Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Jembatan Golden Gate, Jalur Penghubung Populer San Francisco
Jembatan Golden Gate. (commons.wikimedia.org/File:GG-ftpoint-bridge-2.jpg: David Ball/derivative work: Georgfotoart)
  • Jembatan Golden Gate dibangun antara 1933–1937 di tengah tantangan alam ekstrem, dipimpin insinyur Joseph Strauss yang berhasil mewujudkan proyek yang awalnya dianggap mustahil.
  • Warna khas jembatan adalah International Orange, dipilih arsitek Irving Morrow karena kontras dengan laut dan kabut San Francisco sekaligus meningkatkan visibilitas bagi kapal dan pesawat.
  • Dengan gaya Art Deco, struktur megah ini memiliki bentang utama 1.280 meter dan menara setinggi 227 meter, menjadikannya jembatan gantung tertinggi serta terpanjang di dunia saat peresmiannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah lihat jembatan ini? Yup, itu adalah Jembatan Golden Gate di California, Amerika Serikat!

Bukan sekadar jembatan biasa, mahakarya teknik sipil yang dibuka sejak 1937 ini menghubungkan Teluk San Francisco dengan Samudra Pasifik. Selain jadi jalur transportasi, jembatan gantung ini sudah jadi ikon dunia yang sangat terkenal.

Tapi, tahu enggak sih? Di balik warnanya yang khas, ada banyak cerita seru dan rahasia yang jarang diketahui orang. Yuk, langsung kita simak fakta menariknya!

1. Sempat dianggap proyek mustahil

Jembatan Golden Gate. (unsplash.com/Joonyeop Baek)

Sebelum jembatan ini berdiri, banyak ahli yang skeptis dan menyebut proyek pembangunannya sebagai hal yang mustahil. Selat Golden Gate dikenal punya tantangan alam yang sangat ekstrem, mulai dari kedalaman air mencapai 113 meter hingga arus pasang surut yang berputar kuat. Belum lagi tantangan angin kencang dan kabut tebal yang dianggap para ahli bakal menghalangi proses pembangunan serta operasional jembatan.

Ditambah lagi, lokasi selat ini juga memiliki risiko gempa bumi yang sangat tinggi bagi struktur bangunan besar. Namun, semua keraguan tersebut berhasil dipatahkan oleh kepala insinyur bernama Joseph Strauss. Ia sukses memimpin proyek ini hingga selesai dalam waktu empat tahun saja, yaitu dari tahun 1933 hingga resmi dibuka pada 1937.

2. Warnanya bukan merah, tapi “international orange"

Jembatan Golden Gate. (commons.wikimedia.org/Brocken Inaglory)

Banyak orang mengira jembatan ini dicat dengan warna merah biasa, padahal warna aslinya adalah International Orange. Warna unik mirip oranye vermilion ini awalnya hanyalah lapisan dasar pelindung karat yang dipilih oleh sang arsitek, Irving Morrow. Namun, karena warnanya terlihat sangat cantik dan menyatu dengan alam sekitar, Morrow memutuskan untuk menjadikannya warna akhir jembatan.

Selain bikin tampilan jembatan makin estetik, pilihan warna ini ternyata punya fungsi yang sangat penting. Warnanya yang terang memberikan kontras yang luar biasa dengan birunya air laut dan langit di sekitarnya. Alasan utamanya adalah agar jembatan tetap terlihat sangat jelas oleh kapal dan pesawat saat kabut tebal khas San Francisco sedang turun.

3. Jembatan bergaya art deco

Jembatan Golden Gate. (unsplash.com/Dennis_TM)

Arsitek konsultan Irving Morrow adalah sosok di balik keindahan estetika Jembatan Golden Gate yang bergaya Art Deco. Ia merancang detail bentuk menara jembatan, lampu jalan, pagar pembatas, hingga area jalan setapak bagi pejalan kaki. Berkat sentuhannya pula, skema pencahayaan jembatan ini terlihat sangat dramatis dan memukau saat malam hari.

Secara ukuran, jembatan ini memiliki bentang utama sepanjang 1.280 meter dengan menara yang menjulang 227 meter di atas air. Jarak antara jalan raya dan permukaan air pasang di titik tengahnya pun mencapai 81 meter yang sangat tinggi. Maka tidak heran jika setelah selesai dibangun pada tahun 1937, jembatan ini langsung menyabet gelar sebagai jembatan gantung tertinggi dan terpanjang di dunia.

4. Ada jaring penyelamat yang mencetak sejarah keselamatan

Sistem jaring pencegah bunuh diri yang dipasang di Jembatan Golden Gate. (commons.wikimedia.org/Kylelovesyou)

Pada tahun 1930-an, aturan keselamatan kerja di dunia konstruksi belum seketat sekarang hingga ada mitos kalau tiap proyek 1 juta dolar pasti memakan satu korban jiwa. Untuk mencegah hal tersebut, kepala insinyur Joseph Strauss memasang jaring penyelamat besar di bawah area kerja jembatan. Langkah inovatif ini sangat sukses karena berhasil menyelamatkan 19 pekerja yang sempat terpeleset dan jatuh dari atas.

Menariknya, para pekerja yang selamat dari maut ini kemudian membuat komunitas eksklusif bernama "Half Way to Hell Club". Sayangnya, kecelakaan besar tetap terjadi menjelang proyek selesai ketika sebuah perancah jebol dan menembus jaring pengaman tersebut. Peristiwa tragis pada Februari 1937 itu menewaskan 10 orang, sementara 2 pekerja lainnya berhasil selamat dari jatuh setinggi 61 meter.

5. Ditopang oleh kabel utama yang sangat panjang dan tebal

Potongan melintang dari kabel utama Jembatan Golden Gate yang dipajang sebagai pameran edukasi Golden Gate Bridge Highway and Transportation District di San Francisco, California. (commons.wikimedia.org/Osservastro)

Karena Joseph Strauss kurang berpengalaman dengan desain suspensi kabel, tanggung jawab rekayasa jembatan ini jatuh kepada para ahli lain seperti Charles Alton Ellis dan Leon Moisseiff. Moisseiff mendesain struktur dasar jembatan dengan teori defleksi, di mana jalan raya yang fleksibel akan melentur saat ditiup angin untuk mengurangi tekanan. Jalur kendaraan ini ditopang oleh 250 pasang tali vertikal yang terhubung langsung ke dua kabel utama jembatan.

Kabel-kabel utama tersebut melintasi dua menara tinggi dan ditanam kuat pada beton di setiap ujung jembatan. Hebatnya, setiap kabel utama ini terbuat dari gabungan 27.572 untaian kawat baja galvanis yang sangat kuat. Jika semua kawat tersebut disambungkan, panjang totalnya bisa mencapai 130.000 kilometer, ditambah lagi ada sekitar 600.000 paku keling yang mengunci setiap menara jembatan.

Nah, itu dia berbagai fakta seru di balik kemegahan Jembatan Golden Gate yang super ikonis. Sampai hari ini, jembatan ini bukan cuma sekadar jalur transportasi biasa, tapi sebuah mahakarya yang bikin kita takjub dengan kehebatan arsitektur dan sejarahnya yang luar biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article