5 Fakta Menarik Passiflora Xiikzodz, Bunga Unik Bermahkota Gelap

Passiflora xiikzodz adalah tanaman merambat Passifloraceae dengan filamen mahkota hitam keunguan berujung kuning, sepal hijau pucat, dan tanpa petal.
Daunnya berlubus dua menyerupai sayap kelelawar, berwarna hijau tua berbintik terang hingga sekitar tujuh sentimeter; nama xiikzodz dalam bahasa Maya merujuk pada ciri tersebut.
Spesies asli Meksiko tenggara, Belize, dan Guatemala ini pernah dianggap varietas Passiflora coriacea, lalu dipublikasikan sebagai spesies tersendiri pada 1992; buah matangnya ungu gelap berdiameter sekitar satu sentimeter.
Passiflora xiikzodz merupakan salah satu spesies tanaman berbunga dari keluarga Passifloraceae yang memiliki penampilan tidak biasa. Tanaman merambat ini dikenal karena kombinasi daun menyerupai sayap kelelawar dan bunga dengan mahkota berbentuk benang berwarna gelap. Keunikan tersebut membuatnya berbeda dari banyak spesies Passiflora lain yang lebih dikenal karena bunganya yang mencolok.
Tanaman ini berasal dari kawasan Meksiko bagian tenggara, Belize, dan Guatemala di Amerika Tengah. Selain bentuk bunganya yang khas, Passiflora xiikzodz juga memiliki nama dengan makna menarik dalam bahasa Maya. Yuk, kita telusuri lima fakta menarik Passiflora xiikzodz, bunga unik bermahkota gelap ini!
1. Memiliki mahkota bunga berwarna gelap

bunga passiflora xiikzodz (inaturalist.org/León Esteban Ibarra Garibay) Salah satu ciri paling menonjol dari Passiflora xiikzodz adalah mahkota bunganya yang memiliki warna gelap. Dilansir Passiflora.it, mahkota tersebut tersusun atas filamen menyerupai benang yang sebagian besar berwarna hitam keunguan mengilap, dengan bagian ujung berwarna kuning. Perpaduan warna ini menciptakan kontras yang menarik dengan sepal atau kelopak bunga bagian luar yang berwarna hijau pucat.
Berbeda dari banyak bunga yang memiliki lima mahkota bunga atau petal, bunga Passiflora xiikzodz tidak memiliki petal. Penampilannya justru didominasi oleh sepal dan rangkaian filamen mahkota yang memberikan kesan tidak biasa. Struktur bunga tersebut menjadi salah satu karakter yang membuat spesies ini mudah dibedakan dari tanaman berbunga lainnya.
2. Daunnya menyerupai sayap kelelawar

bunga passiflora xiikzodz (inaturalist.org/Karl Kroeker) Keunikan Passiflora xiikzodz tidak hanya terlihat pada bunganya, tetapi juga pada bentuk daunnya. Mengutip PhytoKeys, daun tanaman ini memiliki dua lobus utama yang membentang ke samping sehingga menyerupai sepasang sayap kelelawar. Permukaan daunnya berwarna hijau tua dengan bintik-bintik berwarna lebih terang, sementara ukurannya dapat mencapai sekitar tujuh sentimeter.
Bentuk daun tersebut juga berkaitan dengan asal nama spesiesnya. Dalam bahasa Maya, kata xiikzodz memiliki arti yang merujuk pada sayap kelelawar. Nama tersebut menjadi gambaran yang sesuai untuk mengenali salah satu ciri paling khas dari tanaman ini.
3. Berasal dari Meksiko hingga Guatemala

bunga passiflora xiikzodz (inaturalist.org/Jan Meerman) Passiflora xiikzodz merupakan tanaman asli kawasan Meksiko bagian tenggara, Belize, dan Guatemala. Dilansir World Flora Online, wilayah tersebut berada di kawasan Amerika Tengah dan sekitarnya yang memiliki beragam jenis tumbuhan tropis. Berdasarkan informasi botani, tanaman ini terutama tumbuh di lingkungan tropis yang mengalami musim kering secara berkala.
Sebagai tanaman merambat, Passiflora xiikzodz memiliki kebiasaan tumbuh yang berbeda dari tanaman berkayu yang berdiri tegak. Karakter tersebut membuatnya dapat memanfaatkan vegetasi atau penopang di sekitarnya untuk tumbuh. Persebaran alaminya yang terbatas pada kawasan tertentu juga menjadikannya salah satu spesies Passiflora yang menarik untuk dipelajari.
4. Pernah dianggap sebagai varietas spesies lain

bunga passiflora xiikzodz (inaturalist.org/Ricard Busquets Reverte) Sebelum diakui sebagai spesies tersendiri, Passiflora xiikzodz pernah dianggap sebagai varietas dari Passiflora coriacea. Kedua tanaman tersebut memang memiliki kemiripan, terutama pada bentuk dan tekstur daunnya. Namun, perbedaan karakter yang ditemukan kemudian mendukung pemisahan Passiflora xiikzodz sebagai spesies tersendiri.
Nama ilmiah Passiflora xiikzodz dipublikasikan oleh ahli botani John M. MacDougal pada 1992. Sejak itu, spesies ini tercatat dalam literatur botani dan basis data taksonomi tumbuhan. Riwayat klasifikasinya memperlihatkan bahwa kemiripan penampilan tidak selalu berarti dua tanaman termasuk spesies yang sama.
5. Menghasilkan buah kecil berwarna ungu gelap
bunga passiflora xiikzodz (inaturalist.org/Miguel Álvaro Méndez) Selain memiliki bunga dan daun yang unik, Passiflora xiikzodz juga menghasilkan buah dengan penampilan khas. Buahnya berbentuk menyerupai telur dan berdiameter sekitar satu sentimeter. Ketika matang, buah tersebut berubah menjadi berwarna ungu gelap.
Ukuran buahnya yang kecil membuatnya tampak berbeda dari buah sejumlah spesies Passiflora yang lebih dikenal dan dibudidayakan. Meski demikian, informasi mengenai buah ini terutama berkaitan dengan karakter botani dan penampilan fisiknya. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa buahnya dapat dikonsumsi tanpa informasi yang memadai mengenai keamanan dan penggunaannya.
Passiflora xiikzodz merupakan contoh tanaman yang memiliki keunikan pada beberapa bagian sekaligus, mulai dari daun menyerupai sayap kelelawar hingga bunga dengan mahkota gelap yang kontras. Asal-usul namanya serta riwayat klasifikasinya turut menambah daya tarik spesies ini. Melalui karakteristik tersebut, tanaman ini memperlihatkan betapa beragamnya bentuk dan adaptasi tumbuhan dalam keluarga Passifloraceae.























