Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Piwakawaka, Burung Ekor Kipas yang Suka Menguntit Manusia!
Burung piwakawaka (commons.wikimedia.org/Rosa Stewart)
  • Piwakawaka adalah burung endemik Selandia Baru yang mudah dikenali dari ekor kipasnya, mampu hidup di berbagai habitat, dan tetap bertahan meski hutan alami berkurang.
  • Burung kecil ini sangat lincah, menggunakan ekor kipasnya untuk bermanuver tajam saat berburu serangga, bahkan memanfaatkan langkah manusia untuk mengusir mangsa keluar.
  • Dalam mitologi Māori, piwakawaka punya peran penting dalam kisah asal usul kematian manusia dan dianggap sebagai pembawa pesan atau pertanda spiritual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piwakawaka adalah burung endemik Selandia Baru yang mudah dikenali dari ekornya yang mekar seperti kipas. Burung dengan nama ilmiah Rhipidura fuliginosa ini bukan hanya unik secara fisik, tetapi juga terkenal sangat lincah dan suka mengikuti manusia. Aksi yang tergolong unik ini tentunya ia lakukan bukan tanpa alasan, lho!

Di balik sikapnya yang terkesan ramah tersebut, piwakawaka ternyata menyimpan strategi berburu yang cerdas. Kira-kira strategi berburu seperti apa yang dilakukan burung kecil ini? Kenapa manusia menjadi target utamanya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya lewat lima fakta piwakawaka di artikel berikut ini!

1. Hanya dapat dijumpai di Selandia Baru

Burung piwakawaka (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Piwakawaka merupakan burung endemik yang hanya dapat dijumpai di Selandia Baru. Burung ini tersebar luas mulai dari Northland di Pulau Utara hingga Stewart Island di bagian Selatan. Selain itu, piwakawaka juga hidup di beberapa pulau di Kepulauan Chatham, seperti Chatham, Pitt, Rangatira, Mangere, dan Little Mangere.

Persebarannya yang luas ini tidak lepas dari kemampuannya beradaptasi. Piwakawaka diketahui dapat hidup di berbagai jenis habitat, mulai dari hutan alami hingga kawasan yang dekat dengan manusia seperti taman kota, kebun, dan lahan pertanian. Kemampuannya dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan, termasuk alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian ini membuat populasinya tetap bertahan meski luas hutan alami terus berkurang.

2. Dikenal sebagai burung kecil dengan ekor mekar layaknya kipas

Burung piwakawaka (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Piwakawaka adalah burung kecil yang mudah dikenali dari ekornya yang mekar seperti kipas. Oleh karena itu, dalam bahasa Inggris burung ini disebut sebagai fantail bird. Dilansir New Zealand Birds Online, burung ini hanya memiliki panjang tubuh sekitar 16 cm dengan berat kurang lebih 8 gram. Meski kecil, burung ini terkenal lincah dan hampir tak pernah diam, lho! Ekor lebarnya sering dibuka dan digerakkan untuk membantu bermanuver saat terbang mencari mangsa.

Piwakawaka diketahui memiliki dua variasi warna, yaitu morf pied dan morf hitam. Morf pied merupakan variasi piwakawaka yang paling umum dijumpai. Mereka memiliki kepala abu-abu dengan alis putih mencolok, punggung cokelat, serta dada berwarna cokelat kayu manis dengan garis hitam-putih di bagian atasnya. Ekornya panjang dengan perpaduan hitam dan putih.

Sementara itu, morf hitam merupakan variasi piwakawaka dengan populasi lebih sedikit. Mereka jarang ditemukan di Pulau Utara dan biasanya dijumpai di Pulau Selatan dengan jumlah kurang dari 5%. Seperti namanya, piwakawaka variasi ini memiliki tubuh yang didominasi warna gelap, termasuk ekor yang sepenuhnya hitam tanpa kombinasi warna putih.

3. Burung yang sangat lincah dan akrobatik

Burung piwakawaka (commons.wikimedia.org/Loralee Hyde)

Piwakawaka dikenal sebagai burung yang sangat lincah. Ekor kipasnya bukan sekadar hiasan, melainkan alat penting untuk mengatur arah saat terbang. Dengan bantuan ekornya, piwakawaka mampu bermanuver tajam ketika mengejar mangsanya, yaitu serangga. Ia bisa berbelok mendadak, berputar cepat di udara, bahkan seperti melayang sejenak sebelum kembali melesat.

Kemampuan ini membuatnya sangat gesit, terutama saat berburu di rung sempit seperti di antara pepohonan dan semak. Ekor kipasnya bekerja layaknya kemudi yang menjaga keseimbangan dan ketepatan geraknya. Tanpa fungsi ini, piwakawaka akan kesulitan menangkap serangga yang terbang cepat dan sulit diprediksi arahnya.

4. Dikenal suka mengikuti manusia untuk satu tujuan

Burung piwakawaka (commons.wikimedia.org/Rosa Stewart)

Berbeda dari kebanyakan burung liar yang sering menghindar dan menjauh dari manusia, piwakawaka justru sebaliknya. Ia sering terlihat mengikuti orang yang berjalan di hutan, berkebun, atau sekadar duduk di taman. Sikapnya yang berani ini membuatnya tampak ramah dan mudah dijumpai di sekitar aktivitas manusia.

Namun, perilaku tersebut bukan karena ingin berteman. Dilansir Kohab, perilaku ini dilakukan piwakawaka untuk satu tujuan, yaitu mendapatkan mangsa. Ini adalah strategi berburunya yang cerdas. Langkah kaki manusia sering mengusik serangga kecil keluar dari dedaunan atau tanah. Piwakawaka tentu saja memanfaatkan momen itu untuk bisa menangkap mangsa dengan lebih mudah. Jadi, ia mendekat bukan karena suka pada manusia, melainkan karena manusia tanpa sadar membantunya mendapatkan makanan. Cerdas sekali, bukan?

5. Punya peran penting dalam mitologi masyarakat adat Selandia Baru (Suku Māori)

Burung piwakawaka (commons.wikimedia.org/Tomas Sobek)

Piwakawaka bukan sekadar burung kecil yang lincah. Burung ini juga melekat dalam budaya masyarakat adat Selandia Baru, yaitu Suku Māori. Dalam mitologi Māori, piwakawaka memiliki peran penting dalam kisah asal usul kematian manusia, lho!

Cerita ini bermula dari tokoh legendaris Māori, yaitu Māui. Ia ingin membuat manusia hidup abadi dengan cara mengalahkan dewi kematian, yaitu Hine-nui-te-po. Rencananya cukup berani, Māui berencana masuk ke dalam tubuh sang dewi saat ia tertidur, lalu keluar kembali tanpa membangunkannya. Jika ia berhasil, kematian akan lenyap dari dunia.

Sebelum menjalankan rencananya, Māui meminta semua burung yang menyaksikannya agar tetap diam. Namun saat melihat kejadian itu, piwakawaka justru tertawa karena merasa heran dan geli. Tawa tersebut akhirnya membangunkan Hine-nui-te-po. Sang dewi yang marah langsung membunuh Māui. Sejak saat itu, manusia tidak lagi bisa hidup abadi dan kematian menjadi bagian dari kehidupan.

Karena kisah ini, piwakawaka sering dianggap sebagai burung pembawa pesan atau pertanda dalam tradisi Māori. Keberadaannya bukan sekedar penghuni hutan, tetapi juga menjadi bagian dari cerita dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun. Menarik, bukan?

Itulah lima fakta mengenai piwakawaka, si burung ekor kipas asal Selandia Baru. Piwakawaka membuktikan dirinya bahwa ukuran kecil bukan berarti biasa saja. Dari ekor kipasnya yang membantu bermanuver tajam, kebiasaannya mendekati manusia demi berburu, hingga perannya dalam mitologi Māori, burung ini menyimpan banyak sisi menarik. Kelincahan, kecerdasan, dan nilai budayanya membuat piwakawaka bukan penghuni hutan biasa, tetapi juga menjadi bagian penting bagi identitas alam Selandia Baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team