Populasi katak ini sempat terancam akibat perburuan liar untuk perdagangan hewan peliharaan eksotis. Namun, keberhasilan program penangkaran di beberapa tahun terakhir membantu menjaga kelestariannya. Penasaran dengan katak yang satu ini? Yuk, simak lima faktanya berikut!
5 Fakta Katak Tomat, Spesies Unik Endemik Madagaskar

- Katak tomat adalah amfibi nokturnal endemik Madagaskar, berwarna merah hingga oranye, yang banyak bersembunyi di tanah atau daun kering dan memakan serangga kecil.
- Saat terancam, katak tomat menggembungkan tubuh agar sulit ditelan serta mengeluarkan lendir putih lengket dari kulit yang dapat mengiritasi predator dan memicu alergi pada manusia.
- Betina berukuran 8,5ā10,5 cm dan lebih besar serta cerah daripada jantan; populasinya sempat terancam perdagangan liar, tetapi program penangkaran membantu pelestarian.
Dunia amfibi terdiri dari beragam spesies unik, salah satunya katak tomat (Dyscophus antongilii). Satwa nokturnal ini menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mengubur diri di dalam tanah atau tumpukan daun kering. Saat aktif, katak ini mencari makanan berupa hewan-hewan kecil, terutama serangga seperti kumbang, nyamuk, dan lalat.
1. Warnanya membuatnya disebut katak tomat

katak tomat (inaturalist.org/devinedmonds) Katak tomat memiliki penampilan yang mudah dikenali dari warna tubuhnya. Warna tubuhnya berupa merah terang hingga merah-oranye dan terlihat paling jelas pada bagian punggung, sementara bagian bawah tubuhnya cenderung lebih pucat.
Selain warnanya yang mencolok, katak ini memiliki bentuk tubuh yang membulat dan padat. Perpaduan antara warna merah-oranye dan bentuk tubuhnya yang bulat membuat spesies ini terlihat menyerupai tomat matang. Dari sinilah nama umum ākatak tomatā berasal.
2. Bisa menggembungkan tubuh saat merasa terancam

katak tomat (inaturalist.org/Joshua S. Ralph) Ketika merasa terancam oleh predator, katak tomat memiliki cara untuk membuat tubuhnya tampak lebih besar. Katak ini akan mengisi tubuhnya dengan udara hingga bentuknya mengembang dan terlihat lebih besar daripada ukuran normalnya. Respons tersebut menjadi salah satu bentuk pertahanan fisik yang dilakukan ketika menghadapi pemangsa.
Tubuh yang mengembang membuat katak tomat menjadi lebih sulit ditelan, terutama oleh predator yang mencoba memangsa tubuhnya secara utuh. Dengan bentuk yang mendadak lebih besar dan membulat, katak ini dapat menyulitkan pemangsa untuk memasukkannya ke dalam mulut.
3. Kulitnya menghasilkan lendir yang dapat mengiritasi

katak tomat (commons.wikimedia.org/John Mather) Katak tomat memiliki mekanisme pertahanan yang berasal dari kulitnya. Ketika diserang atau digigit predator, kulitnya dapat mengeluarkan cairan berwarna putih yang kental dan lengket. Teksturnya menyerupai lem sehingga dapat menempel pada bagian tubuh predator yang terkena.
Sekresi tersebut dapat mengganggu predator, terutama ketika mengenai mulut atau mata. Kontak dengan cairan ini dapat menyebabkan iritasi, rasa gatal, hingga mati rasa pada bagian yang terkena. Efek tersebut dapat membuat predator melepaskan katak kembali. Pada manusia, sekresi dari kulit katak tomat juga dilaporkan dapat menyebabkan reaksi alergi.
4. Ukuran betinanya jauh lebih besar daripada jantan

katak tomat (commons.wikimedia.org/Brian Gratwicke from DC, USA) Katak betina memiliki panjang sekitar 8,5ā10,5 cm, sedangkan jantan umumnya hanya sekitar 6ā6,5 cm. Perbedaan tersebut membuat betina terlihat jauh lebih besar dibandingkan jantan ketika keduanya sudah dewasa.
Perbedaan ini tidak hanya terlihat dari ukuran tubuh. Betina juga umumnya memiliki warna merah atau oranye yang lebih terang, sementara jantan cenderung berwarna lebih oranye atau kuning-oranye. Dengan perbedaan ukuran dan warna tersebut, jantan dan betina katak tomat cukup mudah dibedakan.
5. Spesies endemik Madagaskar

katak tomat (inaturalist.org/Stefaneakame) Katak tomat merupakan spesies endemik Madagaskar. Persebarannya berada di bagian timur laut pulau, terutama di sekitar Teluk Antongil hingga ke arah selatan sampai Andevoranto. Habitat alaminya meliputi hutan dataran rendah subtropis atau tropis yang lembap, rawa, lahan basah air tawar, serta sungai dan perairan yang bergerak lambat.
Katak tomat dewasa lebih banyak menghabiskan waktu di daratan, tetapi tetap bergantung pada air untuk berkembang biak dan perkembangan berudu. Spesies ini juga cukup mampu beradaptasi dengan lingkungan yang telah mengalami perubahan. Selain hutan dan lahan basah, katak tomat dapat ditemukan di perkebunan, taman, kolam, kanal, hingga parit di sekitar kawasan yang dihuni manusia.
Itulah lima fakta tentang katak tomat. Dengan bentuk tubuh yang khas dan kemampuan beradaptasi di habitatnya, spesies ini menjadi salah satu amfibi yang menarik dari Madagaskar. Dari kelima fakta tadi, mana yang menurutmu paling menarik?





















