Kalau hanya mendengar nama mereka saja, mungkin banyak dari kita yang berpikir kalau kucing harimau selatan (Leopardus guttulus) merupakan kerabat dekat dari harimau (Panthera tigris). Sayangnya, kedua jenis kucing liar ini berbeda subfamili, dimana kucing harimau selatan masuk dalam subfamili Felinae, sedangkan harimau ada pada subfamili Pantherinae. Selain itu, ketimbang mirip harimau, penampilan kucing harimau selatan ini lebih condong seperti macan tutul atau jaguar berukuran mini.
Rambut dari kucing liar ini didominasi warna kuning dengan bintik hitam besar yang terlihat seperti motif mawar, layaknya macan tutul atau jaguar. Panjang tubuh kucing harimau selatan mirip seperti kucing domestik, yakni sekitar 38—59 cm dengan bobot antara 1,9—2,4 kg. Oh iya, ekor dari kucing liar ini termasuk cukup pendek dibandingkan dengan kerabat lain di sekitar peta persebaran mereka.
Berbicara soal kerabat, dulunya kucing ini dimasukkan dalam kategori subspesies kucing liar lain bernama oncilla (Leopardus tigrinus). Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, ternyata kucing harimau selatan tidak sama dengan oncilla sehingga mereka kemudian dikategorikan sebagai spesies yang terpisah. Secara kekerabatan, sebenarnya kucing geoffroy (Leopardus geoffroyi) lebih dekat dengan kucing ini ketimbang oncilla.
Selain fakta soal taksonomi kucing harimau selatan, ada beberapa hal menarik lain yang dimiliki oleh sosok lucu ini. Salah satu di antaranya berhubungan dengan konflik antara kucing harimau selatan dengan spesies kucing liar lain di habitat alami mereka. Penasaran dengan ulasan lengkapnya? Yuk, langsung simak lima poin di bawah ini!