Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Park Güell, Proyek Gagal yang Berubah Menjadi Taman Ikonik
Park Güell, Barcelona (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)
  • Park Güell awalnya dirancang Eusebi Güell dan Antoni Gaudí sebagai kompleks perumahan mewah pada 1900, tetapi hanya dua dari sekitar 60 kaveling terbangun sebelum proyek dihentikan.
  • Pemerintah Barcelona membeli kawasan ini pada 1922 dan membukanya untuk publik pada 1926; kini Park Güell dikenal lewat mosaik trencadís dari pecahan material bekas.
  • Desain taman memadukan fungsi dan inovasi, termasuk bangku ergonomis sepanjang 110 meter serta sistem penampungan air hujan berkapasitas sekitar 1.200 meter kubik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Barcelona sering kali diidentikkan dengan bangunan-bangunan berarsitektur unik karya arsitek legendaris Antoni Gaudí. Salah satu karyanya yang paling tersohor adalah Park Güell, sebuah taman publik yang dikenal dengan mosaik warna-warni, bentuk melengkung, dan desain yang khas. Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu karya Gaudí yang paling populer dan telah ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Namun, di balik keindahannya, Park Güell menyimpan banyak fakta unik dan tak terduga. Siapa sangka, taman yang kini dikenal luas ini ternyata mengawali perjalanannya sebagai proyek perumahan yang gagal. Penasaran dengan berbagai fakta menarik di balik Park Güell? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

1. Awalnya proyek perumahan mewah yang gagal

salah satu rumah yang dibangun dalam proyek awal Park Güell (commons.wikimedia.org/Amontero)

Park Güell sama sekali tidak dirancang sebagai taman publik sejak awal. Pada tahun 1900, pengusaha kaya Eusebi Güell menggandeng Antoni Gaudí untuk mengembangkan kompleks pemukiman eksklusif bagi keluarga berada di Barcelona. Mengusung konsep residential park bergaya Inggris, kawasan ini rencananya dibagi menjadi sekitar 60 kaveling rumah di area perbukitan yang memiliki pemandangan langsung ke laut dan dataran Barcelona.

Namun, proyek tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Persyaratan pembelian yang rumit, konsep yang terlalu eksklusif, serta minimnya akses transportasi membuat proyek ini sulit menarik pembeli. Dari sekitar 60 kaveling yang direncanakan, hanya dua rumah yang berhasil dibangun sebelum pembangunan dihentikan pada tahun 1914. Park Güell kemudian dibeli oleh pemerintah kota Barcelona pada tahun 1922 dan dibuka sebagai taman kota untuk publik pada tahun 1926.

2. Mosaik Park Güell dibuat dari pecahan keramik

pecahan keramik disusun menjadi mosaik trencadís (pixabay.com/LoggaWiggler)

Salah satu daya tarik visual utama Park Güell adalah ornamen mosaik warna-warni yang menghiasi berbagai bagian taman. Gaudí mengembangkan penerapan teknik mosaik khas Catalan yang disebut trencadís, istilah Catalan untuk teknik mosaik yang memanfaatkan pecahan material. Teknik ini bukan hanya untuk memperindah tampilan, melainkan juga memiliki alasan teknis. Pecahan keramik berukuran kecil jauh lebih mudah disusun mengikuti permukaan arsitektur yang melengkung dan bergelombang dibandingkan ubin utuh.

Menariknya, trencadís memanfaatkan berbagai pecahan material bekas, seperti keramik, ubin, peralatan makan, hingga kaca. Gaudí bersama kolaboratornya, Josep Maria Jujol, menyusun potongan-potongan tersebut menjadi mosaik dengan warna dan pola yang beragam. Hasilnya, olahan pecahan sederhana ini menghasilkan tampilan artistik berwarna-warni yang menjadi salah satu ciri khas Park Güell.

3. Bangku ikoniknya dirancang sesuai bentuk tubuh manusia

lekukan Serpentine Bench dirancang mengikuti bentuk tubuh (unsplash.com/Taisia Karaseva)

Di Plaça de la Natura, alun-alun utama Park Güell, terdapat bangku panjang berbentuk meliuk yang mengelilingi tepian area. Dikenal sebagai Serpentine Bench, bangku sepanjang sekitar 110 meter ini dirancang sebagai tempat duduk sekaligus pembatas tepi alun-alun. Dalam pembuatannya, Gaudí merancang bentuk dan struktur utama bangku, sementara kolaboratornya, Josep Maria Jujol, memberikan sentuhan artistik pada permukaannya.

Salah satu hal menarik dari bangku ini adalah penerapan prinsip ergonomi pada bentuk dudukan dan sandarannya. Lekukannya dibuat mengikuti kontur tubuh manusia, terutama bagian punggung, sehingga terasa sangat nyaman saat digunakan. Desain tersebut membuktikan bahwa di balik bentuknya yang unik, terdapat pertimbangan matang terhadap fungsi dan kenyamanan penggunanya.

4. Terdapat sistem pengumpul air hujan tersembunyi

deretan pilar Hypostyle Room menjadi jalur pengalir air hujan (flickr.com/Matías Callone)

Di balik arsitektur Park Güell yang unik, terdapat sistem pengumpulan air hujan yang dirancang secara tersembunyi. Sistem ini terhubung dengan 86 pilar di Hypostyle Room, ruang besar yang berada tepat di bawah alun-alun utama. Pilar-pilar tersebut dibuat berongga dan menjadi jalur pengalir air hujan dari permukaan alun-alun menuju tangki penampungan di bawah ruangan.

Tangki tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.200 meter kubik untuk menampung air yang kemudian dimanfaatkan bagi kebutuhan kawasan, termasuk menyiram tanaman. Sistem ini juga membantu mengendalikan aliran air hujan dan mengurangi risiko erosi di area perbukitan. Bahkan, ketika tangki penuh, air berlebih akan dialirkan hingga keluar melalui saluran di area tangga utama Park Güell.

5. Gaudí pernah tinggal di salah satu rumah di dalam kompleks

Casa Museu Gaudí, tempat tinggal Gaudí hingga 1925 (commons.wikimedia.org/Andrei Dan Suciu)

Meskipun Park Güell akhirnya dibuka sebagai taman umum, Antoni Gaudí sempat menjadikan salah satu rumah di dalam kompleks ini sebagai tempat tinggalnya dari tahun 1906 hingga 1925. Ia menetap di sana sebelum akhirnya pindah ke kawasan Sagrada Família untuk fokus penuh pada pembangunan gereja tersebut. Uniknya, rumah yang kini dikenal sebagai Casa Museu Gaudí ini ternyata dirancang oleh kolaboratornya, Francesc Berenguer i Mestres.

Sejak tahun 1963, rumah tersebut beralih fungsi menjadi museum yang menyimpan berbagai koleksi terkait kehidupan dan karya Gaudí. Di dalamnya terdapat furnitur, karya seni, sketsa, serta sejumlah barang pribadi sang arsitek. Beberapa furnitur yang dipamerkan merupakan rancangan Gaudí untuk bangunan lain, sehingga museum ini memberikan gambaran yang lebih dekat mengenai perjalanan hidup dan karier Antoni Gaudí.

Dari proyek perumahan yang gagal hingga menjadi taman ikonik Barcelona, Park Güell menyimpan banyak cerita di balik bentuknya yang unik. Setiap sudutnya memperlihatkan perpaduan seni, fungsi, dan inovasi khas Gaudí dan para kolaboratornya. Park Güell pun bukan sekadar taman, melainkan warisan arsitektur yang harus terus dijaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article