Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Walt Disney Concert Hall LA, Punya Desain Arsitektur yang Unik

5 Fakta Walt Disney Concert Hall LA, Punya Desain Arsitektur yang Unik
Walt Disney Concert Hall, Los Angeles (pexels.com/Miguel Martinez)
  • Walt Disney Concert Hall di Los Angeles dibangun berkat donasi awal 50 juta dolar dari Lillian Disney pada 1987; desain Frank Gehry terpilih melalui sayembara internasional.
  • Proyek yang dimulai pada 1991 sempat berhenti pada 1994 akibat pembengkakan biaya dan konflik politik, lalu diselamatkan oleh tokoh masyarakat serta penggalang dana.
  • Aula berkapasitas 2.265 penonton memakai tata duduk vineyard, fasad stainless steel, dan sistem isolasi box-in-box dengan lebih dari 2.000 bantalan karet untuk menjaga akustik dari getaran subway.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Walt Disney Concert Hall bisa dibilang salah satu landmark paling ikonik di Los Angeles. Bentuk bangunannya yang serba meliuk dengan fasad berkilau di bawah sinar matahari California selalu sukses bikin siapa pun penasaran.

Daya tarik Walt Disney Concert Hall gak cuma di luar. Ruang konsernya yang berkapasitas 2.265 penonton ini juga punya desain interior yang unik banget dan beda dari gedung konser pada umumnya. Nonton pertunjukan di sini jelas memberikan pengalaman yang berkesan, apalagi akustik ruangannya dirancang langsung oleh pakar kelas dunia.

Nah, berikut fakta-fakta menarik seputar Walt Disney Concert Hall yang wajib kamu tahu!

  1. 1. Lahir dari cinta Lilian untuk Walt Disney

    Walt Disney Concert Hall, Los Angeles
    Walt Disney Concert Hall, Los Angeles (commons.wikimedia.org/Michael J Fromholtz)

    Keberadaan gedung konser ini tak lepas dari rasa cinta Lillian Disney kepada mendiang suaminya, Walt Disney. Pada tahun 1987, Lillian mendonasikan dana awal sebesar 50 juta dolar Amerika atau sekitar Rp800 miliar untuk membangun aula pertunjukan megah yang diperuntukkan bagi warga Los Angeles. Untuk mewujudkan visi tersebut, diadakan sayembara desain berskala internasional.

    Dari sekian banyak arsitek dunia yang berkompetisi, rancangan milik Frank Gehry akhirnya terpilih. Gehry dinilai berhasil menyajikan konsep arsitektur yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap fungsi ruang pertunjukan musik.

  2. 2. Sempat mangkrak akibat kurang dana dan konflik politik

    Walt Disney Concert Hall, Los Angeles
    Walt Disney Concert Hall, Los Angeles (pexels.com/Igor Passchier)

    Proses pembangunan Walt Disney Concert Hall ternyata tidak berjalan mulus, lho. Meski peletakan batu pertama sudah dilakukan sejak 1991, proyek ini sempat mengalami kebuntuan dan pengerjaannya dihentikan pada tahun 1994. Penyebab utamanya adalah membengkaknya anggaran biaya konstruksi yang jauh melampaui perkiraan awal.

    Situasi ini makin memanas akibat konflik politik lokal. Proyek ini bahkan sempat dinilai mustahil untuk diselesaikan, sebelum akhirnya beberapa tokoh masyarakat dan penggalang dana turun tangan pada akhir 1990-an untuk menyelamatkan pembangunannya.

  3. 3. Mengusung konsep Vineyard Style

    konsep Vineyard Style di Walt Disney Concert Hall
    konsep Vineyard Style di Walt Disney Concert Hall (commons.wikimedia.org/Codera23)

    Salah satu keunikan utama interior aula pertunjukan ini adalah penerapan tata letak bergaya kebun anggur (vineyard-style seating). Berbeda dengan gedung konser klasik yang memisahkan penonton dan seniman, Gehry merancang tempat duduk melingkar dan bertingkat yang mengelilingi panggung di tengah. Konsep ini sengaja diciptakan untuk meminimalisir batasan hirarki antara audiens dan para musisi. Dengan begitu, di mana pun posisi duduk penonton, mereka tetap merasakan intimasi dan keterikatan visual yang dekat dengan para penampil di panggung.

  4. 4. Fasad batu ditukar menjadi stainless steel

    fasad stainless steel Walt Disney Concert Hall
    fasad stainless steel Walt Disney Concert Hall (pexels.com/Ivan Paredes)

    Di tengah jeda pengerjaan proyek ini, Gehry merampungkan mahakarya lainnya, yaitu Guggenheim Museum Bilbao di Spanyol. Sukses besar dan pujian dunia terhadap kilauan logam pada museum di Bilbao membuat Gehry dan timnya mengubah keputusan fasad luar Walt Disney Concert Hall.

    Pada konsep awal, Frank Gehry sebenarnya merancang fasad luar gedung ini menggunakan material batu kapur. Mereka akhirnya memutuskan untuk menggunakan material panel stainless steel berlapis matte dan polished untuk fasadnya. Keputusan tersebut terbukti tepat karena lekukan logam ini menjadi salah satu daya tarik utama yang memantulkan sinar matahari California secara memesona.

  5. 5. Rekayasa struktur mengantisipasi gangguan akustik jalur subway

    struktur interior Walt Disney Concert Hall
    struktur interior Walt Disney Concert Hall (commons.wikimedia.org/Daniel Hartwig from San Mateo, CA)

    Tantangan terbesar gedung ini tidak hanya datang dari atas tanah, tetapi juga dari bawah tanah. Jalur rel kereta subway Regional Connector berada persis berjarak kurang dari 38 meter di bawah area parkir aula pertunjukan. Hal ini sempat memicu kekhawatiran besar akan munculnya getaran dan gemuruh frekuensi rendah dari kereta melintas yang dapat merusak akustik.

    Untuk mengatasinya, Gehry bekerja sama rapat dengan pakar akustik ternama dunia, Yasuhisa Toyota. Virtualprocrastination menjelaskan, ruang auditorium dirancang menggunakan sistem isolasi box-in-box, di mana struktur dalam gedung dipisahkan secara fisik dari struktur luar. Seluruh rangka utama gedung disangga oleh lebih dari 2.000 bantalan peredam karet vulkanisir. Tak hanya itu, kursi penonton pun dirancang khusus oleh Poltrona Frau menggunakan kombinasi baja, kayu, dan kain berpori guna memenuhi standar peredaman akustik yang ideal.

    Itulah sederet keunikan Walt Disney Concert Hall. Terbukti kan karya arsitektur yang dibangun dengan penuh cinta dan dedikasi pada akhirnya akan selalu selaras dengan manusia dan lingkungannya. Kalau kamu punya kesempatan main ke Los Angeles, menonton konser di sini jelas bakal jadi pengalaman sekali seumur hidup yang tak terlupakan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More