Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Kairouan, Kota Suci dengan Masjid Unik hingga Kolam Kuno

4 min read
5 Fakta Kairouan, Kota Suci dengan Masjid Unik hingga Kolam Kuno
Kairouan (commons.wikimedia.org/MAREK SZAREJKO)
  • Kairouan, didirikan pada 670 M oleh Uqba ibn Nafi, pernah menjadi ibu kota Ifriqiya dan dikenal sebagai kota suci keempat Islam serta pusat spiritual Afrika Utara.
  • Great Mosque of Kairouan memakai pilar marmer dan porfiri dari bangunan Romawi-Bizantium, sementara kota ini pernah menjadi pusat pembelajaran mazhab Maliki pada abad ke-9 hingga ke-11.
  • Kairouan mempertahankan tradisi karpet Zarbiyah buatan tangan dan memiliki Aghlabid Basins abad ke-9, sistem dua kolam terhubung untuk menyimpan pasokan air di wilayah semi-kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kairouan merupakan salah satu kota bersejarah di Tunisia yang berperan penting dalam perkembangan Islam di Afrika Utara. Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai bangunan, tradisi, dan peninggalan yang tersebar di kota ini.

Selain kedudukannya dalam sejarah Islam, Kairouan juga memiliki sejumlah peninggalan dengan karakter yang khas. Masjid dengan pilar-pilar dari bangunan Romawi dan Bizantium, tradisi pembuatan karpet secara manual, hingga kolam besar peninggalan abad ke-9 menjadi bagian dari warisan kota ini. Lantas, seperti apa fakta-fakta tentang Kairouan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

  1. 1. Dikenal sebagai kota suci keempat dalam Islam

    Kairouan
    Kairouan (commons.wikimedia.org/Jaume Ollé)

    Kairouan didirikan pada 670 Masehi oleh Uqba ibn Nafi dan kemudian berkembang menjadi salah satu kota penting dalam sejarah Islam di Afrika Utara. Kota ini berada di bagian tengah Tunisia dan pernah menjadi ibu kota Ifriqiya selama sekitar lima abad. Kairouan juga menjadi salah satu basis awal perkembangan peradaban Arab-Islam di kawasan Maghreb.

    Kairouan kemudian dikenal sebagai salah satu kota suci dan pusat spiritual Islam, bahkan sering disebut sebagai “kota suci keempat” setelah Makkah, Madinah, dan Al-Quds. Sebutan ini berkaitan dengan kedudukan keagamaannya serta berbagai peninggalan penting yang ada di kota tersebut. Salah satunya adalah Zawiya of Sidi Sahib yang menjadi tempat makam Abu Zama El-Balawi, salah satu sahabat Nabi Muhammad.

  2. 2. Memiliki masjid dengan pilar dari bangunan Romawi dan Bizantium

    Great Mosque of Kairouan
    Great Mosque of Kairouan (commons.wikimedia.org/Habib M'henni)

    Great Mosque of Kairouan merupakan salah satu bangunan utama di kota ini. Ruang salatnya memiliki 17 bagian memanjang yang ditopang oleh deretan pilar marmer dan porfiri. Susunan ini menjadi salah satu ciri khas arsitektur masjid yang dibangun kembali pada abad ke-9.

    Sebagian pilar tersebut berasal dari bangunan Romawi dan Bizantium yang lebih tua. Perpaduan tersebut memperlihatkan bagaimana unsur arsitektur dari masa sebelumnya turut memengaruhi perkembangan bangunan Islam di Afrika Utara. Great Mosque of Kairouan kemudian menjadi model bagi sejumlah masjid lain di kawasan Maghreb.

  3. 3. Pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan

    Kairouan
    Kairouan (commons.wikimedia.org/Yamen)

    Kairouan tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan dan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat ilmu pengetahuan. Pada abad ke-9 hingga ke-11, kota ini menjadi salah satu tempat penting untuk mempelajari ilmu-ilmu Islam, terutama yang berkaitan dengan mazhab Maliki. Kegiatan belajar berkembang di sekitar masjid dan menarik para cendekiawan dari berbagai wilayah.

    Kairouan juga melahirkan sejumlah tokoh penting dalam tradisi keilmuan Islam. Salah satunya adalah Sahnun ibn Sa'id yang menyusun Al-Mudawwana, karya penting dalam perkembangan hukum Islam di kawasan Maghreb. Tokoh lain seperti Asad B. Al-Furat dan Ibn Rashid turut memperkaya tradisi intelektual kota ini. Pada masa kejayaannya, Kairouan bahkan dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran Islam terkemuka di kawasan Maghreb.

  4. 4. Menjadi salah satu pusat kerajinan karpet buatan tangan

    karpet-karpet yang dijual di Kairouan
    karpet-karpet yang dijual di Kairouan (commons.wikimedia.org/Jaume Ollé)

    Kairouan dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan karpet di Tunisia. Karpet tradisional atau Zarbiyah menjadi salah satu kerajinan yang paling dikenal dari kota ini. Meskipun pembuatan karpet kemudian berkembang di berbagai wilayah Tunisia, karpet tetap memiliki kaitan kuat dengan Kairouan dan menjadi bagian dari tradisi kerajinan masyarakatnya.

    Pembuatan karpet dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam menyusun setiap simpulnya. Karpet standar dapat memiliki sekitar 10.000 hingga 40.000 simpul per meter persegi, sementara karpet berkualitas tinggi bisa mencapai ratusan ribu simpul pada ukuran yang sama. Tradisi ini membuat karpet tidak hanya menjadi produk komersial, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya Kairouan.

  5. 5. Memiliki kolam raksasa peninggalan abad ke-9

    Aghlabid Basins
    Aghlabid Basins (commons.wikimedia.org/Mietek Ł)

    Kairouan berada di wilayah semi-kering yang rentan mengalami kekeringan dan tidak memiliki sungai atau sumber air alami di dekat kota. Kondisi tersebut membuat penyediaan dan penyimpanan air menjadi persoalan penting. Pada abad ke-9, Dinasti Aghlabid membangun Aghlabid Basins sebagai bagian dari sistem pengelolaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota.

    Aghlabid Basins terdiri atas dua kolam yang saling terhubung. Air terlebih dahulu masuk ke kolam yang lebih kecil untuk membantu mengendapkan sedimen sebelum dialirkan ke kolam yang lebih besar. Air di dalamnya mendapat pasokan melalui akuaduk dari wilayah perbukitan di luar kota. Peninggalan tersebut menjadi salah satu contoh kemampuan teknik pengelolaan air pada masa lalu dan membantu menyediakan cadangan air bagi masyarakat Kairouan.

    Kairouan menunjukkan bagaimana sebuah kota bisa memiliki peran penting dalam sejarah, agama, ilmu pengetahuan, dan budaya. Masjid berarsitektur khas, tradisi pembuatan karpet, hingga peninggalan sistem pengelolaan air menjadi bagian dari identitas kota yang masih terlihat hingga kini. Karena itu, Kairouan tidak hanya dikenal sebagai kota suci, tetapi juga sebagai salah satu tempat penting dalam jejak peradaban Islam di Afrika Utara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More