Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Swallow-tailed gull
Swallow-tailed gull spesies burung camar nokturnal (commons.wikimedia.org/ProfessorX)

Intinya sih...

  • Swallow-tailed gull adalah burung endemik Kepulauan Galapagos yang suka berburu di malam hari.

  • Burung ini memiliki tampilan unik dengan perbedaan warna bulu antara jantan dan betina serta ekor bercabang.

  • Spesies burung camar ini bersifat nokturnal dan tidak takut dengan keberadaan manusia, namun menghadapi ancaman dari predator lain.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Kepulauan Galapagos sebagai habitat yang cocok sekaligus unik untuk berbagai spesies hewan. Keanekaragaman hayati yang endemik dan luar biasa hidup pada tempat ini. Salah satunya ada burung laut dengan tampilannya unik yang disebut burung camar ekor walet (Creagrus furcatus) atau disebut swallow-tailed gull.

Camar ekor walet tidak memiliki hubungan langsung dengan burung walet. Karena bentuk ekornya yang mirip ekor burung walet, sehingga disebut demikian. Mereka adalah spesies burung camar dalam keluarga Laridae dan satu-satunya spesies dalam genus Creagrus. Ketika malam datang adalah waktu favoritnya untuk beraktivitas hingga berkembangbiak. Hal tersebut didukung oleh fitur tampilan ukuran matanya yang lebih besar. Sebagai alat untuk melihat lebih jelas, walaupun dalam kondisi gelap. Seperti apa fakta menarik swallow-tailed gull, disebut spesies camar nokturnal ini? Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Endemik Kepulauan Galapagos

Swallow-tailed gull burung laut endemik Kepulauan Galapagos (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Di Kepulauan Galapagos, swallow-tailed gull adalah endemik dan ditemukan di seluruh kepulauan. Dilansir Galapagos Ecuador, mereka suka berada pada daerah yang perairannya lebih hangat di pulau-pulau bagian timur. Perjalanan jauh biasa dilakukan untuk mencari makan di laut hingga ke selatan Peru dan Chili, saat mereka tidak berkembangbiak. Perjalanan jauh di lepas pantai biasanya untuk mendapatkan makanannya berupa cumi-cumi dan ikan. Sebagai burung nokturnal, kebiasaan tersebut dilakukan saat malam hari.

2. Tampilan yang unik

Tampilan swallow-tailed gull (commons.wikimedia.org/suecan1)

Swallow-tailed gull adalah burung yang menarik karena tampilannya pun juga unik. Terdapat perbedaan warna bulu antara burung jantan dan betina. Hal ini disebutkan Galapagos Conservation Trust, saat berkembangbiak burung dewasa punya warna bulu abu-abu dan kepala hitam. Lingkaran matanya merah dan kaki berwarna merah muda. Paruhnya gelap dengan bagian ujung pucat dan terdapat bintik putih di pangkal. Sedangkan saat tidak berkembangbiak, burung dewasa kepalanya berwarna putih serta lingkar matanya berwarna hitam tebal. Burung muda tampilan warnanya lebih mirip burung dewasa yang sedang tidak berkembangbiak. Akan tetapi warna bulunya lebih gelap serta seluruh paruh juga gelap.

Selain itu, seperti sebutannya ekor walet, swallow-tailed gull memiliki ekor bercabang yang dalam seperti burung walet. Sayapnya ketika terbang memiliki pola warna yaitu abu-abu, putih dan hitam. Ukuran panjang rata-rata tubuhnya 53 cm dengan panjang maksimal 57 cm, berat tubuh sekitar 625 g.

3. Tergolong burung nokturnal

Swallow-tailed gull punya tampilan mata unik untuk mendukung penglihatan saat malam (commons.wikimedia.org/suecan1)

Disebut spesies burung camar satu-satunya yang bersifat nokturnal, karena kebiasaannya yang sering berburu mangsa di malam hari. Hal ini berkaitan dengan fitur mata yang dimilikinya. Dilansir AZ Animals, mereka memiliki mata yang tidak hanya sekedar untuk melihat. Terdapat jaringan khusus pada matanya untuk memudahkan swallow-tailed gull melihat dalam kondisi cahaya yang redup. Ada jaringan bernama tapetum lucidum pada belakang matanya. Jaringan tersebut dapat memantulkan cahaya kembali melalui retina. Sehingga, meningkatkan jumlah cahaya yang tersedia. Selain itu, terdapat lingkaran merah pada sekitar matanya, yang biasa menandakan masa perkawinan burung. 

4. Punya sarang unik di tebing

Swallow-tailed gull yang menjaga telurnya di sarang (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Spesies burung camar ini biasa memasuki masa reproduksi pada usia 5 tahun. Burung akan berpasangan dengan pasangan yang sama dalam tahun ke tahun berikutnya. Dilansir Animalia, swallow-tailed gull punya strategi kawin untuk memikat betina. Burung jantan akan membangun sarang yang unik di tebing. Umumnya, sarang dibuat dengan ketinggian 10 m di atas permukaan laut. Sarang yang dibuat tersebut akan ditutupi dengan karang putih, duri landak laut supaya mencegah telur berguling. Serta sarang ini menghadap ke tebing. 

Swallow-tailed gull merupakan burung yang bersifat asinkron (berkembangbiak kapan saja di sepanjang tahun). Serta mengikuti siklus sembilan bulan atau bahkan kurang jika telur yang dihasilkan sebelumnya tidak bisa menetas. Burung betina biasanya menghasilkan satu butir telur yang berbintik. Telur akan diinkubasi selama 31-34 hari. Telur yang telah menetas menjadi anak burung muda yang bisa melakukan terbang pertamanya di usia sekitar 60-70 hari. Induk akan terus memberi makan anaknya hingga usia 90 hari. Ketika sudah dewasa, mereka akan hidup terbang bebas di lautan lepas. 

5. Tidak takut dengan keberadaan manusia

Swallow-tailed gull (commons.wikimedia.org/putneymark)

Spesies burung camar ini mudah diamati dari dekat, karena mereka tidak merasa takut dengan keberadaan manusia. Kebanyakan spesies burung di Kepulauan Galapagos tidak menganggap kehadiran manusia sebagai ancaman. Begitu pula dengan swallow-tailed gull. Dilansir AZ Animals, mereka tidak akan terbang menjauh ketika didekati. Namun, spesies burung camar ini menghadapi berbagai ancaman. Salah satunya ada burung pemangsa seperti elang Galapagos. Serta spesies invasif seperti tikus, hewan-hewan yang mengancam ini biasanya memangsa telur burung camar. 

Ketika merasakan ancaman atau adanya predator, swallow-tailed gull akan menggerakkan kepalanya dari sisi ke sisi. Gerakan ini disertai dengan suara peringatan keras yang disebut gemuruh dan siulan. Suara tersebut khas seperti jeritan yang panjang. Spesies camar lain yang mendengar, akan ikut serta bersuara meskipun tidak melihat ancaman secara langsung. 

Swallow-tailed gull adalah burung laut yang unik, namun belum ada rencana khusus untuk melindungi keberadaannya. Adanya upaya pengendalian spesies invasif sebagai ancaman perlu dilakukan. Selain itu, aktivitas manusia juga perlu dikendalikan. Hal ini berkaitan dengan kerusakan habitat yang bisa terjadi maupun terjadinya polusi, limbah maupun sampah plastik. Sehingga, populasinya tetap terjaga. Upaya tersebut juga didukung oleh Galapagos Marine Reserve and Galapagos National Park. Semoga bermanfaat! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team