Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Black Oystercatcher, Burung yang Jadi Indikator Kondisi Habitat

3 min read
5 Fakta Black Oystercatcher, Burung yang Jadi Indikator Kondisi Habitat
Black Oystercatcher (commons.wikimedia.org/SandyCole)
  • Black oystercatcher adalah burung pantai berwarna gelap dengan paruh merah-oranye khas, yang hidup di pesisir berbatu sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara.
  • Burung ini mencari kerang, limpet, teritip, dan bulu babi saat air surut menggunakan paruh kuat, serta bersarang sederhana di kerikil atau sela batu.
  • Perubahan populasi dan keberhasilan reproduksi black oystercatcher digunakan untuk memantau kondisi habitat pesisir, yang rentan terhadap pencemaran, tumpahan minyak, dan aktivitas manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi suatu habitat bisa dipantau dari keberadaan satwa yang hidup di dalamnya. Salah satunya black oystercatcher (Haematopus bachmani), burung pantai yang hidup di kawasan pesisir berbatu sepanjang pantai barat Amerika Utara. Spesies ini cukup bergantung pada kondisi lingkungan pesisir untuk mencari makan dan berkembang biak.

Perubahan yang terjadi di habitatnya dapat memengaruhi kehidupan black oystercatcher, termasuk jumlah populasi dan keberhasilan reproduksinya. Karena itu, burung ini menjadi salah satu spesies yang diperhatikan dalam pemantauan kondisi kawasan pesisir. Yuk, simak lima fakta tentang black oystercatcher berikut ini!

  1. 1. Memiliki paruh merah-oranye yang khas

    Black Oystercatcher
    Black Oystercatcher (commons.wikimedia.org/Kevin Cole)

    Tubuh black oystercatcher didominasi warna gelap. Dilansir laman All About Birds, bulu pada kepala dan lehernya berwarna hitam, sedangkan bagian punggung hingga dada terlihat cokelat tua. Warna tersebut berpadu dengan paruh panjang berwarna merah menyala-oranye, cincin mata kuning, dan kaki berwarna merah muda pucat.

    Perpaduan warna itu membuat black oystercatcher mudah dikenali ketika sedang berada di garis pantai. Saat berdiri di antara batuan gelap, rumput laut, dan cangkang kerang, tubuhnya dapat terlihat menyatu dengan lingkungan sekitar. Burung ini juga memiliki tubuh yang cukup kuat untuk menghadapi kondisi pesisir berbatu dan ombak.

  2. 2. Hidup di pesisir berbatu Amerika Utara

    Black Oystercatcher
    Black Oystercatcher (commons.wikimedia.org/Derek Keats)

    Wilayah persebaran black oystercatcher membentang di sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara. Dilansir laman Audubon, spesies ini dapat ditemukan mulai dari Kepulauan Aleut di Alaska hingga Semenanjung Baja California di Meksiko. Habitatnya mencakup pantai berbatu, pulau kecil, terumbu datar, hingga struktur pemecah gelombang.

    Area berbatu dipilih karena menyediakan banyak mangsa yang bisa ditemukan ketika air laut surut. Black oystercatcher juga cenderung menetap di wilayah jelajah yang sama sepanjang tahun. Beberapa individu dapat berpindah ke kawasan pesisir lain ketika kondisi cuaca atau sumber makanan mengalami perubahan.

  3. 3. Paruhnya digunakan untuk membuka cangkang

    Black Oystercatcher
    Black Oystercatcher (commons.wikimedia.org/Mike's Birds)

    Saat air laut mulai surut, black oystercatcher akan mencari makanan di permukaan batu yang sebelumnya tertutup air. Dilansir laman Seattle Aquarium, burung ini memakan berbagai hewan laut seperti kerang, limpet, teritip, dan bulu babi. Mangsa tersebut biasanya menempel kuat pada batu atau memiliki cangkang keras.

    Bentuk paruh yang panjang dan kuat membantu burung ini mengambil mangsa dari permukaan batu. Black oystercatcher dapat menyelipkan paruh ke bagian tertentu pada cangkang kerang untuk memutus ototnya. Pada limpet, burung ini juga bisa menggunakan paruh untuk melepaskan cangkang dari batu.

  4. 4. Membuat sarang sederhana di antara bebatuan

    Sarang Black Oystercatcher
    Sarang Black Oystercatcher (commons.wikimedia.org/Dane Paijmans)

    Pasangan burung ini dapat bertahan bersama selama bertahun-tahun dan menggunakan wilayah teritorial yang sama. Masih dari laman Seattle Aquarium, musim berbiak biasanya berlangsung ketika kondisi pesisir mendukung proses bertelur. Lokasi sarang dipilih di tempat yang cukup tinggi agar tidak mudah terkena air pasang.

    Sarangnya berupa cekungan dangkal yang dibuat di atas kerikil atau sela batu. Burung ini dapat menggunakan pecahan cangkang dan serpihan batu di sekitar lokasi untuk mengisi bagian dasar sarang. Betina biasanya menghasilkan satu hingga tiga butir telur yang kemudian dirawat oleh kedua induknya.

  5. 5. Menjadi indikator kondisi habitat pesisir

    Black Oystercatcher
    Black Oystercatcher (commons.wikimedia.org/National Marine Sanctuaries)

    Kehidupan black oystercatcher sangat berkaitan dengan kondisi kawasan tempatnya mencari makan dan berkembang biak. Dilansir laman National Park Service, perubahan pada populasi dan keberhasilan reproduksi burung ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi habitat pesisir. Gangguan seperti pencemaran, tumpahan minyak, serta aktivitas manusia dapat memengaruhi keberadaannya.

    Karena cukup bergantung pada kawasan pesisir berbatu, perubahan lingkungan dapat terlihat dari kondisi populasi black oystercatcher. Data mengenai jumlah burung, keberhasilan sarang, dan perubahan habitat kemudian dapat digunakan dalam pemantauan kawasan pesisir. Hal inilah yang membuat spesies tersebut diperhatikan dalam pengelolaan habitat di sepanjang pantai Pasifik.

    Black oystercatcher masih ditemukan di berbagai kawasan pesisir berbatu sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara. Ketergantungannya terhadap kondisi lingkungan membuat perubahan pada populasi dan keberhasilan reproduksinya dapat menjadi indikator kondisi habitat pesisir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More