Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Pohon Sandbox, Menembakkan Biji Layaknya Bom Meledak
Pohon sandbox (commons.wikimedia.org/David J. Stang)
  • Pohon sandbox atau Hura crepitans dikenal karena buahnya yang meledak keras untuk menyebarkan biji hingga puluhan meter dari pohon induknya.
  • Batang pohon ini dipenuhi duri tajam dan getahnya beracun, dapat menyebabkan iritasi kulit hingga kebutaan sementara jika terkena mata.
  • Nama 'sandbox tree' berasal dari penggunaan buah kosongnya sebagai wadah pasir untuk mengeringkan tinta di masa lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pohon sandbox atau Hura crepitans terlihat seperti pohon tropis biasa saat pertama kali dilihat. Batangnya besar, daunnya lebar, dan buahnya berbentuk bulat seperti labu kecil. Namun, tumbuhan ini menyimpan salah satu cara penyebaran biji paling unik di dunia tumbuhan.

Daya tarik pohon ini datang dari buahnya yang dapat pecah dan mendadak dengan suara keras. Ledakan tersebut bukan sekadar sensasi, melainkan bagian dari mekanisme alami untuk menyebarkan biji. Dari batang berduri sampai getah beracun, berikut lima fakta menarik tentang pohon sandbox.

1. Buahnya meledak dan menyebarkan biji

Buah pohon sandbox (commons.wikimedia.org/SAplants)

Dilansir dari Britannica, pohon sandbox dikenal karena kapsul bijinya yang berbentuk seperti labu dan dapat meledak dengan suara keras. Ledakan itu membuat biji tersebar dari buah yang sudah matang. Mekanisme ini membuat Hura crepitans sering mendapat julukan dynamite tree dalam berbagai sumber botani.

Penelitian Swaine dan Beer yang diterbitkan New Phytologist pada 1977 menjelaskan bahwa biji pohon sandbox dapat terlontar sangat cepat saat buahnya pecah. Rata rata kecepatannya sekitar 43 meter per detik, bahkan dalam satu pengukuran bisa lebih dari 70 meter per detik. Biji tersebut juga dapat terlempar hingga 45 meter dari pohon induknya, meski paling sering ditemukan sekitar 30 meter dari pohon.

2. Bentuk buahnya mirip labu kecil yang keras

Buah pohon sandbox (commons.wikimedia.org/Hans Hillewaert)

Berdasarkan penjelasan EAFRINET, buah Hura crepitans memiliki bentuk kapsul yang menyerupai labu. Ukurannya terbilang tidak terlalu besar, dengan panjang sekitar 3-5 sentimeter dan diameter yang dapat mencapai 5-8 sentimeter. Di dalam struktur buahnya, terdapat 16 karpel yang tersusun melingkar di sekitar poros tengah, sehingga bentuknya tampak bersekat dan padat.

Biji Hura crepitans berbentuk pipih dan berdiameter sekitar 2 sentimeter. Saat buah semakin matang dan mengering, kapsulnya akan mengalami tekanan hingga akhirnya pecah menjadi beberapa bagian. Pecahan buah inilah yang membantu biji terlontar menjauh dari pohon induk.

3. Batangnya dipenuhi duri tajam

Pohon sandbox (commons.wikimedia.org/Paul Bolstad)

Melansir Britannica, batang pohon sandbox memiliki duri-duri pendek berbentuk kerucut. Duri ini membuat tampilannya tampak seperti pohon yang memakai pelindung. Ciri tersebut juga membuatnya mudah dikenali dibanding banyak pohon tropis lain.

EAFRINET menjelaskan bahwa Hura crepitans dapat dibedakan dari duri-duri yang banyak, gelap, dan runcing pada batangnya. Nama umum monkey no climb berkaitan dengan batang berduri yang sulit dipanjat. Selain bentuknya yang mencolok, duri tersebut memperkuat kesan pohon sandbox sebagai tumbuhan tropis yang tidak ramah disentuh sembarangan.

4. Getah dan beberapa bagiannya beracun

Pohon sandbox (commons.wikimedia.org/David J. Stang)

Britannica mencatat bahwa pohon sandbox memiliki daun, kulit, dan biji yang beracun. Kapsul buahnya juga berbahaya karena ledakannya cukup kuat, bahkan bisa melukai manusia atau ternak. Karena itu, pohon ini memang menarik secara ilmiah, tetapi bukan jenis tumbuhan yang aman untuk didekati.

Berdasarkan EAFRINET, Hura crepitans termasuk salah satu penyebab umum dermatitis kontak akibat tumbuhan di Republik Dominika. Sumber yang sama menjelaskan bahwa penebang pohon perlu melindungi mata karena getahnya dapat menyebabkan kebutaan sementara. Segmen buah kayunya juga dapat menimbulkan dermatitis saat digunakan sebagai gelang atau kalung.

5. Namanya berasal dari kotak pasir untuk mengeringkan tinta

Pohon sandbox (commons.wikimedia.org/David J. Stang)

Nama sandbox tree ternyata tidak langsung berkaitan dengan pasir pantai atau habitat berpasir. Britannica menjelaskan bahwa kapsul bijinya pernah digunakan di British West Indies sebagai wadah pasir untuk menyerap tinta. Pada masa sebelum kertas penyerap tinta umum digunakan, pasir halus membantu mengeringkan tulisan agar tidak mudah luntur.

Kisah serupa dijelaskan oleh Botanical Research Institute of Texas dan Fort Worth Botanic Garden melalui Google Arts and Culture. Nama sandbox tree berasal dari pemanfaatan buah tanpa biji sebagai tempat pasir halus untuk blotting ink. Dari fungsi lama itulah nama pohon sandbox bertahan, meski kini pohon ini lebih terkenal karena buahnya yang meledak.

Pohon sandbox memperlihatkan bahwa tumbuhan dapat memiliki strategi bertahan hidup yang sangat unik. Buahnya memanfaatkan ledakan untuk menyebarkan biji, sedangkan batang berduri dan getah beracun menjadi ciri yang membuatnya tampak berbahaya. Di balik penampilannya yang ekstrem, Hura crepitans tetap menjadi contoh menarik tentang keragaman adaptasi tumbuhan tropis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article