Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Spilosoma Lubricipeda, Ngengat Cerpelai Putih yang Unik!
Ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda), atau White Ermine moth. (commons.wikimedia.org/Svyatoslav Knyazev)
  • Ngengat cerpelai putih memiliki sayap putih berbintik hitam dengan variasi pola dan warna krem hingga kecokelatan, terutama yang kerap ditemukan di Skotlandia.
  • Ulatnya berwarna cokelat keunguan, berbulu, dan bergaris kuning-oranye; telur menetas dalam 4–5 hari, sementara ulat tumbuh penuh sekitar 25 hari dengan makanan tanaman herba.
  • Spesies nokturnal ini tersebar luas di Eurasia, aktif terbang Mei–Juli, mengonsumsi nektar serta buah fermentasi, dan mampu mendetoksifikasi zat tumbuhan sebagai pertahanan dari predator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda) juga dikenal dengan nama white ermine. Hewan nokturnal ini punya ciri khas bulu putih yang dihiasi bintik-bintik hitam kecil di sekujur sayapnya. Selain penampilannya yang memukau, ulat dan ngengat ini punya cara unik untuk bertahan hidup dari pemangsa di alam liar.

Yuk, simak artikel ini untuk kenal lebih dekat dengan ngengat cerpelai putih!

1. Warna sayapnya ternyata juga bisa bervariasi

Ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda), atau White Ermine moth. (commons.wikimedia.org/Ilia Ustyantsev)

Dilansir Butterfly Conservation, ngengat cerpelai putih punya tampilan khas berupa sayap depan berwarna putih dengan hiasan bintik-bintik hitam kecil. Jumlah bintik hitam tersebut bisa berbeda-beda pada setiap ekor ngengat di alam. Ada yang hampir polos tanpa bintik, tetapi ada juga yang punya banyak bintik sampai menyambung membentuk garis-garis.

Selain warna putih bersih, warna sayap hewan ini ternyata juga bisa bervariasi. Kamu bisa menemukan ngengat yang warna sayapnya krem kekuningan atau bahkan kecoklatan. Jenis ngengat dengan warna yang tidak biasa itu paling sering dijumpai di wilayah Skotlandia.

2. Ulatnya berbulu dengan warna cokelat keunguan

Ulat dari ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda) atau White Ermine moth. (commons.wikimedia.org/Quartl)

Telur ngengat cerpelai putih memiliki warna kuning muda yang khas. Dilansir Wildlife Insight, telur-telur tersebut biasanya akan menetas dalam waktu 4 sampai 5 hari saja. Setelah itu, ulatnya akan tumbuh menjadi besar sepenuhnya dalam kurun waktu sekitar 25 hari.

Dilansir Butterfly Conservation, ulat berbulu ini bisa kita jumpai dari bulan Juli sampai September di alam bebas. Mereka punya warna cokelat keunguan dengan rambut cokelat tua dan garis kuning-oranye di punggungnya. Makanan utama ulat ini adalah berbagai macam tanaman herba seperti jelatang, alfalfa, dan bunga dandelion.

3. Tersebar luas di benua eurasia

Ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda), atau White Ermine moth. (commons.wikimedia.org/Svyatoslav Knyazev)

Ngengat cerpelai putih tersebar sangat luas di berbagai wilayah beriklim sedang di benua Eurasia. Kamu bisa menemukan hewan ini mulai dari daratan Eropa, Kazakhstan, Siberia, hingga negara-negara seperti India, Cina, Korea, dan Jepang. Selain itu, ngengat ini juga sangat umum dan mudah dijumpai di sebagian besar wilayah Inggris.

Dilansir NatureSpot, habitat kesukaan ngengat ini sangat beragam, mulai dari area kebun, pagar tanaman, padang rumput, sampai kawasan hutan terbuka. Biasanya, serangga ini aktif terbang bebas dari bulan Mei hingga Juli setiap tahunnya. Meskipun demikian, waktu kemunculannya terkadang bisa lebih lambat jika berada di wilayah selatan.

4. Aktif pada malam hari

Ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda), atau White Ermine moth. (commons.wikimedia.org/Jerzy Strzelecki)

Dilansir Picture Insect, ngengat cerpelai putih dewasa merupakan hewan nokturnal yang sangat aktif pada malam hari. Mereka juga sangat menyukai cahaya lampu yang terang di sekitar rumah. Ketika senja atau fajar tiba, hewan ini sering terlihat mengunjungi bunga atau mencari buah-buahan yang sudah berfermentasi.

Makanan utama bagi ngengat dewasa ini meliputi berbagai macam nektar bunga dan cairan buah fermentasi. Mereka memanfaatkan waktu malam hari untuk mencari asupan makanan tersebut demi kelangsungan hidupnya. Kebiasaan makan ini biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dari incaran para musuh alami.

5. Mampu mendetoksifikasi zat kimia dari tumbuhan sebagai mekanisme pertahanan diri

Ngengat cerpelai putih (Spilosoma lubricipeda), atau White Ermine moth. (commons.wikimedia.org/Patrick Clement)

Di balik aktivitasnya, ngengat dewasa memiliki banyak predator alami yang siap memangsa kapan saja. Dilansir Picture Insect, beberapa hewan yang sering menjadi ancaman bagi mereka antara lain kelelawar, laba-laba, burung, serta hewan pengerat. Oleh karena itu, mereka harus berhati-hati saat keluar mencari makan pada malam hari.

Sebagai mekanisme pertahanan diri, ngengat cerpelai putih memiliki kemampuan yang sangat unik. Hewan ini mampu mendetoksifikasi zat kimia dari tumbuhan yang mereka konsumsi sebelumnya. Kemampuan tersebut membuat mereka kebal terhadap racun tertentu yang sebenarnya sangat berbahaya bagi spesies hewan lainnya.

Kehadiran ngengat cerpelai putih membuktikan bahwa alam selalu punya cara untuk menciptakan makhluk kecil yang unik dan penuh kejutan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang ragam keunikan satwa yang ada di sekitar kita!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article