Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Red Backed Hawk, Merah di Punggung hanya Dimiliki oleh Betina
Potret red-backed hawk (commons.wikimedia.org/Ezequiel Racker/CC BY 4.0)
  • Red-backed hawk adalah burung pemangsa asal Amerika Selatan yang hidup di ketinggian ekstrem Pegunungan Andes hingga 5.000 meter dan mampu beradaptasi dengan suhu dingin.
  • Warna merah di punggung hanya dimiliki betina dewasa, sedangkan jantan berwarna abu-abu kebiruan, menjadi pembeda jelas antara keduanya.
  • Burung ini dikenal setia pada sarangnya, memiliki kemampuan terbang diam seperti drone, serta bersifat oportunistik dalam memilih mangsa di habitat pegunungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Red-backed hawk (Geranoaetus polyosoma) adalah spesies burung predator yang berasal dari Amerika Selatan. Burung ini juga merupakan saudara dekat elang yang keluarganya sama, yaitu Accipitridae. Karena memiliki variasi warna yang sama dan sering adanya tumpang-tindih dengan saudara dekatnya, yaitu puna hawk yang sangat sulit dibedakan, mereka berdua kini disebut oleh penelitian sebagai variable hawk. Penyebaran dari red-backed hawk berpusat di wilayah Neotropis, tepatnya di sepanjang bagian barat dan selatan Amerika Selatan. Tak jarang juga burung yang satu ini melakukan migrasi dari selatan ketika musim dingin ke bagian utara, seperti Brazil, Uruguay, Peru, hingga Bolivia, untuk mencari tempat yang lebih hangat.

Nah, kita kenalan lebih jauh dengan raptor yang satu ini yuk. Kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh red-backed hawk agar kamu sebagai pembaca merasa dekat dan tahu lebih jauh tentangnya. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Ahli Ketinggian Ekstrem

Potret red-backed hawk (commons.wikimedia.org/ClaudioIsaacTP/CC BY-SA 4.0)

Red-backed hawk adalah burung spesialis raptor penguasa ketinggian yang sangat ekstrem. Meski sebenernya mereka juga ditemukan di pesisir pantai, kebanyakan populasi dari mereka biasanya ada Pegunungan Andes yang dapat mencapai ketinggian 5.000 meter di atas permukaan laut. Jelas, ini hanya bisa dilakukan oleh beberapa spesies burung saja yang adaptasi lingkungannya sangat kuat, termasuk red-backed hawk.

Di ketinggian yang ekstrem seperti itu, tidak bisa dibayangkan berapa dinginnya. Namun, tubuh mereka yang sudah dilatih dan dirancang hidup di lingkungan yang seperti ini, membuat red-backed hawk tidak terlalu mengalami masalah terkait suhu ekstrem habitatnya.

2. Warna Merah Punggung hanya Milik Betina

Potret red-backed hawk (commons.wikimedia.org/Ezequiel Racker/CC BY 4.0)

Meski namanya red-backed (punggung merah), itu tidak berlaku kepada jantan. Warna merah ini sebenarnya hanya dimiliki oleh beberapa spesies betina ketika dewasa. Warna merahnya ini tidak terlalu cerah dan juga sebaliknya, lebih mirip ke merah bata (rufous).

Perbedaan antara jantan dan betina ini membuat penanda yang cukup jelas untuk membedakan jenis kelamin burung ini. Lalu, jika bukan merah, apa warna punggung jantan? Biasanya warna punggung pada jantan berwarna abu-abu kebiruan yang tidak begitu mencolok dibandingkan si betina.

3. Rumah Mewah dan Setia

Potret red-backed hawk (commons.wikimedia.org/HowardB/CC BY-SA 3.0)

Red-backed hawk biasanya membangun sarang yang ukurannya super besar yang terbuat dari ranting-ranting pepohonan dan dedaunan. Sarang mereka juga sangat fleksibel, mulai dari tebing batu hingga puncak tiang listrik. Sarang yang besar ini juga mereka gunakan untuk kenyamanan istirahat mereka serta lebih mudah ketika nanti merawat anak-anaknya.

Red-backed hawk bukan tipe burung yang suka mengganti-ganti sarang. Meski sudah terlihat rusak, mereka lebih memilih memperbaikinya dan menggunakan sarang yang semula dibandingkan harus membuatnya dari awal.

4. Ilusi Optik saat Terbang

Potret red-backed hawk (commons.wikimedia.org/melianie_max_and_asker/CC BY 4.0)

Burung ini memiliki pola warna di sayap bawah yang sangat kontras, putih bersih dengan ujungnya yang berwarna hitam. Saat terbang di atas langit pegunungan, pola ini menciptakan kamuflase yang sering mengecoh mangsa karena siluetnya menyatu dengan cahaya langit. Ini membuat serangan mereka sulit sekali terdeteksi.

Hebatnya, raptor ini dapat terbang diam seperti drone di langit meski angin sangat kencang, yang juga disebut-sebut sebagai teknik "hovering" menurut Birds of the World. Ini terlihat seperti pertunjukkan yang jarang sekali bisa dilakukan oleh burung lainnya.

5. Burung Oportunistik

Potret red-backed hawk (commons.wikimedia.org/Don Faulkner/CC BY-SA 2.0)

Di habitatnya, red-backed hawk adalah hewan yang oportunistik, artinya mereka memakan banyak makanan yang ada di lingkungannya. Mereka tak hanya berburu mamalia kecil saja, mereka terkadang terekam sedang memangsa serangga besar, kadal, hingga burung lain, bahkan bangkai segar pun mereka libas.

Di cuaca pegunungan yang gersang ini, pastinya cara bertahan hidup hewan lebih sulit. Namun berkat kemampuan burung ini yang dapat memakan segalanya, mereka tidak hanya bergantung pada satu makanan saja untuk bertahan hidup.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh red-backed hawk. Mulai dari ahli ketinggian ekstrem di pegunungan Andes, hingga merupakan hewan oportunistik sejati, semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team