Suku Nenet yang di masa lalu juga disebut orang Samoyed atau Yurak adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah Arktik Rusia, sebuah wilayah yang terkenal dengan suhu dingin ekstremnya. Menurut sensus terakhir di tahun 2021, terdapat sekitar 49.000-an orang Nenet yang hidup di negara Federasi Rusia. Menurut laman The Culture Trip, suku Nenet merupakan kelompok suku nomaden yang terkenal dengan tradisi migrasi tahunan dan penggembalan rusa kutub paling ikonik di Rusia, yang masih terus mempraktekkan tradisi dan cara hidup unik mereka di zaman modern ini.
5 Fakta Suku Nenet, Penghuni Arktik yang Terkenal Dengan Tradisi Migrasinya

- Suku Nenet adalah kelompok etnis nomaden di Arktik Rusia dengan populasi sekitar 49.000 orang, terkenal karena tradisi migrasi tahunan dan penggembalaan rusa kutub yang masih lestari hingga kini.
- Mereka terbagi menjadi dua komunitas utama, Nenet tundra dan Nenet hutan, hidup di wilayah ekstrem seperti Semenanjung Yamal dengan suhu bisa mencapai -50 derajat Celcius.
- Tradisi dan cara hidup suku Nenet kini terancam oleh eksplorasi gas alam serta perubahan iklim yang mengganggu jalur migrasi dan sumber makanan bagi kawanan rusa kutub mereka.
Dalam perjalanan sejarah, budaya dan cara hidup suku Nenet tersebut telah bertahan dari kolektivisasi atau kebijakan penggabungan kepemilikan penggembalaan rusa kutub dan upaya represif terhadap suku tersebut oleh Stalin di Era Uni Soviet di masa lalu. Di masa modern ini, suku Nenet yang dijuluki sebagai "penjaga" Arktik Siberia ini juga menghadapi ancaman dari eksplorasi sumber daya alam dan perubahan iklim yang bisa berdampak signifikan pada cara hidup unik mereka yang telah diturunkan dari generasi ke generasi tersebut
Ingin tahu lebih lanjut tentang suku yang hidup di salah satu tempat paling terpencil di muka bumi, ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Terbagi atas dua komunitas suku utama

Menurut laman Arctic Portal, suku Nenet terbagi menjadi 2 kelompok utama, yakni: suku Nenet tundra dan suku Nenet hutan, kedua kelompok tersebut memiliki bahasa yang berbeda. Suku Nenet tundra merupakan suku Nenet mayoritas, mereka tinggal di 2 wilayah otonom termasuk sebagian besarnya yang mendiami Semenanjung Yamal, bagian paling utara wilayah Siberia. Suku Nenet hutan hanya berjumlah sekitar 1.500 orang dan tinggal di lembah Sungai Pur dan Sungai Taz, Rusia.
Sebagian besar suku Nenet tundra, yang merupakan suku Nenet mayoritas telah mendiami Semenanjung Yamal, selama berabad-abad. Semenanjung Yamal, merupakan wilayah Arktik yang jarang dikunjungi manusia. Dalam bahasa asli mereka "Semenanjung Yamal" memiliki arti "ujung dunia", merupakan wilayah liar terpencil dengan tundra Arktik yang tandus, dan memiliki suhu ekstrem dengan suhu musim dinginnya bisa mencapai -50 derajat Celcius. Sejumlah sumber informasi menuliskan, tempat tersebut merupakan salah satu spot terbaik di Rusia untuk melihat aurora borealis.
2. Terkenal dengan migrasi tahunan legendarisnya

Suku Nenet terkenal dengan tradisi migrasi tahunannya yang legendaris. Menurut laman National Geographic, suku Nenet utamanya suku Nenet tundra yang hidup di wilayah Siberia adalah suku nomaden yang melakukan migrasi tahunan pulang pergi sejauh sekitar 800 mil atau sekitar 1.200-an km. Selama musim dingin yang suhunya terkadang mencapai hingga -50 derajat Celcius, mereka melakukan perjalanan ke selatan yang lebih hangat bersama seluruh anggota suku dan kawanan rusa kutubnya menuju hutan tundra untuk mencari makanan bagi rusa kutub yang digembalakannya.
Pada musim panas, mereka bermigrasi ke utara untuk menghindari nyamuk dan mencari padang rumput di daerah pesisir. Suku Nenet hutan juga melakukan migrasi meski tak sejauh yang dilakukan oleh suku Nenet tundra. Suku Nenet tinggal di dalam tenda tradisional berbentuk kerucut yang disebut chums (atau choom). Struktur tenda tersebut terdiri atas sekitar 25 hingga 40 tiang kayu yang disusun melingkar membentuk kerucut yang kemudian ditutupi dengan lapisan kulit rusa kutub. Tenda tersebut mampu menahan suhu di bawah nol dan angin beku Arktik serta dapat dibongkar pasang dalam waktu yang relatif singkat ketika mereka melakukan perjalanan migrasi.
3. Rusa kutub adalah hewan terpenting di suku Nenet

Bagi suku Nenet, reindeer atau rusa kutub adalah hewan terpenting dalam kehidupan mereka. Sejumlah sumber informasi menuliskan rusa kutub adalah fondasi budaya suku Nenet. Hewan tersebut menyediakan makanan, bahan pakaian, peralatan dan juga berperan sebagai alat transportasi. Semua bagian dari rusa kutub tersebut benar-benar digunakan oleh suku Nenet dalam kehidupan keseharian mereka. Para penggembala suku Nenet dengan cermat mengelola rusa kutub tersebut dan memilih yang terkuat untuk migrasi dan untuk menarik kereta luncur tradisional mereka.
Orang-orang suku Nenet meyakini memiliki hubungan spiritual yang mendalam dengan hewan-hewan mereka dan mempercayai bahwa rusa kutub adalah hadiah dari para dewa. Dalam kesehariannya, para pria menghabiskan waktu untuk merawat rusa kutub, memperbaiki kereta luncur dan mencari padang rumput baru untuk memberi makan kawanan rusa kutubnya, sementara para wanita bertanggung jawab untuk memasak, menjahit dan membesarkan anak-anak. Makanan utama mereka terdiri dari daging rusa kutub, ikan dan terkadang hidangan istimewa berupa darah rusa kutub yang dicampur dengan salju segar sebagai sumber vitamin yang vital selama bulan-bulan musim dingin yang panjang.
4. Mengembangbiakkan anjing penggembala rusa

Suku Nenet diketahui mengembangbiakkan anjing gembala yang dilatih khusus untuk membantu menggembalakan kawanan rusa kutub milik suku Nenet tersebut. Anjing tersebut dikenal dengan nama anjing Nenets herding laika. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Animalia-Bio, anjing Nenets herding laika adalah ras anjing asli Rusia yang awalnya dipilih dan dikembangbiakkan oleh suku Nenets bukan untuk berburu namun untuk menggembalakan kawanan rusa kutubnya.
Memiliki ukuran medium, anjing tersebut memiliki dua lapis bulu yang tebal untuk beradaptasi di lingkungan dingin dengan warna bulu abu-abu, coklat muda, merah, hitam atau putih. Anjing tersebut memiliki sifat yang energik. Anjing ras Samoyed yang terkenal dengan varian warna bulu putihnya yang tebal di kalangan pecinta anjing merupakan kerabat dekat dari anjing Nenets herding laika tersebut.
5. Ancaman eksplorasi alam bagi masa depan suku Nenet

Di era modern saat ini, suku Nenet mengalami tantangan sekaligus ancaman bagi tradisi kehidupan mereka di masa depan. Menurut laman The Atlantic, sebagaimana diketahui wilayah Semenanjung Yamal yang menjadi tempat orang-orang suku Nenet hidup menyimpan cadangan gas alam dalam jumlah yang sangat besar, penambangannya akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan-perusahan raksasa migas yang melakukan eksplorasi di wilayah tersebut. Pembangunan infrastruktur seperti jaringan pipa gas alam membuat jalan menjadi lebih sulit dilalui oleh rusa kutub ketika mereka melakukan migrasi tahunan.
Polusi yang dihasilkan dalam eksplorasi gas alam tersebut juga turut mengancam kualitas padang rumput yang menjadi sumber makanan bagi rusa kutub peliharaan suku Nenet tersebut. Selain itu perubahan iklim karena pemanasan global menyebabkan es mencair lebih awal di musim semi, yang menyebabkan para penggembala terpaksa mengubah pola migrasi yang telah berlangsung selama berabad -abad karena rusa kutub kesulitan berjalan di atas tundra tanpa salju. Kenaikan suhu juga mempengaruhi vegetasi tundra, yang menjadi sumber makanan rusa kutub.
Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kamu mengenai salah satu suku yang terkenal dengan budaya migrasi tahunan legendarisnya di masa modern ini, ya!






![[QUIZ] Pilih Lukisan Berikut, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)










