Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Sains dalam Serial Stranger Things, Tangki Air hingga Penciuman Lintas Dimensi

Stranger Things
ilustrasi serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)
Intinya sih...
  • Tangki isi Air ElevenEksperimen Eleven yang sering merendam tubuhnya di dalam tangki air garam merupakan praktik sains nyata yang dikenal sebagai Sensory Deprivation Tank.
  • Mata-mata Jarak JauhKemampuan Eleven untuk memantau target dari jarak jauh tanpa kehadiran fisik merupakan adaptasi dari konsep spionase psikis yang disebut Remote Viewing.
  • Ancaman biologis dari Esktremofil dan Spora di Upside DownDebu dan partikel yang selalu melayang di udara Upside Down memberikan kesan atmosfer yang beracun sekaligus hidup bagi siapa pun yang memasukinya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serial Stranger Things telah berhasil menghipnotis jutaan penonton dengan perpaduan apik antara nostalgia tahun 80-an dan misteri supranatural yang mencekam. Namun, di balik narasi fiksi tentang kota Hawkins, terdapat berbagai elemen sains nyata yang diadaptasi secara cerdas oleh para pembuat film.

Banyak fenomena aneh yang dialami Eleven dan teman-temannya ternyata didasarkan pada teori fisika kuantum serta eksperimen rahasia pemerintah Amerika Serikat di masa lalu. Mulai dari penggunaan tangki isolasi hingga konsep spionase psikis, serial ini membawa kita menelusuri batas antara kenyataan dan imajinasi ilmiah. Eksplorasi sains dalam serial ini membuktikan bahwa realitas terkadang bisa jauh lebih aneh dan menarik daripada sekadar cerita rekaan belaka. Yuk, kita bedah lebih dalam lima fakta sains yang menjadi fondasi kekuatan misterius dalam Stranger Things berikut ini!

1. Tangki isi Air Eleven

Tangki AIr Eleven
ilustrasi tangki air Eleven (dok. Netflix/Stranger Things)

Eksperimen Eleven yang sering merendam tubuhnya di dalam tangki air garam merupakan praktik sains nyata yang dikenal sebagai Sensory Deprivation Tank. Melansir MedRXiv, secara medis, teknik ini disebut Restricted Environmental Stimulation Therapy (REST) yang bertujuan untuk memutus seluruh input sensorik dari dunia luar ke otak manusia.

Air di dalam tangki tersebut diisi dengan garam Epsom dalam kadar yang sangat tinggi agar tubuh subjek dapat mengapung sempurna tanpa upaya fisik sedikit pun. Dengan mematikan indra penglihatan, pendengaran, dan peraba, otak manusia akan masuk ke dalam kondisi meditasi dalam yang menghasilkan gelombang tetha secara dominan.

Dalam kondisi ini, seseorang dapat mengalami halusinasi visual yang sangat jernih karena otak mencoba "menciptakan" realitasnya sendiri tanpa gangguan eksternal.Di dunia nyata, tangki ini digunakan untuk relaksasi dan pemulihan mental, namun dalam film, Dr. Brenner menggunakannya untuk mempertajam fokus mental Eleven hingga tingkat ekstrem.

2. Mata-mata Jarak Jauh

Stranger Things
ilustrasi mata-mata jarak jauh (dok. Netflix/Stranger Things)

Kemampuan Eleven untuk memantau target dari jarak jauh tanpa kehadiran fisik merupakan adaptasi dari konsep spionase psikis yang disebut Remote Viewing. Fakta sejarah mencatat bahwa pemerintah Amerika Serikat benar-benar mendanai penelitian ini melalui program rahasia bernama Stargate Project selama periode Perang Dingin.

Para ilmuwan saat itu mencoba melatih individu terpilih agar dapat memberikan detail lokasi atau kejadian yang berada ribuan kilometer jauhnya hanya menggunakan kekuatan pikiran. Meskipun secara resmi proyek ini dihentikan pada tahun 1995 karena hasil yang dianggap tidak konsisten untuk kepentingan intelijen militer, keberadaannya membuktikan ambisi sains untuk menembus batas dan ruang.

Melansir National Institute of Health, teknik ini sangat bergantung pada teori bahwa kesadaran manusia memiliki koneksi non-lokal yang dapat mengakses informasi di titik ruang manapun. Walaupun masih menjadi subjek perdebatan dalam sains arus utama, remote viewing tetap menjadi salah satu fenomena paling misterius dalam sejarah eksperimen psikologis manusia.

3. Ancaman biologis dari Esktremofil dan Spora di Upside Down

Upside Down
ilustrasi Upside Down (dok. Netflx/Stranger Things)

Debu dan partikel yang selalu melayang di udara Upside Down memberikan kesan atmosfer yang beracun sekaligus hidup bagi siapa pun yang memasukinya. Secara biologis, partikel-partikel ini dapat dijelaskan sebagai spora jamur atau organisme ekstremofil yang mampu bertahan hidup di lingkungan paling ekstrem sekalipun.

Melansir National Institute of Health, di dunia nyata, banyak jenis jamur yang menyebarkan spora mikroskopis ke udara untuk mencari inang baru atau memperluas jaringan koloninya secara masif. Partikel di Upside Down bertindak menyerupai sistem saraf ekosistem yang saling terhubung, di mana setiap debu yang terhirup bisa menjadi cara bagi Mind Flayer untuk mendeteksi keberadaan manusia.

Sifatnya yang reaktif terhadap panas dan gerakan menunjukkan bahwa partikel tersebut bukan sekadar kotoran, melainkan unit biologis yang memiliki tujuan tertentu. Penjelasan ini sangat selaras dengan perilaku jamur parasit di alam liar yang mampu memanipulasi lingkungan sekitarnya demi kelangsungan hidup kelompoknya.

4. Distorsi Medan Elektromagnetik (EMF)

Stranger Things
ilustrasi lampu berkedip dalam serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)

Setiap kali monster muncul atau gerbang antar dimensi terbuka, lampu di rumah Joyce Byers selalu berkedip secara misterius sebagai bentuk komunikasi. Fenomena ini sebenarnya memiliki penjelasan fisika yang sangat logis terkait dengan gangguan Medan Elektromagnetik atau Electromagnetic Fields (EMF).

Secara teoretis, pembukaan wormhole atau manipulasi ruang-waktu membutuhkan energi dalam jumlah yang sangat masif dan terkonsentrasi di satu titik. Melansir IntechOpen, tarikan energi yang sangat besar ini akan menciptakan distorsi elektromagnetik yang kuat di area sekitarnya, sehingga mempengaruhi aliran elektron pada perangkat listrik terdekat.

Akibatnya, arus listrik pada kabel lampu menjadi tidak stabil dan menyebabkan efek kedipan atau lonjakan tegangan secara tiba-tiba. Hal ini mirip dengan cara kerja badai geomagnetik matahari yang dapat mengganggu sinyal radio dan jaringan listrik di Bumi secara masif.

5. Penciuman Lintas Dimensi

Makhluk Lintas Dimensi
ilustrasi makhluk lintas dimensi (dok. Netflix/Stranger Things)

Salah satu kemampuan Demogorgon yang paling menakutkan adalah kemampuannya mendeteksi setetes darah meskipun ia berada di dimensi yang berbeda. Fakta sains di balik ini dapat dikaitkan dengan fenomena Chemoreception yang terjadi melalui membran ruang-waktu yang sangat tipis.

Melansir Westminster Research, dalam teori fisika kuantum, ada kemungkinan adanya lubang-lubang mikroskopis pada struktur ruang yang memungkinkan molekul kimiawi kecil untuk "merembes" keluar-masuk antar dimensi. Bau darah adalah sinyal kimiawi yang sangat kuat, dan jika kedua dimensi tersebut bersentuhan di level sub-atomik, partikel bau tersebut dapat ditangkap oleh reseptor makhluk asing. Mekanisme ini mirip dengan cara hiu mendeteksi aroma darah di lautan luas, namun dalam skala yang melibatkan pergeseran dimensi fisik.

Demogorgon kemungkinan besar memiliki organ penciuman yang jauh lebih sensitif dibandingkan makhluk Bumi manapun untuk mendeteksi molekul yang bocor dari gerbang yang tidak stabil. Kemampuan ini membuktikan bahwa batas antara Hawkins dan Upside Down sebenarnya sangat tipis dan bisa ditembus oleh partikel-partikel fisik sekecil molekul bau.

Meskipun beberapa aspek dikembangkan demi kepentingan drama, inti dari konsep seperti tangki isolasi dan gangguan elektromagnetik memiliki dasar yang sangat kuat di dunia nyata. Hal ini mengingatkan kita bahwa perkembangan ilmu pengetahuan selalu bermula dari rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal yang dianggap tidak mungkin. Selain itu, serial ini secara tidak langsung mengajarkan kita tentang pentingnya etika dalam setiap eksperimen sains agar tidak membuka "gerbang" bahaya bagi kemanusiaan. Penemuan-penemuan di bidang fisika kuantum saat ini mungkin suatu hari nanti akan membuktikan apakah dimensi paralel benar-benar ada di sekitar kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Apakah Anjing Boleh Makan Es Krim? Ini Penjelasannya!

10 Jan 2026, 07:14 WIBScience