Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Plushcap, Burung Berdahi Beludru dari Pegunungan Andes

3 min read
5 Fakta Menarik Plushcap, Burung Berdahi Beludru dari Pegunungan Andes
Burung plushcap (inaturalist.org/Dan Vickers)
  • Plushcap adalah burung pengicau pegunungan Andes dengan dahi kuning keemasan berbulu lebat, kaku, dan bertekstur mirip beludru; tubuhnya berwarna abu-abu kebiruan gelap serta cokelat kastanye.
  • Bulu dahi plushcap diduga melindungi kepala dari keausan dan kelembapan saat menyusup di rumpun bambu basah, tempat burung ini sering mencari makanan.
  • Spesies endemik Amerika Selatan ini hidup pada ketinggian 1.800–3.500 meter, bergantung pada bambu Chusquea, mencari serangga dengan paruh, serta kerap bergabung dalam kawanan campuran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Plushcap (Catamblyrhynchus diadema) merupakan salah satu jenis burung pengicau yang hidup di kawasan pegunungan Amerika Selatan. Spesies ini dikenal dengan dahi berwarna kuning keemasan yang ditutupi bulu-bulu sangat lebat, kaku, dan menyerupai beludru. Penampilannya yang khas serta ketergantungannya pada rumpun bambu membuat Plushcap menjadi salah satu burung menarik dari hutan pegunungan Andes.

Berbeda dari banyak burung pengicau yang mencari makan di berbagai jenis vegetasi, Plushcap sangat erat kaitannya dengan bambu Chusquea. Burung ini memanfaatkan rumpun bambu sebagai tempat mencari serangga dan kerap menyusuri batangnya dengan paruh untuk menemukan mangsa. Berikut lima fakta menarik Plushcap, burung unik dengan bulu dahi seperti beludru.

  1. 1. Plushcap punya dahi kuning bertekstur seperti beludru

    Burung plushcap
    Burung plushcap (inaturalist.org/desertnaturalist)

    Plushcap tampil berbeda dari kebanyakan burung lainnya lewat penampilannya yang unik. Tubuhnya didominasi dengan bulu berwarna abu-abu kebiruan gelap di bagian atas dan bulu cokelat kastanye di bagian bawahnya.

    Nah, ciri mencolok dari burung ini hadir pada bagian dahinya. Ia punya dahi yang ditutupi bulu kuning keemasan yang sangat lebat, kaku, dan bertekstur seperti beludru. Dahi uniknya ini tidak hanya berperan dalam keindahan visual aja, tapi menyimpan peranan penting lain, lho. Apa ya kira-kira?

  2. 2. Bulu di dahinya diduga menjadi pelindung kepala alami

    Burung plushcap
    Burung plushcap (inaturalist.org/avocat)

    Bulu kuning di dahi plushcap bukan sekadar membuat penampilannya mudah dikenali. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bulu ini juga memegang peranan penting lainnya. Bulu dahi burung ini punya karakter pendek, padat, kaku, dan menyerupai beludru. Dilansir Birds of the World, struktur ini diduga membantu bulu lebih tahan terhadap keausan dan mampu menahan kelembapan.

    Fungsi tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan hidup plushcap yang sangat bergantung pada bambu. Burung ini kerap menyusup ke dalam rumpun bambu yang lebat untuk mencari makanan. Kondisi ini membuat bulu di bagian depan kepalanya berpotensi sering bergesekan dengan batang dan daun bambu yang basah akibat hujan atau kabut. Jadi, bulu dahi plushcap ini berfungsi sebagai semacam pelindung alami baginya.

  3. 3. Habitatnya sangat berkaitan dengan bambu Chusquea

    Burung plushcap berkaitan erat dengan habitat bambu dari genus Chusquea.
    Burung plushcap berkaitan erat dengan habitat bambu dari genus Chusquea. (inaturalist.org/Luis G Restrepo)

    Plushcap merupakan burung endemik Amerika Selatan yang hidup di kawasan pegunungan pada ketinggian sekitar 1.800–3.500 meter di atas permukaan laut. Persebarannya membentang dari Venezuela bagian utara hingga wilayah paling barat laut Argentina, termasuk Pegunungan Andes di Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia.

    Berbicara mengenai habitat, burung ini suka dengan habitat hutan elfin dan hutan hijau abadi pegunungan yang lembap. Menariknya, ada satu tumbuhan yang punya hubungan sangat erat dengan keberadaan burung ini, yaitu bambu dari genus Chusquea. Iya, plushcap merupakan spesialis bambu yang biasanya ditemukan tidak jauh dari rumpun bambu tersebut.

  4. 4. Cara mencari makannya unik karena menyusuri batang bambu

    Burung plushcap
    Burung plushcap (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

    Ketergantungannya terhadap bambu juga terlihat dari cara plushcap mencari makan. Dilansir Birds of the World, burung ini memakan serangga kecil, buah beri, dan material tumbuhan, serta kemungkinan memakan potongan kecil bambu. Saat mencari serangga, plushcap akan menusukkan dan mendorong paruhnya ke batang serta ruas daun bambu. Burung ini kemudian akan mencungkil batang untuk menemukan mangsa yang tersembunyi. Ia juga dapat menjalankan paruhnya sepanjang batang bambu sambil melakukan gerakan gigitan kecil.

  5. 5. Suka bergabung dalam kawanan campuran

    Burung plushcap
    Burung plushcap (inaturalist.org/Juan Carlos Caicedo Hernández)

    Plushcap termasuk burung yang dapat ditemukan sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok keluarga kecil. Namun, burung ini biasanya juga bergabung dalam kawanan campuran yang terdiri dari berbagai spesies burung. Beberapa kawanan tersebut diketahui beranggotakan tit-tyrant, redstart, warbler, tanager, Hemispingus, hingga brush-finch. Kebiasaan tersebut membuat plushcap menjadi bagian dari komunitas burung yang cukup beragam di hutan pegunungan.

    Itulah lima fakta mengenai plushcap, si burung berdahi beludru. Plushcap membuktikan bahwa burung kecil dapat memiliki sejumlah adaptasi yang menarik. Mulai dari bulu dahi kuning yang sangat rapat, ketergantungannya terhadap bambu Chusquea, hingga kebiasaannya mencari serangga dengan menyusuri batang bambu, semuanya membuat spesies ini begitu khas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More