Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Semut Tidak Pernah Tidur? Ini Fakta Ilmiahnya

Benarkah Semut Tidak Pernah Tidur? Ini Fakta Ilmiahnya
ilustrasi semut di atas kayu (pexels.com/ Patrick)
Intinya Sih
  • Penelitian membuktikan semut memang tidur, tapi dengan pola polyphasic sleep berupa ratusan tidur singkat sepanjang hari, bukan tidur panjang seperti manusia.
  • Semut pekerja tidur sekitar 253 kali per hari dengan total 4–5 jam, sedangkan ratu semut bisa mencapai lebih dari 9 jam karena kebutuhan energi yang lebih besar.
  • Koloni tetap aktif 24 jam berkat sistem bergiliran dan sinkronisasi sosial, memastikan sebagian bekerja saat lainnya beristirahat untuk menjaga efisiensi koloni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semut kerap tampak sibuk ke sana kemari tanpa henti. Pagi, siang, bahkan malam hari, mereka tetap aktif mencari makan, membangun sarang, atau membawa remah-remah makanan yang ukurannya berkali-kali lipat dari tubuhnya. Pemandangan ini membuat banyak orang percaya bahwa semut tidak pernah tidur.

Namun, apakah benar demikian? Apakah semut benar-benar makhluk tanpa waktu istirahat? Fakta ilmiah menunjukkan bahwa semut memang tidur—hanya saja caranya sangat berbeda dari manusia. Mereka tidak terlelap berjam-jam dalam satu waktu, melainkan mencuri waktu istirahat dalam sesi-sesi yang sangat singkat sepanjang hari.

1. Apakah semut pernah tidur

Secara ilmiah, semut memang tidur. Namun, pola istirahat mereka jauh berbeda dibandingkan manusia. Kalau manusia biasanya tidur panjang selama beberapa jam dalam satu waktu, semut justru menerapkan pola yang disebut polyphasic sleep, yaitu tidur dalam banyak sesi singkat sepanjang siang dan malam.

Alih-alih tidur terus-menerus, semut mengambil ratusan micro-nap dalam sehari. Pola ini membuat koloni tetap aktif tanpa pernah benar-benar berhenti.

2. Pola tidur unik semut

Semut pekerja rata-rata mengambil sekitar 253 kali tidur singkat dalam sehari. Setiap sesi hanya berlangsung sekitar 1 menit lebih sedikit. Jika ditotal, waktu tidur mereka mencapai kurang lebih 4–5 jam dalam 24 jam.

Walaupun terdengar sebentar, tidur mikro ini cukup untuk menjaga fungsi tubuh dan otak mereka. Saat memasuki fase tidur yang lebih dalam, semut menunjukkan beberapa tanda seperti:

  • Antena terlipat
  • Respons terhadap sentuhan berkurang
  • Gerakan antena cepat, mirip fase REM pada hewan vertebrata

Penelitian pada spesies semut api seperti Solenopsis invicta juga menunjukkan bahwa meskipun mereka tampak aktif terus-menerus, sebenarnya ada ritme istirahat yang teratur di dalam koloni.

3. Perbedaan ratu dan semut pekerja

ilustrasi semut (pixabay.com/SandeepHanda)
ilustrasi semut (pixabay.com/SandeepHanda)

Menariknya, tidak semua semut memiliki pola tidur yang sama. Semut ratu memiliki waktu istirahat yang lebih panjang dan lebih teratur dibandingkan pekerja. Ratu semut rata-rata tidur sekitar 92 kali sehari, tetapi setiap sesi bisa berlangsung sekitar 6 menit. Jika dijumlahkan, total waktu tidurnya bisa mencapai 9 jam lebih per hari.

Hal ini masuk akal karena peran ratu adalah bertelur dan menjaga kelangsungan koloni. Tubuhnya membutuhkan energi dan pemulihan lebih banyak dibandingkan semut pekerja yang bertugas mencari makan, merawat larva, atau menjaga sarang.

Sementara itu, semut pekerja memiliki jadwal tidur yang terfragmentasi karena mereka harus selalu siaga. Bahkan, pada beberapa jenis semut penjaga, aktivitas otak saat istirahat tetap cukup tinggi—diduga karena tuntutan tugas keamanan.

4. Bagaimana koloni tetap aktif 24 jam

Salah satu alasan munculnya mitos bahwa semut tidak pernah tidur adalah karena koloni mereka terlihat aktif tanpa henti. Rahasia di balik ini adalah sinkronisasi sosial. Semut menggunakan feromon dan kontak fisik untuk mengatur ritme aktivitas. Saat sebagian semut beristirahat, yang lain tetap bekerja. Dengan sistem bergiliran ini, koloni bisa tetap berjalan 24 jam penuh.

Menariknya lagi, siklus terang dan gelap tidak terlalu memengaruhi aktivitas mereka. Dalam banyak kasus, semut tetap aktif meskipun lingkungan gelap total.

5. Bukti ilmiah tentang tidur semut

Studi tahun 2009 yang meneliti semut api menunjukkan adanya pola bangun-tidur yang jelas melalui pemantauan video. Peneliti mengidentifikasi fase istirahat berdasarkan postur tubuh dan penurunan aktivitas antena serta rahang. (Journal of Insect Behavior, 2009)

Selama fase tidur dalam, aktivitas antena dan mandibula menurun hingga sekitar 65 persen. Bahkan, rekaman aktivitas otak pada beberapa spesies semut hitam dan merah menunjukkan adanya kondisi mirip tidur, dengan penurunan fluktuasi gelombang saraf. Fakta ini membantah mitos bahwa semut selalu aktif tanpa istirahat.

Secara energi pun masuk akal: semut yang aktif membakar energi hingga lima kali lebih banyak dibandingkan saat istirahat. Jadi, tidur tetap penting bagi mereka untuk menghemat energi dan memulihkan fungsi saraf.

6. Manfaat tidur bagi semut

ilustrasi semut
ilustrasi semut (pexels.com/Neil Yonamine)

Kendati durasinya pendek-pendek, tidur memberikan banyak manfaat bagi semut, antara lain:

  • Menghemat energi
  • Membantu pemulihan sistem saraf
  • Mendukung pemrosesan informasi dari aktivitas harian
  • Menjaga efisiensi kerja koloni

Dalam kondisi ekstrem, seperti gurun yang sangat panas, beberapa spesies bahkan dapat menyesuaikan pola tidurnya menjadi lebih terpusat dalam satu periode (monophasic sleep). Pemahaman tentang pola tidur semut juga memberi wawasan tentang bagaimana serangga eusosial mampu membentuk “superkoloni” dengan jumlah anggota luar biasa besar dan tetap efisien.

Jadi, semut memang tidak tidur panjang seperti manusia, tetapi mereka tetap membutuhkan istirahat. Mereka melakukannya dengan cara yang sangat berbeda—melalui ratusan tidur singkat yang tersebar sepanjang hari.

Justru pola tidur unik inilah yang membuat koloni semut bisa terus bergerak tanpa terlihat berhenti. Di balik kesibukan mereka yang seolah tanpa jeda, ada sistem biologis cerdas yang memastikan setiap individu tetap punya waktu untuk memulihkan diri.

Referensi

BBC Science Focus. Diakses pada Maret 2025. Do Ants Ever Sleep?
Better Termite. Diakses pada Maret 2025. Do Ants Sleep? Revealing Ant Rest Patterns & Facts
Biology Insights. Diakses pada Maret 2025. Do Ants Sleep? The Science of Ant Resting Habits
Cassill, D. L., Brown, S., Swick, D., & Yanev, G. (2009). Polyphasic Wake/Sleep Episodes in the Fire Ant, Solenopsis Invicta. Journal of Insect Behavior, 22(4), 313–323. https://doi.org/10.1007/s10905-009-9173-4
Eco Guard Pest Management. Diakses pada Maret 2025. Do Ants Ever Sleep?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More