Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Etroubles, Desa Italia dengan Jejak Romawi dan Jalur Peziarah

5 min read
5 Fakta Etroubles, Desa Italia dengan Jejak Romawi dan Jalur Peziarah
desa Etroubles di Italia (commons.wikimedia.org/Hagai Agmon-Snir حچاي اچمون-سنير חגי אגמון-שניר)
  • Etroubles di Valle d’Aosta telah menjadi titik persinggahan sejak era Romawi, saat dikenal sebagai Restapolis di jalur Aosta menuju Colle del Gran San Bernardo.
  • Pada Abad Pertengahan, desa ini dilalui Via Francigena menuju Roma; peziarah, pedagang, tentara, dan pelancong melintasi kawasan Alpen melalui rute tersebut.
  • Etroubles memadukan bangunan bersejarah, museum seni kontemporer terbuka sejak 2005, serta pengakuan I Borghi più belli d’Italia dan Bandiera Arancione.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Etroubles merupakan desa bersejarah yang berada di Lembah Gran San Bernardo, Valle d'Aosta, Italia, pada ketinggian sekitar 1.270 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi hutan, padang rumput Alpen, dan pegunungan, desa ini memiliki suasana khas kawasan pegunungan Italia utara. Di balik lanskapnya yang tenang, Etroubles menyimpan sejarah panjang sebagai tempat persinggahan di jalur yang menghubungkan Italia dengan wilayah di balik Pegunungan Alpen.

Sejak zaman Romawi, kawasan Etroubles telah memiliki hubungan erat dengan jalur menuju Colle del Gran San Bernardo. Pada Abad Pertengahan, jalur tersebut berkembang menjadi bagian dari Via Francigena yang dilalui para peziarah menuju Roma. Yuk, kita simak lima fakta menarik Etroubles, desa Italia dengan jejak Romawi dan jalur peziarah ini!

  1. 1. Sudah dikenal sejak zaman romawi

    Desa Etroubles di Italia
    desa Etroubles di Italia (commons.wikimedia.org/Luca Aless)

    Etroubles memiliki sejarah yang dapat ditelusuri hingga masa Romawi ketika kawasan ini dikenal dengan nama Restapolis. Balteus menyebutkan bahwa letaknya berada di jalur kuno yang menghubungkan wilayah Aosta dengan Alpis Poenina, nama Romawi untuk kawasan Colle del Gran San Bernardo yang menjadi salah satu lintasan penting melintasi Pegunungan Alpen. Pemerintah Etroubles menyebut kawasan tersebut kemungkinan menjadi tempat tinggal musim dingin bagi garnisun Romawi yang bertugas mengawasi jalur menuju celah pegunungan tersebut.

    Jalur kuno itu memiliki arti penting karena menghubungkan kawasan Italia dengan wilayah di sebelah utara Alpen. Setelah kemenangan Romawi atas kaum Salassi pada 23 SM, penguasaan terhadap jalur menuju Gran San Bernardo menjadi semakin penting bagi Romawi. Posisi Etroubles sebagai titik persinggahan membuat sejarah desa ini sejak awal tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perjalanan, perdagangan, dan pergerakan manusia melintasi pegunungan.

  2. 2. Dilalui jalur peziarahan via francigena

    Desa Etroubles di Italia
    desa Etroubles di Italia (commons.wikimedia.org/Hagai Agmon-Snir حچاي اچمون-سنير חגי אגמון-שניר)

    Hubungan Etroubles dengan perjalanan tidak berhenti pada masa Romawi karena kawasan ini kemudian menjadi bagian dari Via Francigena. European Association of the Via Francigena menyebutkan bahwa jalur tersebut berkembang dari jaringan jalan kuno dan pada Abad Pertengahan digunakan oleh para peziarah yang melakukan perjalanan menuju Roma. Salah satu catatan penting berasal dari perjalanan Uskup Agung Sigeric pada sekitar 990-994, yang mencatat rute perjalanan pulangnya dari Roma menuju Canterbury.

    Karena berada di jalur menuju Colle del Gran San Bernardo, Etroubles menjadi tempat yang dilewati oleh berbagai kelompok selama berabad-abad. Para peziarah, pedagang, tentara, dan pelancong menggunakan jalur tersebut dengan berjalan kaki, menunggang kuda, atau menggunakan bagal untuk melintasi kawasan Alpen. Hingga sekarang, Via Francigena masih dapat diikuti sebagai rute perjalanan dan peziarahan yang melewati Etroubles.

  3. 3. Punya museum seni kontemporer di ruang terbuka

    Desa Etroubles di Italia
    desa Etroubles di Italia (commons.wikimedia.org/Luca Aless)

    Salah satu hal yang membuat Etroubles berbeda dari desa bersejarah lainnya adalah keberadaan museum seni terbuka di pusat permukimannya. Sejak 2005, jalan-jalan berbatu dan sudut-sudut desa menjadi tempat bagi berbagai karya seni kontemporer yang ditempatkan di antara rumah-rumah tua. Konsep tersebut membuat pengunjung dapat menikmati karya seni sambil berjalan menyusuri lingkungan bersejarah tanpa harus memasuki gedung museum konvensional.

    Dilansir Art Bonus, proyek tersebut dikenal dengan tema "À Étroubles, avant toi sont passés…", yang kurang lebih berarti "Di Etroubles, sebelum kamu telah datang...". Tema tersebut terhubung dengan sejarah panjang desa sebagai tempat yang terus dilewati manusia selama berabad-abad. Pemerintah setempat mencatat bahwa terdapat puluhan karya yang tetap dipamerkan sepanjang tahun, sehingga jalan-jalan desa berfungsi sekaligus sebagai ruang publik dan galeri seni.

  4. 4. Memiliki bangunan bersejarah dari berbagai periode

    Menara Vachéry
    menara vachéry (commons.wikimedia.org/Patafisik)

    Pusat Etroubles memperlihatkan karakter desa Alpen dengan jalan-jalan berbatu, rumah-rumah dari batu lokal, serta atap yang menggunakan lempengan batu khas kawasan tersebut. Dilansir lovevda.it, salah satu peninggalan yang menarik adalah Menara Vachéry, sebuah menara persegi dari abad ke-12 yang menurut sumber setempat kemungkinan dibangun di atas fondasi dari masa Romawi. Keberadaan menara tersebut memperlihatkan bagaimana unsur sejarah dari periode berbeda dapat ditemukan dalam ruang desa yang relatif kecil.

    Etroubles juga memiliki Gereja Santai Maria Assunta, yang bangunan utamanya dibangun kembali pada 1814. Menara loncengnya jauh lebih tua dan dibangun pada 1480, sementara di dalam gereja terdapat koleksi benda seni sakral yang menjadi bagian dari warisan keagamaan desa. Selain itu, sebuah hospis untuk para pejalan dan peziarah telah berfungsi di kawasan ini sejak 1317, memperlihatkan kuatnya hubungan Etroubles dengan perjalanan melintasi Alpen.

  5. 5. Mendapat pengakuan sebagai desa bersejarah dan tujuan wisata

    Desa Etroubles di Italia
    desa Etroubles di Italia (commons.wikimedia.org/adirricor)

    Etroubles termasuk dalam jaringan I Borghi più belli d’Italia, yang menghimpun berbagai pusat permukiman kecil dengan karakter sejarah, budaya, dan lingkungan yang menonjol. Organisasi tersebut menggambarkan Etroubles sebagai borgo abad pertengahan dengan jalan berbatu, rumah-rumah tua dari batu lokal, air mancur, serta menara lonceng dan gereja dari abad ke-19. Lingkungan tersebut memperlihatkan bagaimana karakter tradisional desa tetap dipertahankan di tengah lanskap pegunungan.

    Etroubles juga memperoleh Bandiera Arancione dari Touring Club Italiano pada 2010, dan tercatat sebagai comune pertama di Valle d’Aosta yang menerima penghargaan tersebut. Pengakuan itu berkaitan dengan pusat bersejarah yang terawat serta pengelolaan lingkungan dan pengalaman wisata di kawasan tersebut. Kombinasi antara warisan sejarah, seni kontemporer, jalur peziarahan, dan lingkungan Alpen membuat Etroubles memiliki karakter wisata yang cukup beragam.

    Etroubles merupakan desa Alpen yang menyimpan jejak sejarah jauh lebih panjang daripada yang terlihat dari suasananya yang tenang. Dari Restapolis pada masa Romawi hingga jalur Via Francigena pada Abad Pertengahan, desa ini telah menjadi tempat persinggahan bagi manusia yang melintasi Pegunungan Alpen selama berabad-abad. Kini, warisan tersebut berpadu dengan bangunan bersejarah, museum seni terbuka, dan lanskap pegunungan untuk membentuk karakter Etroubles sebagai salah satu desa menarik di Valle d’Aosta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More