Pernah melihat burung mungil menggemaskan ini? Kenalin, dia adalah rifleman. Burung dengan nama ilmiah Acanthisitta chloris ini menjadi satu dari dua spesies burung wren yang masih menghuni wilayah Selandia Baru. Selain penampilannya yang menggemaskan, burung ini juga punya nama unik yang berarti prajurit militer. Apa ya alasan dibalik penamaan unik tersebut? Penasaran? Yuk, simak penjelasan lengkapnya lewat lima fakta menarik rifleman berikut!
5 Fakta Menarik Rifleman, si Burung Mungil Endemik Selandia Baru

Take a Deeper Reads
1. Namanya berasal dari penampilan unik mirip seragam militer
Rifleman merupakan spesies burung wren dengan ukuran tubuh yang sangat kecil. Dilansir Birds of the World, panjang tubuhnya hanya sekitar 7–9 sentimeter dengan berat sekitar 6–7 gram. Ukuran tersebut membuatnya dikenal sebagai burung paling mungil yang hidup di Selandia Baru.
Kamu mungkin bertanya-tanya apa alasan di balik penamaan rifleman pada burung ini? Seperti yang kita tahu, rifleman punya arti prajurit militer pembawa senapan. Lalu apa hubungannya dengan burung ini?Ternyata, hubungan keduanya berasal dari penampilan burung ini yang sangat mirip dengan seragam militer saat itu. Iya, penampilan burung ini khususnya jantan didominasi oleh warna kehijauan, terutama pada bagian atas tubuh. Bagian punggungnya berwarna hijau cerah dengan tunggir kuning kehijauan. Penampilan ini mengingatkan pada prajurit militer kala itu.
Jika jantan identik dengan penampilan militernya, betina justru berbeda. Iya, jantan dan betina rifleman punya penampilan yang berbeda atau mengalami dimorfisme seksual. Jantan seperti yang kita tahu sebelumnya, punya warna tubuh yang lebih cerah dengan bagian atas tubuh berwarna hijau. Sementara itu, betina punya tubuh berwarna kuning kecokelatan dengan pola garis atau bintik yang lebih gelap sehingga terlihat lebih kusam.
2. Burung endemik asal Selandia Baru
Rifleman merupakan salah satu burung wren endemik Selandia Baru yang masih eksis hingga saat ini. Persebarannya mencakup Pulau Utara dan Pulau Selatan, meskipun populasinya tidak tersebar secara merata. Rifleman menghuni habitat hutan, terutama hutan beech (Nothofagus) dan kawasan berhutan lainnya. Burung ini juga dapat ditemukan di semak belukar serta perkebunan pinus dengan tumbuhan bawah yang rapat.
3. Burung pemakan serangga dengan teknik mencari mangsa yang beragam
Rifleman hampir sepenuhnya merupakan burung insektivora. Burung ini memakan beragam invertebrata kecil, terutama kumbang, lalat, laba-laba, dan ngengat.
Rifleman punya teknik mencari makan yang beragam. Burung ini bisa menyelidiki bagian bawah kulit batang pohon untuk menemukan mangsanya. Ia juga memungut serangga dari daun dan ranting serta sesekali menangkap mangsa di udara. Saat bergerak mencari makan, rifleman kerap berpindah di antara tajuk dan bergerak naik turun pada batang pohon.
Menariknya, meski sebagian besar makanannya berupa serangga, rifleman tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber makanan saja. Burung ini juga terkadang mengonsumsi buah dan bagian dalam biji beech. Jenis makanan tersebut menjadi tambahan dalam pola makannya yang didominasi serangga.
4. Kemampuan terbangnya tergolong terbatas
Tubuh kecil dan sayap pendek membuat rifleman bukan penerbang yang kuat. Burung ini memiliki kemampuan terbang yang terbatas. Ia lebih sering melakukan penerbangan pendek untuk berpindah tempat. Pergerakannya dilakukan dari satu tajuk pohon ke tajuk pohon lainnya.
Kemampuan berpindah tempatnya yang terbatas membuat rifleman tidak mudah melakukan penyebaran ke wilayah yang jauh. Oleh karena itu, burung ini lebih banyak mengandalkan habitat hutan yang sesuai untuk menunjang kehidupannya.
5. Monogami dan hidup dalam kelompok keluarga
Rifleman merupakan burung monogami dengan ikatan pasangan yang berlangsung dalam jangka panjang. Pasangan rifleman biasanya tetap bersama dan hanya berganti pasangan jika salah satu individunya mati. Keduanya juga sering mencari makan dalam jarak yang berdekatan sepanjang tahun sambil saling berkomunikasi melalui panggilan.
Kehidupan rifleman juga menarik karena burung ini dapat membentuk kelompok keluarga yang bekerja sama dalam merawat anak. Anak dari perkembangbiakan sebelumnya dapat membantu induknya membesarkan anakan dari periode berikutnya. Individu lain yang disebut helper juga dapat ikut memberi makan anak di dalam sarang. Unik banget kan bentuk kerja sama yang dilakukan burung ini?
Nah, itulah lima fakta menarik mengenai rifleman, si burung mungil asal Selandia Baru. Rifleman memang berukuran sangat kecil, tetapi kehidupannya ternyata cukup kompleks. Mulai dari perbedaan penampilan antara jantan dan betina, cara mencari makan, hingga perilaku kooperatif dalam merawat anak membuat burung endemik Selandia Baru ini menarik untuk dipelajari.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 5 Fakta Black Browed Babbler, Burung Langka yang Hilang 172 Tahun07 Oct 2026, 14:49 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- 5 Fakta Black Eared Miner, Burung Langka Australia dengan Karakter Khas13 Aug 2026, 12:29 WIB