Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Hooded Pitta, Burung Hutan dengan Warna Hijau dan Merah

4 min read
5 Fakta Hooded Pitta, Burung Hutan dengan Warna Hijau dan Merah
Hooded pitta (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
  • Hooded pitta atau paok hijau adalah burung pengicau Pitta sordida berukuran 16–19 cm, berciri tubuh hijau tua, kepala hitam, serta bagian bawah merah dan sayap biru kehijauan.
  • Burung ini lebih sering mencari cacing, siput, dan serangga di lantai hutan berdaun gugur; saat terganggu, hooded pitta dapat melompat sebelum terbang menjauh.
  • Sebarannya mencakup Asia Selatan hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia; habitatnya meliputi hutan rendah, hutan sekunder, perkebunan, dengan bukti perkembangbiakan di Sumatra Selatan pada 2014.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hooded pitta atau Pitta sordida merupakan burung pengicau dari keluarga Pittidae yang banyak menghabiskan waktu di lantai hutan. Burung ini dikenal karena perpaduan warna hijau, hitam, biru kehijauan, dan merah pada tubuhnya. Di Indonesia, spesies ini dikenal dengan nama paok hijau.

Pitta sordida memiliki wilayah sebaran yang luas di Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga sejumlah kepulauan di sekitarnya. Habitatnya tidak hanya berupa hutan, tetapi juga dapat mencakup perkebunan dan kawasan berhutan lainnya. Berikut lima fakta tentang Hooded Pitta yang menarik untuk diketahui.

  1. 1. Tubuhnya didominasi warna hijau dan merah

    Hooded pitta
    Hooded pitta (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

    Hooded pitta memiliki warna tubuh yang mudah dikenali saat berada di lantai hutan. Bagian atas tubuhnya berwarna hijau tua, sedangkan kepala, dagu, dan tenggorokannya berwarna hitam. Perut bagian bawah dan penutup bawah ekornya berwarna merah, sementara bagian sayap memiliki warna biru kehijauan.

    Warna biru kehijauan juga terlihat pada bagian punggung bawah dan penutup sayapnya. Pada beberapa individu, bagian sayap dapat memiliki bercak putih dengan ukuran yang bervariasi. Perpaduan warna tersebut membuat Hooded pitta memiliki pola tubuh yang khas dibandingkan banyak burung lain di habitatnya.

  2. 2. Ukurannya hanya sekitar 16-19 cm

    Hooded pitta
    Hooded pitta (pexels.com/Pok Rie)

    Hooded pitta berukuran sekitar 16–19 cm dengan ekor yang relatif pendek. Bagian atas tubuhnya berwarna hijau tua dengan tambalan biru kehijauan pada sayap. Kepala, wajah, dagu, dan tenggorokannya berwarna hitam sehingga membentuk pola warna yang khas.

    Nama ilmiah burung ini adalah Pitta sordida, yang dalam taksonomi eBird kini disebut Western Hooded Pitta. Nama tersebut digunakan setelah kelompok Hooded Pitta dipisahkan menjadi beberapa spesies berdasarkan perbedaan suara, warna bulu, dan data genetik. Pemisahan itu juga menghasilkan nama seperti Nicobar Hooded Pitta, Minahasa Hooded Pitta, Eastern Hooded Pitta, dan Biak Hooded Pitta.

  3. 3. Lebih sering mencari makan di lantai hutan

    Hooded pitta
    Hooded pitta (commons.wikimedia.org/DickDaniels)

    Hooded pitta lebih sering mencari makanan di permukaan tanah daripada di tajuk pohon. Burung ini memanfaatkan serasah dan tanah untuk menemukan berbagai hewan kecil yang menjadi makanannya. Cacing, siput, dan serangga termasuk beberapa jenis makanan yang dapat ditemukan saat burung ini mengais lantai hutan.

    Di Bangka Belitung, burung ini dikenal dengan nama pepak dan dapat dijumpai di kawasan dengan tanah lembap serta banyak daun gugur. Burung ini mencari makanan di antara serasah dan permukaan tanah, terutama ketika kondisi habitat mendukung aktivitas tersebut. Saat terganggu, burung dapat melompat sebelum terbang menjauh dari lokasi semula.

  4. 4. Hidup di beragam hutan Asia

    Hooded pitta
    Hooded pitta (commons.wikimedia.org/Moosh Be)

    Habitat hooded pitta mencakup berbagai kawasan berhutan di Asia Selatan hingga Asia Tenggara dan kepulauan di sekitarnya. Di Indonesia, jenis ini tercatat menghuni hutan dataran rendah, hutan sekunder, perkebunan, dan sejumlah habitat berhutan lainnya. Sebagian populasinya menetap, sedangkan kelompok tertentu melakukan perpindahan musiman.

    Penelitian di Sumatra menyebut Pitta sordida dapat ditemukan dari kawasan hutan hingga perkebunan karet dan kopi yang telah ditumbuhi vegetasi. Di wilayah kepulauan, beberapa bentuknya memiliki pola pergerakan berbeda sesuai daerah asalnya. Keragaman habitat tersebut menunjukkan bahwa keberadaannya tidak terbatas pada hutan primer yang masih rapat.

  5. 5. Pernah berkembang biak di Sumatra

    Telur Hooded pitta
    Telur Hooded pitta (commons.wikimedia.org/Mike Prince)

    Hooded pitta juga memiliki pola perkembangbiakan yang telah tercatat di Indonesia. Penelitian di Sumatra Selatan pada 2014 menjadi laporan pertama tentang bukti perkembangbiakan spesies ini di daratan Sumatra. Bukti tersebut berasal dari seekor individu muda yang dilaporkan diambil dari sarang di kawasan hutan sekunder.

    Penelitian itu mencatat lokasi sarang berada di sekitar kawasan hutan sekunder yang berbatasan dengan perkebunan karet. Sebelumnya, bukti perkembangbiakan di daratan Sumatra belum tercatat dalam sejumlah rujukan yang dikaji peneliti. Temuan tersebut menambah informasi tentang ekologi hooded pitta di wilayah Indonesia.

    Hooded pitta memiliki penampilan mencolok yang berpadu dengan kebiasaan hidup di lantai hutan. Pola makan, habitat, dan perilaku berkembang biaknya menunjukkan bahwa burung ini cukup bergantung pada lingkungan berhutan dengan tutupan vegetasi yang sesuai. Catatan ilmiah di Indonesia juga terus menambah pemahaman tentang kehidupan spesies ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More