gereja Katolik di seluruh dunia karena nilai sejarah dan signifikansinya sebagai pusat peribadatan dan peziarahan umat.
Basilika ini telah ditetapkan sebagai monumen nasional bersama Katedral Santiago de Compostela, tempat di mana jasad St. Yakobus dimakamkan setelah menjadi martir karena mempertahankan imannya, ia dieksekusi oleh Raja Herodes Agrippa I ketika ia kembali ke Yerusalem dan jasadnya dibawa kembali ke Spanyol oleh muridnya. Bersama Katedral Savior of Zaragoza, Basilika St. Maria dari pilar juga memiliki status sebagai gereja co-cathedral atau gereja tempat kedukan Uskup Agung Zaragoza.
2. Berada di tepian Sungai Ebro yang ikonik

Basilika St. Maria dari pilar berada di tepian Sungai Ebro yang ikonik. Menurut laman World Atlas, Sungai Ebro adalah sungai terpanjang di Spanyol yang seluruh aliran sungainya berada di dalam wilayah negara Spanyol sepanjang sekitar 910 km dan berakhir di Laut Mediterania. Sungai ini menyimpan rekam jejak sejarah Spanyol dari masa ke masa termasuk sejarah dari basilika megah tersebut
Sungai Ebro terkenal pula dengan pemandangannya yang indah dan merupakan sungai yang menyediakan bahan baku air minum bagi jutaan orang. Sungai ini terkenal kaya akan keanekaragaman hayatinya seperti sejumlah spesies tumbuhan, ikan dan hewan-hewan lainnya
3. Dibangun dengan gaya arsitektur Barok

Bangunan Basilika St. Maria dari pilar memiliki sejumlah gaya arsitektur seperti Romanesque, Gotik namun yang paling utama adalah seni arsitektur Barok. Menurut laman Victoria and Albert Museum, Barok adalah gaya arsitektur dan desain asal Italia yang penuh dengan detail ornamen yang sangat rumit. Seni arsitektur tersebut berkembang pesat di Eropa pada abad ke-17 dan paruh pertama abad ke-18. Pengaruh seni Barok dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa serta menjadi gaya visual pertama yang memiliki dampak signifikan di Eropa dan dunia.
Menurut laman Pilgrimaps, Basilika St. Maria dari pilar ini merupakan bangunan bergaya Barok yang memiliki 3 naves (lorong) dan sejumlah kubah yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan katedral di Spanyol. Terdapat 4 menara tinggi di sudut-sudut bangunan serta 11 kubah yang dihiasi ubin kaca(glass tile) berwarna hijau, kuning, biru dan putih. Bangunan gereja tersebut kerap dijuluki "a jewel of Baroque art in Spanyol". Bersama dengan Katedral Santiago de Compostela, Basilika St. Maria dari pilar adalah salah satu destinasi spiritual yang penting di Spanyol yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahunnya.
4. Rumah bagi sejumlah mahakarya seni religius Kristen

Selain sebagai tempat suci keagamaan, Basilika St. Maria dari pilar juga merupakan tempat bagi "harta karun" karya seni religius Kristen. Menurut laman Fascinating Spain, terdapat sejumlah karya seni yang luar biasa utamanya karya seni pahat dan lukisan fresco di dalam interior gereja. Saat memasuki bangunan basilika, akan terlihat Santa Capilla (Kapel Suci) yang dibangun berdasarkan desain arsitek Spanyol Ventura Rodríguez dari abad ke-18 yang merupakan salah satu karya seni Barok Spanyol yang paling indah.
Di dekat altar Santa Capila, patung pahatan St. Maria yang menggendong bayi Yesus berdiri di atas pilar dapat ditemui. Selain itu terdapat pula lukisan fresco karya seniman terkenal dan berpengaruh Spanyol Francisco Goya dari abad ke-18. Salah satu karya pahatan yang luar biasa di basilika ini adalah pahatan panel altar di altar utama karya Damián Forment yang dipahat pada abad ke-16 yang bertemakan pengangkatan Bunda Maria ke Surga. Panel altar tersebut terbuat dari alabaster polikrom dan kayu dengan perpaduan gaya Gotik dan Renaisans.
5. Pernah dijatuhi bom pada masa perang saudara Spanyol

Terdapat fakta unik mengenai basilika ini saat meletusnya perang saudara Spanyol di masa silam. Menurut laman Discover Walks, ketika meletus perang saudara di Spanyol pada tahun 1936-1939, pihak yang didukung komunis menjatuhkan 3 bom, 1 di luar gereja dan 2 di dalam gereja.
Bom-bom tersebut merobek atap dan menghantam lantai, tapi tak ada yang meledak. Setelah dijinakkan dan dinonaktifkan, bom-bom, tersebut kini dipajang di salah satu dinding basilika.
Jangan lupa untuk mengunjungi basilika yang megah dan bersejarah ini jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Spanyol, ya!










![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 4 SD? Edisi IPA](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-media-32218913-3c9296c30326a359cd62291a7a4a8913-72224ffc9a5d9a92e1ef4461f7b4d761.jpeg)






